Peringati Seribu Hari Rm. Prier, PML Yogyakarta akan Gelar Drama Musikal

Agenda152 Views

Yogyakarta. Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta akan mementaskan konser drama musikal bertajuk Hidup untuk Musik pada Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 19.00 di Auditorium Puskat, Jl. A. Jazuli 2 Yogyakarta.

Pementasan drama musikal akan didahului Misa Syukur peringatan seribu hari wafatnya Rm. Dr. (H.C.) Karl-Edmund Prier, SJ. Misa yang dimulai pukul 16.30 ini bertempat di Kapel Maria Della Strada, Puskat.

Misa akan dipimpin Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr. Robertus Rubiyatmoko dengan konselebran Romo Provinsial SJ, Romo. Albertus Bagus Laksana, SJ dan Superior Komunitas SJ Bener Rm. Franciscus Xaverius Murti Hadi Wijayanto, SJ.

Drama musikal adalah seni yang menggabungkan tiga elemen utama, yakni dialog, musik, dan tari yang dirangkai untuk menyampaikan cerita secara harmonis. Elemen-elemen ini bekerja sama untuk menciptakan pengalaman yang tidak saja menghibur tetapi juga menyentuh emosi.

Dalam drama musikal, musik sering digunakan untuk menggambarkan emosi tokoh atau memperkuat cerita, sementara tari memperkaya visual dan memberikan energi pada setiap adegan.

Persembahan orkes musik didukung oleh Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) ISI Yogyakarta.

Ini merupakan keunikan dari drama musikal, karena cerita bukan saja disampaikan melalui dialog, tetapi juga melalui lagu-lagu tematik dan koreografi yang dirancang khusus untuk mendukung narasi.

Semua itu diperkuat dengan tata panggung dan kostum yang mencolok untuk mendukung cerita sehingga seolah-olah penonton berada dalam cerita tersebut.

Itulah alasan bentuk drama musikal dipilih untuk menceritakan perjalanan hidup Rm.  Prier sejak kecil, remaja, hingga ditabiskan menjadi imam Jesuit. Rm. Prier pernah memimpin Pusat Musik Liturgi (PML) tahun 1971-2024 serta mengolah musik Nusantara bersama Paul Widyawan (pendiri PS. Vocason).

Paul Widyawan adalah teman seperjuangan Rm. Prier dalam menggarap musik Gereja, yang kemudian sering disebut dengan musik inkulturasi Gereja khas Indonesia. Hingga akhir hayatnya, karya-karyanya masih diabadikan hingga kini melalui buku Madah Bakti.

Pementasan drama musikal ini tergolong spesial karena didukung oleh penulis naskah drama kondang dari Jakarta, Venantius Vladimir Ivan, S.H., M.H. (CEO Connection Production, juga founder Indonesian Musical Company), yang sudah malang melintang menulis naskah dengan mementaskan drama di tingkat nasional, antara lain Rock Yesus, Samson, Yakuza, Drakula, Djrenggo, serta Noah the Musical.

Sementara sutradara pentas kali ini dipercayakan kepada Joanes Catur Wibono, S.Sn., M.Sn., dosen Jurusan Dramaturgi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Iringan musik dan aransemen oleh Fero Aldiansya Stefanus dari ISI Yogyakarta yang pernah berkarya sebagai komposer musik Teater Koma, Resonant Music Studio, dan The Veryquiet Studio Singapore.

Musik inkulturasi akan dibawakan oleh tim PML Yogyakarta.

Persembahan orkes musik didukung oleh Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) ISI Yogyakarta, dengan paduan musik inkulturasi oleh tim PML dengan dirigen ansambel oleh Theo Widodo, mahasiswa Jurusan Musik Penciptaan, ISI Yogyakarta.

Ilustrasi paduan suara dalam karya drama musikal didukung tiga kelompok paduan suara (PS), yakni PS Laudemus Deum Paroki Kedoya Jakarta dengan dirigen William Aditya, PS Alumni Vocason dengan dirigen Kris Abdi Sabtomo, dan PS Vocason oleh Elisabet Twitien Sezi Colasina sebagai dirigennya.

Guna mendukung pementasan tersebut, sejak Agustus 2026 para pemain mengadakan latihan intensif di Aula dan Auditorium Puskat Kotabaru.

Selain pentas drama musikal, juga akan dilakukan launching buku karya Rm. Prier dari Majalah Warta Musik terbitan PML. Buku ini berjudul Pelayanan Liturgi yang Holistik dan Mudah Dihayati- Melangkah ke Depan Bersama Antologi Rm. Karl-Edmund Prier SJ.

Tulisan ini masih relevan hingga kini sebagai bahan literasi, dengan kajian musik inkulturasi, yang relevan dibaca kalangan seminaris, teolog, para pastor, petugas liturgi, dan awan untuk menambah wawasan seputar musik inkulturasi Gereja di Indonesia.

Acara launching buku akan dipandu Elisabet Twitien Sezi Colasina, Pimpinan PML Yogyakarta, seusai pementasan drama musikal.

Danan Murdyantoro 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *