YOGYAKARTA-Setiap hari manusia tak dapat dipisahkan dari sampah pribadi maupun keluarga. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), rata-rata satu orang Indonesia menghasilkan sekitar 0,7–1 kg sampah per hari. Jumlah penduduk mencapai lebih dari 270 juta jiwa, maka Indonesia setiap hari menghasilkan sampah lebih dari 175.000 ton.
Persoalan sampah itulah yang mengilhami dosen Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Dra. L. Indah Murwani Y, M.Si., dan tim untuk melakukan penelitian berkaitan dengan persoalan sampah. Beberapa waktu lalu, dedikasi ini pun berbuah anugerah yang menggembirakan. Ia bersama tim berhasil meraih penghargaan Best Paper 1 melalui paper berjudul “A Community-Based Composting Experiment Along the Gajah Wong River: Evaluating Biowash and Vermicomposting LOSIDA Systems in Muja Muju, Yogyakarta”.
Pengabdian Indah dan tim diwujudkan melalui penelitian pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat di kawasan Sungai Gajah Wong, Yogyakarta. Penelitian ini berfokus pada pengolahan sampah dapur melalui vermicomposting yang memanfaatkan cacing dan penggunaan biokatalis.
Penelitian ini merupakan bagian dari program Living Lab Sungai yang berfokus pada pengelolaan sampah di sekitar Sungai Code, Sungai Winongo, dan Sungai Gajah Wong. Menurut Indah, Kelurahan Muja Muju menjadi salah satu lokasi percontohan dalam penerapan metode pengolahan sampah tersebut.
Dalam pelaksanaannya, warga ajak dan dilibatkan secara langsung untuk mengolah sampah dapur menggunakan metode yang sederhana dan mudah diterapkan. Salah satunya melalui sistem LOSIDA (lodong sisa dapur), yaitu wadah berupa pipa PVC berlubang yang digunakan untuk menampung sampah organik. bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan, metode ini menjadi alternatif yang sungguh efektif untuk pengelolaan sampah.
Menurut Indah, selama tiga bulan pelaksanaan percontohan, warga turut mengamati proses penguraian sampah dan melaporkan perkembangannya secara berkala melalui WhatsApp. Data inilah yang selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui efektivitas metode pengolahan sampah yang digunakan.
“Tujuan utamanya adalah mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai, melainkan mengolah sampah rumah tangga, terutama sampah dapur, menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,” papar Indah.
Keberhasilan percontohan gerakan pengelolaan sampah di Muja Muju ini akhirnya mendorong pengembangan program ke tujuh kalurahan di Kecamatan Umbulharjo. Masyarakat di wilayah ini mulai tertarik mempelajari pengolahan sampah organik. Tidak hanya itu, mereka juga mulai berbudidaya cacing sebagai bagian dari metode vermicomposting.
Program pengelolaan sampah dengan pendekatan berbasis masyarakat ini menurut Indah menjadi salah satu keunggulan papernya. Ia merancang dengan metode untuk mudah digunakan, mudah dipahami dan diterapkan kembali oleh masyarakat di wilayah lain. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan penelitian lanjutan bagi mahasiswa.
”Penyusunan paper dilakukan melalui diskusi dan kolaborasi tim dengan memanfaatkan data dari kegiatan yang dilakukan bersama masyarakat. Kami beryukur atas dukungan perguruan tinggi turut membantu pelaksanaan program. Sehingga hal ini menjadi berkembang sebagai bagian dari program Living Lab,” tambah Indah.
Penghargaan Best Paper 1 ini menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya pengembangan pengetahuan yang tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah. Hal ini justru memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, tim berharap pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan.
Keberhasilan meraih Best Paper 1 yang dilakukan Indah dan tim adalah apresiasi pengabdiannya. Hal ini kata Indah, adalah perwujudan integrasi tri dharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Semoga hasil penelitian ini tidak hanya dipublikasikan saja. Ia berharap dapat diterapkan dalam pembelajaran dan memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat.







