Keseimbangan Tiga Daya Kanisius

LKTD Pengurus OSIS SMP Kanisius Kalasan

Papan Tulis929 Views

SMP Kanisius Kalasan, Sleman adalah salah satu dari sekian banyak sekolah menengah pertama dibawah Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta. Sekolah ini merupakan bagian dari Yayasan Kanisius Pusat sebagai kepanjangan tangan Gereja dari Keuskupan Agung Semarang (KAS) di bidang pendidikan.

Mengapa demikian? Pada dasarnya, Gereja memiliki lima tugas, yaitu 1) Pewartaan/Kerygma, 2) Pelayanan/Diakonia, 3) Persekutuan/Koinonia, 4) Peribadatan/Liturgia, dan 5) Kesaksian/Martyria.

Berkaitan dengan hal tersebut, lembaga pendidikan Kanisius merupakan sebuah jawaban konkret dari lima tugas Gereja yang ada. Oleh karenanya, Yayasan Kanisius di Keuskupan Agung Semarang menjadikan Santo Petrus Kanisius sebagai pelindung sekolah.

Keteladanan dari Santo Petrus Kanisius yang dapat dimaknai adalah tentang pandangan yang meluncur jauh ke depan, menguak dan menyingkapkan kebutuhan zaman dan Gereja sepanjang masa lewat pendidikan dengan mendirikan sekolah dasar, kolese, dan seminari.

Hal ini tercermin dari ungkapannya yang bermakna, “Jika ingin mengubah dunia, maka didiklah kaum mudanya.” Atas dasar inilah SMP Kanisius Kalasan membantu peserta didik dalam menyadari eksistensi diri di lingkungan sekitar.

Kesadaran akan eksistensi diri ini diharapkan memampukan peserta didik menjadi pengisi dunia yang menghadirkan Kerajaan Allah di dunia dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat terwujud dengan dimulai dari pribadi yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab sebagai pribadi yang dewasa serta mandiri.

Penjelasan nilai 5K Kanisius.

Berdasarkan hal tersebut, SMP Kanisius Kalasan menjawab tantangan zaman yang ada dengan menghadirkan tagline sekolah “Karakter Hebat Prestasi Dapat” yang mencerminkan bagaimana SMP Kanisius Kalasan bisa mengarahkan setiap peserta didik untuk melatih dan mengembangkan kecakapan menjadi seorang pribadi yang utuh, memiliki keseimbangan antara olah pikir, olah rasa, dan olah kehendak. 

Sejalan dengan tujuan ini, maka perlu diadakan formasi pertama dan utama untuk mengarahkan dan mendidik setiap siswa terutama bagi pengurus OSIS untuk sampai pada tujuan tersebut. Dengan demikian, Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) kemudian menjadi kegiatan yang sifatnya mutlak untuk dilakukan.

Tujuan LKTD adalah untuk membekali pengurus OSIS memiliki kompetensi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang ada pada dirinya sehingga berani keluar dari zona nyaman sebagai bagian dari optimalisasi diri sebagai pemimpin yang utuh dan unggul.

Hal ini tentunya tidak bisa terlepas dari profil siswa SMP Kanisius yang benar-benar bisa melaksanakan dan mewujudkan nilai-nilai Kanisius, yaitu keunggulan, kejujuran, kepedulian, kedisiplinan, dan kemerdekaan (5K) yang dapat dimaknai sebagai berikut. 

Keunggulan, melibatkan semangat untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal yang dilakukan, mencakup pencapaian akademik, prestasi di luar sekolah, atau keterampilan khusus lainnya.

Kejujuran, merupakan prinsip moral yang mendasar. Peserta didik diharapkan untuk selalu berbicara dan bertindak dengan jujur.

Kepedulian, mencakup empati dan perhatian terhadap orang lain serta lingkungan sekitar.

Kedisiplinan, merujuk pada kemampuan untuk mengatur diri sendiri, mengikuti aturan, dan mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan.

Kemerdekaan, mencakup kemampuan untuk berpikir secara independen, mengambil inisiatif, dan bertanggung jawab atas tindakan sendiri.

Penyampaian orasi.

Berdasarkan kebutuhan itulah kegiatan LKTD ini dirumuskan dengan tema “Menjadi Pribadi Utuh” (memiliki keseimbangan olah pikir, olah rasa, dan olah kehendak) dengan menyoroti pentingnya pengembangan aspek-aspek utama dalam diri individu, untuk mencapai keseimbangan dan keutuhan dalam kehidupan.

Olah pikir, merujuk pada kemampuan untuk berpikir secara kritis, analitis, dan kreatif sehingga pribadi yang memiliki keseimbangan olah pikir akan mampu memproses informasi dengan baik, mengambil keputusan yang tepat, serta mengembangkan gagasan dan solusi yang inovatif.

Olah rasa, merupakan kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi dengan sehat sehingga pribadi yang seimbang dalam olah rasa akan mampu mengenali dan mengekspresikan emosi dengan tepat, serta mengelola stres dan konflik dengan baik.

Olah kehendak, mengacu pada kemampuan untuk mengendalikan diri dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai, prinsip, dan tujuan hidup yang dimiliki individu sehingga akan mampu mengambil keputusan yang bermakna, bertanggung jawab atas tindakan, serta mengarahkan hidup menuju pencapaian tujuan yang diinginkan.

Dalam pelaksanaan kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) ini, rangkaiannya dapat dijabarkan sebagai berikut. 

Pendahuluan, menyampaikan pemaparan tentang nilai Kanisius 5K, visi dan tagline SMP Kanisius Kalasan, serta tema LKTD “Menjadi Pribadi Utuh”.

Orasi, berbicara di depan pengurus OSIS yang lain tentang jawaban pertanyaan disposisi batin atas keprihatinan yang muncul, bertujuan melatih komunikasi, daya kritis, dan rasa percaya diri untuk menanamkan semangat magis serta menyampaikan ide/gagasan di hadapan orang lain lain.

Kolaborasi, masuk dalam kelompok, setiap kelompok merumuskan hasil dari orasi masing-masing anggota kelompok dan membuat kesimpulan, kemudian dari kesimpulan dibuat penampilan teater, bertujuan melatih kepekaan dan kepedulian untuk mengimplementasikan kerja sama dengan orang lain atas keprihatinan bersama.

Dinamika kelompok, a) wide games, merupakan salah satu sarana untuk menanamkan butir-butir kepemimpinan dengan memberikan permainan-permainan pemecahan masalah yang akan dipecahkan secara berkelompok, antara lain menebak kata secara berurutan terkait dengan nilai-nilai Kanisius dan kepemimpinan, mengibarkan bendera merah putih dengan menggabungkan tongkat setiap kelompok yang disusun menjadi satu sebagai tiang bendera sehingga tiang bisa berdiri kukuh untuk mengibarkan bendera, b) sharing kelompok tiga putaran, dilakukan untuk berbagi pengalaman atas proses dan dinamika antarpeserta dalam kelompok, bertujuan untuk saling meneguhkan atas pengalaman praktik baik yang telah dilaksanakan dan didapatkan.

Penutup, a) pengikatan makna, memberikan peneguhan lewat pengalaman yang sudah dilaksanakan atas nilai-nilai yang telah didapat dalam kegiatan, b) ibadat penutup, menyerahkan segala usaha dan rencana kepada Tuhan.

Refleksi, pada akhir kegiatan, seluruh peserta didik wajib melakukan refleksi dengan menuliskan pengalaman-pengalaman yang dimaknai dalam dirinya.

Game kelompok besar merangkai tongkat sebagai tiang bendera.

Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) dengan tema “Menjadi Pribadi Utuh” (memiliki keseimbangan olah pikir, olah rasa, dan olah kehendak) dengan meneladani spirit Santo Petrus Kanisius dalam membadankan nilai kepemimpinan kepada pengurus OSIS akan memberikan motivasi dan menginspirasi.

Selanjutnya, dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, diharapkan dapat mempunyai semangat kepemimpinan yang utuh dan tangguh, didasarkan pada nilai yang telah didapatkan.

Semangat kepemimpinan ini, semoga menjadi cara hidup yang dihayati secara konsisten untuk mewujudkan profil siswa SMP Kanisius Kalasan yang memiliki keunggulan, kejujuran, kepedulian, kedisiplinan, dan kemerdekaan sehingga tagline SMP Kanisius Kalasan “Karakter Hebat Prestasi Dapat” benar-benar terwujud.

Heffi Widyaningrum, S.Pd.Si (Guru SMP Kanisius Kalasan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *