UAJY Bawa Perspektif Indonesia ke Forum Pendidikan Global

News238 Views

Kaohsiung, Taiwan. Perubahan lanskap pendidikan tinggi di era kecerdasan buatan (AI) menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa proses pendidikan tetap berpusat pada manusia.

Perspektif tersebut menjadi bagian penting dari agenda internasional yang diikuti Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., L.LM., dalam rangkaian perayaan 60 tahun Wenzao Ursuline University of Languages di Kaohsiung, Taiwan, pada Kamis–Minggu, 15–18 Oktober 2026.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Rektor UAJY menjadi salah satu panelis dalam 2026 Global Higher Education Presidents’ Summit, forum yang mempertemukan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai negara untuk membahas tantangan dan arah pengembangan pendidikan tinggi global.

Rektor UAJY tergabung dalam diskusi bertajuk “Student-Centered Approaches to Cultivating Globally Competent Graduates” pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Diskusi ini mengangkat pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa sebagai salah satu perspektif dalam menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi, berkolaborasi lintas budaya, dan berkontribusi di lingkungan global.

Perayaan 60 tahun Wenzao Ursuline University of Languages menjadi momentum bagi perguruan tinggi mitra untuk merawat hubungan kelembagaan dan memperluas dialog mengenai masa depan pendidikan tinggi.
Teknologi berkembang, manusia tetap menjadi pusat pendidikan

Dalam forum tersebut, Rektor UAJY menyoroti peluang pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran, penelitian, serta tata kelola universitas.

AI dapat mendukung penyusunan materi pembelajaran, pemberian umpan balik, analisis data, penelitian lintas disiplin, hingga pengembangan layanan akademik yang lebih personal.

Namun, pemanfaatan teknologi tersebut perlu disertai perhatian terhadap integritas akademik, perlindungan data, bias informasi, kesenjangan digital, dan risiko ketergantungan berlebihan pada teknologi.

Bagi UAJY, transformasi digital bukan semata-mata tentang pemanfaatan teknologi terbaru. Tantangan yang lebih mendasar adalah bagaimana teknologi dapat memperkuat kualitas akademik, identitas institusi, nilai-nilai kemanusiaan, dan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

Pendekatan ini menempatkan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat proses pendidikan, bukan menggantikan peran manusia di dalamnya. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, fleksibilitas, kepemimpinan, serta kemauan untuk terus belajar tetap menjadi aspek penting dalam pengembangan mahasiswa.

Partisipasi pimpinan perguruan tinggi dalam forum internasional membuka ruang untuk bertukar perspektif mengenai tantangan bersama dalam pendidikan tinggi.
Mempersiapkan lulusan yang kompeten sekaligus berkarakter

“UAJY memiliki mahasiswa yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra hingga Papua, serta mahasiswa internasional dari sejumlah kawasan dunia. Keragaman tersebut menjadi konteks penting bagi pengembangan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan terbuka terhadap perspektif lintas budaya,” papar Nurhartanto.

Melalui pendekatan yang berpusat pada mahasiswa, pendidikan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan profesional, tetapi juga individu yang mampu memahami perbedaan, berkolaborasi, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Arah tersebut sejalan dengan nilai-nilai UAJY, yaitu Berintegritas, Unggul, Inklusif dan Humanis, serta moto Serviens in Lumine Veritatis atau melayani dalam cahaya kebenaran.

Dengan demikian, kesiapan lulusan menghadapi dunia global tidak cukup diukur dari kemampuannya menggunakan teknologi.

Kesiapan tersebut juga berkaitan dengan kematangan karakter, kemampuan berinteraksi dengan masyarakat yang beragam, dan komitmen untuk menggunakan pengetahuan bagi kepentingan yang lebih luas.

Memperkuat perspektif global pendidikan tinggi

Partisipasi pimpinan perguruan tinggi dalam forum internasional membuka ruang untuk bertukar perspektif mengenai tantangan bersama dalam pendidikan tinggi, termasuk transformasi digital, pengembangan kompetensi mahasiswa, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran.

Rangkaian perayaan 60 tahun Wenzao Ursuline University of Languages juga menjadi momentum bagi perguruan tinggi mitra untuk merawat hubungan kelembagaan dan memperluas dialog mengenai masa depan pendidikan tinggi.

Bagi UAJY, diskusi mengenai pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa relevan dengan kebutuhan untuk terus mengembangkan pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman, tanpa meninggalkan integritas akademik dan nilai-nilai institusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *