Sudah menjadi acara rutin dan wajib bagi seluruh keluarga besar SMP Eksperimental Mangunan, Kalasan, Sleman, D.I. Yogyakarta untuk melaksanakan kegiatan Puncak Festival Literasi di setiap akhir semester.
Kegiatan ini menjadi sebuah perayaan kegembiraan mengakhiri proses pembelajaran proyek yang sudah dilaksanakan oleh seluruh siswa dan guru. Meskipun sudah dilaksanakan secara rutin, tetapi selalu ada hal baru yang ditampilkan di dalam kegiatan ini.
Merujuk pada konsep belajar yang digagas oleh Rm. YB Mangunwijaya sebagai pendiri Sekolah Eksperimental Mangunan, proses belajar bagi anak-anak haruslah menggembirakan. Setiap anak harus dapat menikmati proses belajarnya dalam suasana penuh kegembiraan.
Anak harus kerasan di sekolah dalam berdinamika dengan teman-temannya sehingga mampu menemukan potensi yang dimiliki dan mengembangkannya secara optimal.

Puncak Festival Literasi tahun ini mengusung tema “Berlajar Hidup Bersama itu Membahagiakan”. Melalui tema ini, anak-anak diajak untuk merasakan kegembiraan dan kebahagiaan saat belajar hidup bersama dengan orang-orang di sekitarnya. Belajar bersama teman, guru, orang tua, bahkan juga masyarakat sekitar.
Dari tema tersebut, kemudian lebih dioperasionalkan lagi menjadi dua subtema, yaitu “Gen-Z Belajar Hidup” dan “What a Wonderfull World”. Dengan dua subtema inilah anak-anak, guru, dan orang tua berproses bersama untuk mendukung perkembangan anak agar dapat berkembang optimal seluruh potensi yang dimilikinya.
Dalam konsep pembelajaran berbasis proyek, anak-anak didampingi untuk menemukan kegelisahan dan keprihatinannya atas kondisi di lingkungan sekitarnya yang membutuhkan tindakan atau langkah konkret untuk mengatasinya.
Tindakan yang diharapkan tidak harus sesuatu yang besar, tetapi yang sungguh-sungguh bisa diaplikasikan di lingkungan sekitar. Pada kegiatan Puncak Festival Literasi inilah saatnya seluruh siswa mempertanggungjawabkan proyek yang sudah dilakukannya.
Anak-anak diberikan ruang untuk melakukan display hasil karya proyeknya atau bisa juga dalam bentuk performance atau pemutaran film. Pada kesempatan itulah anak-anak akan mempresentasikan proyeknya kepada khalayak, baik internal sekolah maupun eksternal (anak dari unit TK dan SD, orang tua, dan masyarakat sekitar sekolah).
Presentasi proyek ini dilaksanakan pada hari Selasa – Kamis, 21-23 November 2023 yang diselingi dengan pentas kreasi dari Sanggar Minat Bakat. Jumat, 24 November 2023, anak-anak akan menampilkan hasil belajar mereka di kelas Sanggar Ekspresi meliputi Kelas Menari, Kelas Teater, Kelas Ansamble, Kelas Paduan Suara, Kelas Fotografi, Kelas Beladiri, Kelas Sejarah, Kelas Menggambar, Kelas Karawitan, dan Kelas Creative Writing. Masing-masing kelas akan menampilkan hasil belajarnya selama satu semester. Selain mempresentasikan secara klasikal peminatan, ada juga pentas kolaborasi dari dua atau lebih kelas ekspresi.
Pelaksanaan PFL 2023 ini didahului dengan kirab bersama seluruh keluarga besar SMP Eksperimental Mangunan mengelilingi kampung Cupuwatu II sambil menyapa warga dan mengucapkan terima kasih sudah boleh belajar bersama melaksanakan proyeknya bersama dengan masyarakat.
Secara garis besar, proses belajar anak-anak di SMP Eksperimental Mangunan adalah untuk “Nguripi Urip” atau menghidupi hidupnya agar makin “migunani” (bermanfaat) untuk sesama. Proses inilah yang dijalani oleh seluruh siswa dan guru di sekolah ini.

Dengan menghayati keyakinan bahwa semua orang adalah guru dan semua orang adalah murid, anak tidak lagi diposisikan sebagai objek pembelajaran, tetapi justru subjek yang memiliki kebebasan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Posisi sekolah ini sengaja memilih lokasi di tengah masyarakat, bahkan tanpa tembok dan pagar penyekat karena menghidupi prinsip yang diyakini oleh Rm. Mangun bahwa sekolah adalah masyarakat dan masyarakat adalah sekolah sehingga memungkinkan anak-anak belajar di mana saja dan kapan saja di tengah-tengah masyarakat.
Dengan merayakan Puncak Festival Literasi ini, anak-anak, guru, orang tua, dan semua pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran diharapkan mampu mensyukuri sekaligus merefleksi proses yang sudah terlaksana, di sisi lain juga bersiap untuk melaksanakan proses dalam pembelajaran berbasis proyek di semester berikutnya. Merdeka belajar dan belajar dalam kemerdekaan.
August W. Aji
Wakasek Bidang Humas SMP Eksperimental Mangunan














