Berbagi Kenikmatan Idul Adha Tanpa Tendensi

Feature372 Views

Idul Adha dirayakan umat Islam untuk memperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya Ismail sebagai wujud kepatuhan terhadap Allah. Sebelum Nabi Ibrahim mengorbankan putranya, Allah menggantikan Ismail dengan domba. Untuk memperingati peristiwa ini, hewan ternak disembelih sebagai kurban setiap tahun.

Di Indonesia, Idul Adha selalu disambut dengan penuh sukacita oleh semua lapisan masyarakat. Demikian juga dengan warga masyarakat di Mejing Wetan, Ambarketawang, Gamping, Sleman. Setiap tahun, Takmir Masjid Amanah melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban yang kemudian akan dibagikan kepada warga masyarakat di wilayahnya tanpa memandang status, agama, atau apa pun.

Satu hal yang menjadikan berbeda adalah adanya kegiatan makan siang bersama di halaman masjid yang dihadiri oleh seluruh warga tanpa terkecuali. Semua berbaur dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Berbeda tetapi tetap satu.

Semua berbaur dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan.

Menurut Praptowo, Ketua Panitia Kurban Takmir Masjid Amanah tahun 2024, kegiatan ini sudah dilaksanakan selama empat tahun terakhir. “Konsep kami sederhana, supaya semua warga bisa sama-sama menikmati, dan untuk kebersamaan warga di sini, baik yang muslim maupun nonmuslim, yang mudah-mudahan bisa terjalin keharmonisan, toleransi, serta kebersamaan,” tuturnya.

Ia menyampaikan, awalnya memang ada keraguan untuk mengadakan kegiatan makan siang bersama ini. Pro kontra tentu saja ada dalam mewujudkan gagasan ini. Namun, akhirnya kegiatan ini bisa berjalan dan disambut baik, bahkan setiap tahunnya kegiatan ini selalu dinantikan oleh semua warga. “Karena sekali lagi, kami hanya ingin membagi kenikmatan ini kepada saudara-saudara kami yang nonmuslim, tanpa ada tendensi atau tujuan-tujuan lain,” lanjut Praptowo.

Kegiatan makan siang bersama ini dinilai positif oleh warga masyarakat nonmuslim yang ada di wilayah tersebut. Siska, Ketua Lingkungan Matius, Paroki Santa Maria Assumpta Gamping menuturkan, kegiatan ini sangat mereka syukuri, karena tidak semua tempat melakukan kegiatan serupa.

“Tidak hanya saat Idul Kurban seperti ini, kebersamaan dalam keberagaman ini selalu kami lakukan dalam setiap kegiatan masyarakat. Terkait kegiatan ini, kami ucapkan profisiat kepada yang telah mengundang kami. Bukan karena pembagian dagingnya, tapi kebersamaan yang terjalin, masyarakat saling berbagi, dan cinta kasih selalu ada dalam setiap sisi kehidupan bermasyarakat,” tutur Siska penuh semangat.

Praptowo maupun Siska sama-sama berharap kegiatan seperti ini bisa diadopsi oleh wilayah-wilayah lainnya, karena bisa memupuk kekompakan, kebersamaan, serta persatuan warga masyarakat. Dari lingkup wilayah yang kecil, diharapkan bisa menularkan semangat persatuan ini ke wilayah lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *