Semangat Seperti Malaikat, Rela Menolong Sesama

News1647 Views

Bantul. Setelah kurang lebih satu tahun bekerja, kepanitiaan hari jadi ke-90 Paroki St. Yakobus Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dibubarkan pada Rabu, 2 Oktober 2023.

Kepanitiaan ini dikukuhkan pada Sabtu, 23 September 2023 oleh Rm. Yohanes Rasul Edy Purwanto, Pr selaku Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang (Vikjen KAS) saat itu usai menerimakan Sakramen Krisma di Gereja St. Yakobus Bantul.

Penutupan kegiatan dan kepanitiaan ditandai dengan Misa Syukur yang dipimpin Pastor Kepala Paroki St. Yakobus Bantul, Rm. Laurentius Dwi Agus Merdi Nugroho, Pr.

Rm. Merdi menyatakan, Misa ini merupakan ungkapan syukur atas penyertaan dan berkat Tuhan, karena acara yang diprogramkan bersama dalam rangka merayakan 90 tahun Paroki St. Yakobus Bantul sebagian besar boleh berjalan dengan baik dan lancar. “Kekurangan di sana-sini tentu akan dijadikan sebagai bentuk evaluasi untuk memperbaiki kita menjadi lebih baik pada kesempatan mendatang,” ucapnya bijak.

Rm. Laurentius Dwi Agus Merdi Nugroho, Pr. Keberhasilan acara demi acara bukan karena jasa dari satu atau dua orang yang amat dominan.

Ia lantas menyebutkan sejumlah agenda yang telah dilaksanakan, dimulai dengan pembentukan panitia, sayembara logo, rangkaian novena, serta pendampingan dan seminar dan ekonomi keluarga atau rumah tangga.

Selain itu, remaja dan anak muda yang membutuhkan pendampingan terkait kesehatan mental, difasilitasi dengan seminar mental health.

Kegiatan bersifat hiburan antara lain konser orang muda Katolik (OMK), ketoprak, serta jalan sehat dengan aneka macam hadiah atau doorprize. Ada pula pemeriksaan kesehatan, donor darah, kenduri, dan lain sebagainya.

“Puncak perayaan syukur dengan Misa yang dipimpin Bapa Uskup kita (Mgr. Robertus Rubiyatmoko), yang selama beberapa tahun tidak bisa dan selalu berhalangan. Pada 1 Agustus 2024, panitia juga agak deg-degan, tetapi pada akhirnya Bapa Uskup menyatakan bisa hadir dan memimpin Misa pada tanggal itu,” ungkap Rm. Merdi.

Menurutnya, semua ini dapat terlaksana berkat dan penyertaan Tuhan. Rm. Merdi lantas mengingatkan, keberhasilan acara demi acara tersebut bukan karena jasa dari satu atau dua orang yang amat dominan, tetapi dilakukan oleh semua umat sebagai Gereja yang masih berziarah.

Terkait dengan hari peringatan Para Malaikat Pelindung yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober, Rm. Merdi menjelaskan makna kata “malaikat” yang berasal dari kata “mal’akh” (bahasa Ibrani, artinya “utusan”) yang berperan sebagai penolong.

Bersama dengan malaikat pelindungnya, sebut Rm. Merdi, umat Paroki St. Yakobus Bantul mempunyai kerelaan untuk saling bekerja sama, bersinergi, dan bersinode dalam mewujudkan perayaan yang sangat istimewa pada tahun ini. “Maka, ini adalah perayaan syukur kita bersama. Tidak hanya kita, tetapi juga bersama para malaikat yang tidak kelihatan. Ketika kita punya kerelaan hati untuk menolong, itu juga karena kehadiran para malaikat, angels dalam bahasa Inggris, bukan angel dalam bahasa Jawa yang berarti ‘susah’, susah menolong,” urainya.

Rm. Merdi pun berharap para panitia mempunyai semangat seperti para malaikat yang rela menolong sesama. “Semoga kita tidak berhenti dalam sikap syukur bersama seluruh umat dan panitia, tetapi untuk seterusnya juga aktif di dalam aneka macam kegiatan di gereja,” harapnya.

Ia pun berpesan, jika memang ada sisa dana, akan digunakan sebagai upaya modal usaha paroki yang sudah memulai dengan mempunyai toko benda rohani.

Terkait dengan lagu Mars St. Yakobus yang telah didengungkan berulang-ulang, Rm. Merdi berharap lagu yang diciptakan oleh beberapa umat paroki ini terus dilanjutkan untuk dinyanyikan sebelum Misa dimulai.

“Tugas yang belum dilaksanakan adalah menyampaikan piagam penghormatan serta ungkapan kasih dan terima kasih kepada mereka. Bukan hanya satu orang, karena ada pihak penyempurna lagu selain penciptanya. Ini nanti juga akan menjadi tugas dari panitia untuk segera dilaksanakan,” pesan Rm. Merdi lagi.

Antonius Purnawan Wijanarko. Semangat St. Yakobus tidak pernah usai dan akan terus menjiwai setiap pikiran, ucapan, dan perilaku.

Selanjutnya, Antonius Purnawan Wijanarko selaku Ketua I Panitia HUT ke-90 Paroki Santo Yakobus Bantul mengatakan semua agenda perayaan bisa berjalan dengan baik justru karena tim-tim kerja yang bisa diandalkan dalam bersama-sama menyiapkan segala sesuatunya.

Peringatan hari jadi Paroki St. Yakobus Bantul dengan tema “St. Yakobus Meneguhkan Iman, Memperkokoh Persaudaraan, dan Menjiwai Pelayanan” sudah selesai. “Tapi kita yakin, semangat St. Yakobus tidak pernah usai dan akan terus menjiwai setiap pikiran, ucapan, dan perilaku kita,” ujarnya di hadapan seluruh panitia.

Ia pun mengutip pesan Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko dan Vikaris Episkopal Kevikepan Yogyakarta Barat Rm. Alfonsus Rodriguez Yudono Suwondo, Pr.

“Bapa Uskup berpesan, ‘Umat Paroki St. Yakobus Bantul terlihat jelas guyub dan rukun. Itu yang harus kita jaga.’ Sedangkan Romo Vikep mengatakan, ‘Umat Paroki St. Yakobus Bantul tampak bahagia. Wajah mereka menampakkan itu semua.’ Semoga dengan pesan itu, kita semua, umat Paroki St. Yakobus Bantul, semakin guyub, rukun, dan selalu hidup bahagia,” pungkas Anton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *