Semangat Melayani Inspirasi Suami

Veronika Endang Purwaningsih

Kesaksian387 Views

Setiap orang bisa dipanggil melakukan pelayanan dengan penuh ketulusan dan keikhlasan. Keputusan untuk memilih melakukan pelayanan biasanya dilatarbelakangi kesadaran bahwa menghadirkan kebaikan atau dalam bahasa iman menghadirkan “Kerajaan Allah” secara nyata. Bisa saja kesadaran itu dipengaruhi oleh faktor orang yang ada di sekelilingnya. Bagi Veronika Endang Purwaningsih, misalnya, selain ditanamkan tentang melayani dari kedua orang tua, ia juga mendapatkannya dari sosok Yohanes Baptista Tri Joko Sulistyo, suaminya sendiri. 

“Suami saya sosok yang sangat rajin. Ia melakukan pelayanan dengan sungguh-sungguh. Ia bertugas memimpin ibadat lingkungan, memimpin ibadat orang meninggal, memberikan komuni kudus di gereja dan kepada mereka yang sedang sakit, juga pelayanan-pelayanan sosial lainnya. Semua kegiatan rohani itu dilakukan dengan ikhlas,  tekun, dan sungguh-sungguh,” kisah Endang.

Suatu ketika, kisah ibu tiga orang anak ini,  suaminya pergi untuk melakukan pelayanan hingga tengah malam. Endang dan anak-anak menunggu di rumah dengan setia. Ternyata, karena sudah larut malam, suaminya tidak mengetuk pintu, juga tidak membangunkan istri dan anak-anaknya yang sudah lelap. “Melihat suasana rumah sepi, ia tidak masuk ke dalam rumah, tapi tidur di bangku panjang depan pintu rumah sampai pagi hari daripada mengganggu kami yang sedang tidur,” tutur Endang sembari menambahkan bahwa semangat melayaninya terinspirasi dari sang suami sendiri.

Tahun 2019, Endang bersama 90-an orang teman bergabung dalam komunitas prodiakon di Paroki St. Gregorius Agung Kuta Bumi, Tangerang hingga tahun 2022. Selama tiga tahun, ia telah melaksanakan tugas seperti suaminya, yang sebelumnya selama enam tahun berturut-turut juga bertugas sebagai prodiakon. Tahun ini, ia akan melanjutkan tugas pelayanan seperti suaminya yang telah menjalaninya selama enam tahun itu.

Di mata Endang, suaminya tidak pernah mengeluh atau komplain selama melakukan tugas pelayanannya sebagai prodiakon. Padahal, seabrek tugas pasti selalu menanti, seperti membagikan komuni kepada umat, membagikan komuni bagi orang sakit, mendoakan yang sakit, memimpin ibadat lingkungan, dan sebagainya.

Wanita kelahiran Metro Lampung, 22 Maret 1971 ini mengajak para anggota prodiakon untuk meneladani St. Paulus dan St. Yakobus yang memiliki semangat berkobar-kobar mewartakan sukacita Injil ke berbagai kota dan benua.

“Kalau St. Paulus pergi ke berbagai kota mewartakan kabar sukacita, menurut saya, sebagai prodiakon bisa melakukan pelayanan yang paling sederhana, yakni membantu dan menolong umat-umat yang ada di lingkungan tempat tinggal terdekat,” ujar lulusan S-1 Bahasa  Inggris Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan S-2 Psikologi Pendidikan  Universitas  Tarumanegara Jakarta ini.

Pengajar di  SD Harapan Bangsa, Modernland, Tangerang ini memilih terjun dalam pelayanan sesungguhnya tidak lepas dari pengalaman kasih Tuhan yang dialaminya setiap hari. Kedekatan dengan Bunda Maria mengantar dirinya untuk berbakti melayani sesama. Dalam pengalamannya membantu orang lain, kasih Tuhan disalurkan melalui Endang. Ketika sekolah tempatnya berkarya menyalurkan ratusan kilogram telur, ia membagikannya kepada seluruh umat yang sungguh-sungguh membutuhkan. “Saya tahu, Tuhan memakai saya untuk membantu umat lingkungan yang membutuhkan bantuan di tengah pandemi Covid-19,” ucapnya yakin.

Endang lahir sebagai anak tunggal. Setelah menikah, ia memiliki tiga orang anak. Keluarga ini dikenal sangat tekun dalam kegiatan doa. Mereka rajin mengikuti Misa mingguan, termasuk Misa online yang menunjukkan bahwa situasi pandemi tidak pernah menyurutkan semangat mereka dalam beriman. Ayah Endang adalah seorang perawat yang dulu bekerja sebagai asisten dokter di Rumah Sakit Khusus Sitanala, Tangerang. Ibundanya seorang bidan yang kini sudah purnatugas.

Selain menjadi guru sebagai profesinya, Endang juga seorang penulis. Bukunya yang berjudul “ 7 Koper 7 Ransel” mengisahkan perjalanan rohani bersama dua orang anaknya mengunjungi tempat-tempat ziarah yang menakjubkan di Eropa.

Konrad R. Mangu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *