Siswa SMP Kanisius Kalasan, Menjadi Pribadi Unggul dan Inspiratif

Papan Tulis883 Views

Pendidikan bagi suatu negara memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Dari pembangunan nasional diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. SDM yang berkualitas merupakan sumber daya yang menunjukkan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang diikuti dengan karakter diri yang baik. Untuk membentuk karakter diri seseorang, dibutuhkan adanya pendidikan.

Pasal 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan, “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.”

Lebih lanjut dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 mengenai fungsi pendidikan nasional disebutkan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Amanah pasal tersebut bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, tetapi juga berkarakter sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan memiliki karakter yang baik.

Mengasah kekompakan dan kerja sama dalam wide games estafet tali Latihan Kepanduan siswa kelas 8.

SMP Kanisius Kalasan merupakan salah satu sekolah swasta Katolik yang berada di daerah Krajan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sekolah ini mengusung tagline “Karakter Hebat, Prestasi Dapat” dan berkomitmen mengarahkan peserta didik untuk berkarakter dan berpengetahuan sebagai pribadi yang memiliki kecakapan kontekstual untuk berkembang secara utuh dalam olah pikir, olah rasa, dan olah kehendak. Hal ini tentunya selaras dengan tujuan pendidikan nasional yang diatur dalam undang-undang.

Lembaga pendidikan sebagai tempat untuk menimba ilmu bagi para peserta didik memiliki tugas dan tanggung jawab dalam proses pembentukan karakter melalui proses pembelajaran. SMP Kanisius Kalasan sebagai salah satu lembaga pendidikan turut ambil bagian dalam pembentukan karakter peserta didik melalui formasi-formasi kegiatan dan penguatan profil pelajar Pancasila yang sudah dirancang dalam satu tahun ajaran.

Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Orang yang memiliki kecerdasan budi pekerti itu senantiasa memikir-mikirkan dan merasa-rasakan serta selalu memakai ukuran, timbangan, dan dasar-dasar yang pasti dan tetap.

Budi pekerti, watak, atau karakter bermakna bersatunya gerak pikiran, perasaan, dan kehendak atau kemauan, yang menimbulkan tenaga. Dengan “budi pekerti”, tiap-tiap manusia berdiri sebagai manusia merdeka (berpribadi), yang memerintah atau menguasai diri sendiri.

Dinamika pembelajaran yang membentuk karakter peserta didik dan memperkuat profil pelajar Pancasila antara lain Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) dan Latihan Kepanduan Siswa (LKS). LKTD dan LKS menjadi formasi pembentukan karakter yang mengasah budi pekerti dan mengarahkan peserta didik untuk melatih serta mengembangkan kecakapan menjadi seorang pemimpin.

LKTD dan LKS merupakan bagian dari kegiatan pembentukan kepribadian peserta didik seperti tertuang dalam visi SMP Kanisius Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni “Sebagai Komunitas Pendidikan yang Trasformatif dan Menumbuhkan Kemerdekaan Berpikir demi Terwujudnya Sekolah yang Unggul, Peduli, dan Melayani”.

Kegiatan LKTD dengan tema menjadi pribadi unggul diperuntukkan bagi peserta didik kelas 7 diharapkan mampu membentuk semangat kepemimpinan yang bermutu, baik unggul secara fisik, mental maupun pikiran untuk dirinya maupun orang di sekitarnya yang dibangun berdasarkan kesadaran diri, ingenuitas, cinta kasih, dan heroisme.

Sedangkan kegiatan LKS dengan tema menjadi pribadi inspiratif diperuntukkan bagi peserta didik kelas 8 untuk mempertajam penghayatan nilai-nilai Kanisius dan menghidupinya pada dinamika yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menjadi pribadi yang menginspirasi dan berdaya ubah.

Bentuk kegiatan selama LKTD bagi peserta didik kelas 7 terdiri dari 1) kegiatan pra-LKTD; 2) pendalaman dinamika MPLS (nilai-nilai Kanisius, Visi, tagline, dan examen) dan pengantar; 3) sharing kelebihan dan kelemahan diri untuk meningkatkan rasa percaya diri dalam menyampaikan pendapat di hadapan orang lain serta kolaborasi kelompok untuk membuat puisi berdasarkan hasil sharing dalam kelompok; 4) dinamika kelompok meliputi wide games sebagai sarana untuk menanamkan butir-butir kepemimpinan dan sharing kelompok sebagai sarana untuk berbagi pengalaman dan peneguhan antarpeserta; dan 5) journaling/refleksi.

Bentuk kegiatan selama LKS bagi peserta didik kelas 8 terdiri dari 1) kegiatan pra-LKS; 2) mengenal diri melalui Jendela Johari (Joe Harry window) untuk meningkatkan pemahaman diri dan komunikasi interpersonal dengan mengidentifikasi dan mengelola informasi yang diketahui dan tidak diketahui tentang diri seseorang dalam konteks interaksi; 3) orasi keprihatinan penerapan nilai-nilai Kanisius (melatih komunikasi dan mental); 4) visualisasi melalui teater mini untuk melatih kepekaan dan kepedulian; 5) dinamika kelompok melalui wide games komunikata dan estafet tali serta sharing kelompok untuk melatih kerja sama, kekompakan dan kreativitas, serta sarana berbagi pengalaman; 6) peneguhan dan refleksi.

Memecahkan masalah dalam wide games LKTD kelas 7.

Formasi kegiatan yang sudah dilaksanakan menjadi pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta didik dan memicu semangat serta daya juang mereka untuk secara nyata menjadi pribadi yang unggul dan inspiratif. Semangat kepemimpinan ini, semoga menjadi cara hidup yang dihayati secara konsisten untuk mewujudkan profil peserta didik SMP Kanisius Kalasan yang unggul, jujur, peduli, disiplin, dan merdeka sehingga tagline SMP Kanisius Kalasan “Karakter Hebat Prestasi Dapat” benar-benar terwujud.

Heffi Widyaningrum, S.Pd.Si. (Guru SMP Kanisius Kalasan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *