Doa merupakan salah satu cara kita untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Ada beberapa jenis doa, antara lain doa ucapan syukur dan doa permohonan. Yang paling sering kita ucapkan adalah doa permohonan atau minta sesuatu kepada Tuhan.
Apakah doa-doa permohonan kita akan langsung dikabulkan oleh Tuhan? Tidak juga. Ada tiga jawaban saat kita meminta kepada Tuhan melalui doa. Yang pertama, doa kita langsung dikabulkan, yang kedua, Tuhan menolak dan tidak mengabulkan permintaan kita. Andai semua doa-doa seluruh manusia di dunia dikabulkan oleh Tuhan, mungkin dunia ini akan lebih kacau. Yang ketiga, Tuhan menunda mengabulkan permohonan kita, membuat kita menunggu.
Untuk jawaban yang ketiga ini, Tuhan mengajak kita untuk bersabar dan percaya bahwa doa kita akan dikabulkan pada saat yang tepat.
Beberapa waktu lalu saya merayakan ulang tahun. Sehari sebelum tanggal ulang tahun, secara khusus saya berdoa kepada Tuhan. Saya berkata, “Tuhan, besok saya ulang tahun, saya mau minta hadiah. Tolong saya dikasih hadiah, ya, terima kasih.”
Menurut sebuah tulisan, ketika berdoa meminta sesuatu kepada Tuhan, ungkapkan permohonan tersebut dengan bahasa yang jelas dan sederhana, tidak perlu bahasa yang bertele-tele, apa yang paling kita inginkan, kita ungkapkan, itu saja. Contohnya seperti doa saya di atas.
Keesokan harinya, pada hari ulang tahun saya, ada seorang pegawai kurir ekspedisi yang datang mengantarkan paket. Saya pikir itu paket pesanan suami yang memang beberapa kali membeli barang secara online.
Saat saya menemui kurir itu, ia menyodorkan satu eksemplar Majalah UTUSAN edisi terbaru. Tentu saja saya kaget sekaligus merasa gembira. Tidak menyangka bahwa saya akan mendapatkan paket ini.
Barangkali orang lain akan beranggapan bahwa saya berlebihan, apa sih istimewanya paket berupa majalah? Namun, ini sungguh suatu hal yang istimewa bagi saya karena dengan dikirimnya majalah itu, artinya tulisan saya dimuat.

Sebagai seorang penulis freelance seperti saya, ada kebanggaan tersendiri ketika tulisan kita dimuat. Apalagi dibutuhkan beberapa waktu untuk sampai pada tulisan itu dimuat. Bagi saya, ini adalah hadiah atau kado dari Tuhan pada hari ulang tahun saya.
Saya sudah cukup lama mengenal Majalah UTUSAN. Waktu masih tinggal di Yogyakarta, beberapa kali sempat membeli majalah ini di Showroom Kanisius. Waktu itu saya belum memilih profesi sebagai penulis freelance.
Kemudian, setelah saya menikah dan menjadi ibu rumah tangga, saya mencoba menulis dan menekuni profesi ini. Berkat informasi dari seorang saudara, saya akhirnya mencoba mengirimkan tulisan ke Majalah UTUSAN.
Saya terinspirasi oleh semboyan majalah ini, “Dalam Segala Mencari Dia”. Memang belum banyak tulisan saya yang dimuat di Majalah UTUSAN, tetapi berawal dari sedikit ini, saya berharap bisa konsisten menulis, lewat tulisan bisa memberi sekeping inspirasi, bisa menghayati semboyan “Dalam Segala Mencari Dia” dalam hidup keseharian.
Mungkin, Tuhan memberi hadiah Majalah UTUSAN pada hari ulang tahun adalah cara Dia untuk mengutus saya sebagai murid-Nya.





