Emilio Cium Foto Paus 2018, Dicium Paus 2024

Feature507 Views

Selalu ada kisah keberuntungan yang datang tanpa skenario, dan itu terkait dengan kehadiran Paus Fransiskus di Jakarta pekan lalu.

Kisah ini merupakan sebuah doa yang dijawab Tuhan. Louis Emilio Agriveta Dosiwoda, bocah berusia jelang 9 tahun putra pasangan Yoseph Billie Dosiwoda dan Cicilia Asri Christiyani, umat Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Cilangkap, menerima anugerah itu.

Billie mengungkapkan, ketika mengetahui Bapa Paus Fransiskus akan datang ke Indonesia, Emilio selalu menyampaikan dalam celetukannya ingin bertemu Bapa Paus.

Sampai kedua orang tuanya menginfokan akan ke ikut Misa ke Gelora Bung Karno (GBK), anak kecil seumur dia tidak bisa ikut, dia terus meminta ingin bertemu Bapa Paus.

“Berbekal info jadwal kepulangan Bapa Paus dari Rm. Adi Prasojo, Pr Sekjen KAJ dan izin tidak sekolah, Jumat (6/9/2024) pagi, Emilio bangun pukul 05.15, lalu berangkat pukul 05.50, dan pukul 07.05 kami tiba di gerbang Kedutaan Vatican (Nunciatura) dan sudah banyak kerumunan orang menunggu sepanjang trotoar,” ujar Billie.

Lalu, bagaimana Emilio akhirnya bertemu Paus Fransiskus? Billie menceritakan, saat ia dan anaknya berdua berdiri di depan pagar Nunciatura, ada suster (yang kemudian diketahui bernama Sr. Irene OP) dari dalam mendekati pagar dan menyapa. Tanpa pikir panjang, Billie langsung “gercep”.

Emilio bersama Sr. Irene OP (kiri) dan Billie, ayahnya.

“Suster, apakah kami boleh masuk?” tanya Billie kepada Sr Irene.

Setelah berpikir sejenak, Sr. Irene menjawab, “Anaknya saja yang masuk, Bapak tunggu di luar.”

Billie mengaku kaget saat itu. Namun, tanpa pikir panjang ia mengiyakan dan bilang kepada Emilio, “Nak, masuklah, (Anak) Pintar. Berani kamu sendiri masuk, ditemani Suster.”

Emilio pun masuk sambil memegang patung Paus Fransiskus yang dibawa dari rumah, mengikuti prosedur pemeriksaan Paspampres berjalan didampingi Suster dan Swiss Guard.

Billie merasa haru bercampur merinding melihat keajaiban tersebut. Setelah sekitar 25 menit, Billie melihat Emilio keluar dan menceritakan pengalamannya di dalam Nunciatura.

“Diawali salim cium tangan Bapa Suci. Tangannya dipegang dan diberi permen, didoakan dan dikasih permen kedua juga suvenir medali. Setelah itu dicium keningnya, diucapkan berkat dalam bahasa Latin. Sorot bahagia terpancar dari kedua bola matanya, karena sedari kecil, setiap kali berdoa jelang tidur, setelah berdoa kepada Santo-Santa Pelindung, kemudian menutup doa dengan mengucap, ‘Bapa Paus Fransiskus, doakanlah kami.’ (Impian) Emilio terwujud (dapat) bertemu (Bapa Paus)!” papar Billie bahagia.

Satu-satunya anak tanpa undangan
Billie mengaku takjub dengan apa yang dialami Emilio. Sebab, menurut Sr. Irene, Emilio satu-satunya anak atau orang yang bisa masuk tanpa daftar undangan dan sama sekali tidak dikenal.

Sr. Irene, lanjut Billie, mengungkapkan bahwa Paus Fransiskus interest dan cukup lama bersua dengan Emilio karena Nuncio Mgr. Piero Pioppo (Dubes Vatikan) bilang kepada Paus bahwa Emilio adalah anak yang diambil dari luar (bukan list undangan).

Atas anugerah luar biasa yang dialami Emilio, Billie mengucapkan terima kasihnya. “Terima kasih, Tuhan, lewat kebaikan hati pertolongan Sr. Irene dan info Rm Sekjen KAJ, Emilio dapat kesempatan bertemu Bapa Paus, dan diberi video kenangan sebagai pengingat momen spesial nan berharga, tertanam di hati sanubarinya, semakin meneguhkan iman Katoliknya,” ucap Billie.

Video Emilio tahun 2018 saat berumur 3 tahun.

Cium foto Paus 2018, dicium Paus 2024
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua kejadian adalah rencana Tuhan. Ini yang dialami Emilio. Pertemuan dengan Paus Fransiskus ternyata adalah tanggapan cinta Emilio kepada Bapa Suci 6 tahun lalu.

Billie mengungkapkan bahwa dia dan Cicilia, istrinya, sebenarnya lupa atau sama sekali tidak ingat mempunyai video 6 tahun lalu yang berisi Emilio cium foto Paus di Apostolic Papal Blessing dari Rm. Serafim yang pas dengan momen saat Emilio masuk Nunciatura ketemu Bapa Paus.

“Jadi, Senin dini hari kemarin di kamar saya tiba-tiba kangen mendiang Babo Moses (Babo sebutan Kakek dalam bahasa Ende Lio), karena saya penasaran ekpresi, ungkapan, dan kegembiraan Babo Moses seperti apa kalau masih hidup bila cucunya bisa ketemu Bapa Paus Fransiskus. Saya rencana mau buat status Instagram seperti biasa dengan foto Emilio yang ada atau kenangan bersama Babo Moses,” katanya.

Setelah melakukan scrolling di arsip Google Foto sejak Emilio lahir 2015 (ada ribuan foto dan video di situ), saat mencari foto Babo Moses, Billie menemukan foto dan video yang lain-lain. Ia tidak sengaja melihat foto dan video Emilio saat masih kecil atau kenangan beberapa tahun lalu.

“Eh, tidak sengaja pas putar, ternyata (ada) video Emilio cium Bapa Paus tahun 2018. Saya kaget banget, kok bisa pas momennya. Jadi, kesimpulannya, percaya atau tidak dan serbakebetulan ini, bisa dikatakan saya menemukan (mendapatkan-Red.) memori video Emilio dicium Bapa Paus karena mencari kenangan foto atau video Babo Moses bersama Emilio. Jadi, Babo-lah yang membantu saya menemukan kenangan video Emilio tersebut. Jadi, beberapa hari ini saya merasa mellow, haru, dan merinding (atas) serbakebetulan ini. Kedatangan Bapa Paus memberikan mukjizat iman. Terima kasih, Babo Moses. RIP,” ujar Billie.

Momen perjumpaan Emilio dengan Paus Fransiskus.

Ciuman yang terbalas
Billie kemudian mengirimkan video 6 tahun lalu tersebut kepada Sr. Irene yang bertugas di Nunciatura. Sr. Irene kemudian mengirimkan refleksi pengalaman rohani peristiwa Emilio sebagai “Ciuman yang Terbalas”.

Menurut Sr. Irene, video Emilio mencium tepat di wajah Paus Fransiskus sebanyak tiga kali. Ciuman seorang anak kecil menampakkan kepolosan, kemurnian, dan kedalaman cinta terhadap seorang sosok yang mungkin belum sungguh dikenalnya.

Tindakan yang refleks, natural terjadi, tanpa dibuat-buat demi sebuah konten. Ciuman itu mengalir begitu saja. Waktu berlalu, siapa yang menduga kalau ciuman Emilio terbalas oleh Paus Fransiskus? Tahun 2018, 6 tahun lalu, Emilio mencium foto wajah Paus Fransiskus, dan Jumat, 6 September 2024, Paus Fransiskus mencium kening Emilio di Nunciatura.

Pengalaman itu, sebut Sr. Irene, ibarat cermin memantulkan gambar yang sama. Peristiwa Emilio mencium Pope Francis tahun 2018 terpantul pada tahun 2024. Tuhan telah memberi tanda dan kadang tanda itu sangat sederhana dan konkret. Tanda yang menjadi kenyataan berkat iman, harapan, dan kasih.

Pengalaman Emilio, menurut Sr. Irene, tidak terlepas dari peran orang tua (Billie dan Cicilia) yang mengarahkan, mendidik, dan mendorong Emilio untuk melakukan yang baik. Dorongan untuk mencium foto adalah didikan orang tua untuk mencintai orang lain meskipun belum atau tidak dikenal.

“Mencintai orang yang belum dikenal mengantar Emilio dibawa oleh orang yang tidak dikenalnya (saya) untuk bertemu dengan Paus Fransiskus,” ujar Sr Irene OP sebagaimana ditirukan Billie.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed