Salib yang Diberkati Paus untuk Gereja di Apau Kayan

News1581 Views

Malinau, Kaltara. Gereja Paroki St. Lukas, Apau Kayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara merayakan ulang tahun ke-25. Karena gereja sedang dalam renovasi pascakebakaran, maka perayaan ulang tahun dipindahkan di Stasi St. Maria Goreti Agung Baru, Sungai Boh.

Perayaan ini sekaligus merayakan Natal 2023 bersama umat Katolik se-Apau Kayan. Sekitar 500 umat dari berbagai stasi hadir dalam acara puncak yang berlangsung pada Selasa, 19 Desember 2023.

Dalam momen ini, sebuah salib yang telah diberkati Paus Fransiskus diserahkan. Penyerahan dilakukan dengan cara estafet. Dari A.M. Putut Prabantoro, salib diserahkan kepada Pastor Stasi St. Maria Goreti Agung Baru, Rm. Damianus Triwidaryadi Pr, kemudian lanjut diserahkan kepada Pastor Paroki St. Lukas Apau Kayan, Rm. Sixtus Pr.

Perayaan dihadiri Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, Sekda Ernest Silvanus, Dandim 0910/Malinau Letkol Inf. Alisun dan rombongan Forkompinda lainnya, Taprof Bid. Ideologi Lemhannas RI, A.M. Putut Prabantoro, anggota DPRD Malinau Eva Christine Agustina, serta Gora Kunjana dari Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI).

Wujud salib yang diberikan untuk Gereja Paroki St. Lukas, Apau Kayan.

Rm. Sixtus mengucapkan terima kasih kepada A.M. Putut Prabantoro yang telah beberapa kali bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan. Salib yang diberkati Paus Fransiskus itu akan menjadi berkah bagi Paroki St. Lukas Apau Kayan dan umat Katoliknya. Rm. Sixtus berpesan kepada A.M. Putut Prabantoro, “Jika bertemu dengan Paus Fransiskus lagi, jangan lupa membawakan rosario untuk diri saya.”

Setelah prosesi penerimaan salib yang diberkati Paus Fransiskus, Rm. Sixtus kemudian menunjukkan salib tersebut kepada ratusan umat Paroki St. Lukas yang hadir. Salib yang diberikan tidak besar, hanya setinggi 15 sentimeter dan berwarna kuning keemasan. Pada setiap ujung terdapat ornamen khusus. Salib itu memiliki tempat untuk membuatnya berdiri dengan sistem ulir.

Menanggapi peristiwa penyerahan salib ini, Bupati Malinau Wempi M. Mawa mengatakan dirinya menyimak dengan seksama apa yang terjadi. Oleh karena itu, untuk menghormati sekaligus menyatakan cintanya kepada dua pastor yang berada di tempat terpencil itu, dirinya selaku pemerintah daerah memberi hadiah berupa ziarah ke Vatikan dan Roma pada tahun 2024.

Rm. Sixtus dan Rm. Damianus spontan terbengong, tidak menyangka atas anugerah yang luar biasa tersebut. Hal ini mengingat pemberian salib tersebut bersifat spontan dan tidak diketahui siapa-siapa. Hanya memang disepakati kedua pastor tersebut bahwa penyerahan salib yang diberkati Paus Fransiskus itu hendaknya diketahui umat St Lukas, Apau Kayan, Malinau, Kaltara.

Rm. Sixtus Pr menunjukkan salib yang telah diberkati Paus Fransiskus kepada para umat.

Tempuh banjir

Paroki St. Lukas Apau Kayan berpusat di Desa Long Ampung, Kecamatan Kayan Selatan, Malinau, Kaltara. Wilayah Paroki Apau Kayan meliputi tiga kecamatan yang termasuk daerah pemerintahan Kabupaten Malinau. Tiga kecamatan yang menjadi wilayah pelayanan pastoral Paroki Apau Kayan meliputi Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Kayan Selatan, dan Kecamatan Sungai Boh.

Kecamatan Kayan Hulu dan Selatan adalah daerah perbatasan dengan negara Malaysia, Serawak bagian timur. Wilayah ini disebut Apau Kayan karena berada di wilayah perbukitan yang dilalui Sungai Kayan atau daerah hulunya Sungai Kayan.

Sebagai paroki, Gereja St. Lukas Apau Kayan memiliki enam stasi yang terdiri dari Stasi Agung Baru St. Maria Goreti Kecamatan Sungai Boh, Stasi Lebusan St. Tarsisius (mencakup Desa Long Lebusan, Kecamatan Sungai Boh), Stasi Dumu Mahak St. Markus (mencakup Desa Dumu Mahak, Kecamatan Sungai Boh), Stasi Long Nawang (mencakup Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu), Stasi Lidung Payau St. Sisilia (mencakup Desa Lidung Payau, Kecamatan Kayan Selatan), dan Stasi Sie Barang St. Petrus (mencakup Desa Long Sungai Barang, Kecamatan Kayan Selatan).

Selain terisolasi, mereka sangat sulit berkomunikasi dengan dunia luar sekalipun memiliki ponsel. Selain sinyal yang sulit, ponsel juga merupakan barang mahal. Selain itu, untuk menembus daerah-daerah yang terisolasi tersebut, hanya ada satu moda trasportasi, yaitu pesawat dari Malinau ke Long Ampung atau Malinau ke Mahak, Sungai Boh untuk kemudian dilanjutkan dengan menggunakan berbagai moda transportasi, termasuk jalan kaki ke daerah-daerah tersebut.

Tidak mudah bagi umat untuk menghadiri perayaan ulang tahun sekaligus Natal 2023 di tempat ini. Mengingat medan yang sulit serta jarangnya alat transportasi, umat stasi dan bahkan Paroki St. Lukas sendiri harus menggunakan berbagai moda transportasi.

Perjalanan dari Long Ampung ke Stasi Agung Baru, misalnya, ditempuh dalam waktu setengah hari dengan perahu motor dan jalan kaki. Sementara jika dari Stasi Dumu Mahak ke Stasi Agung Baru akan ditempuh dengan naik sampan dan kemudian jalan kaki selama tiga jam. Namun, di beberapa tempat, sungai meluap menyebabkan perjalanan menuju tempat perayaan di Agung Baru, Sungai Boh memakan waktu lebih lama.

Kehadiran lebih dari 500 umat dalam perayaan ini merupakan perjuangan sendiri. Biaya sewa kendaraan dengan 10 penumpang dari Long Ampung ke Agung Baru sekitar Rp 8 juta. Menurut Rm. Damianus, dibutuhkan 10 kendaraan untuk membawa umat yang ingin berpartisipasi ke Desa Agung Baru, Sungai Boh. Sementara dari desa lain, selain menggunakan mobil, naik sepeda motor atau berjalan kaki merupakan pilihan yang harus diputuskan untuk sampai di tempat acara. Jembatan putus ataupun rusak tidak menyurutkan keinginan umat untuk bersukaria.

Kelelahan umat itu terbayarkan ketika penyanyi Maria Calista mengajak seluruh hadirin bergoyang. Tidak hanya orang tua, anak muda, anak-anak, tetapi juga rombongan Forkompinda Kabupaten Malinau bergoyang dengan penuh kegembiraan. Semua spontan, menyatu, dan saling berkumpul berdasarkan usia. Para ibu tidak mau kalah dengan kelompok para bapak yang menunjukkan kegairahan menari. Mereka menunjukkan kebolehan dalam menari. Para remaja menari dengan cara dan gayanya sendiri.

Sebelum puncak acara, dilaksanakan pertandingan eksibisi antara Forkompinda Kabupaten Malinau dan umat Katolik. Sepak bola dimenangkan oleh Forkompinda Kabupaten Malinau dan bola voli diperuntukkan bagi para ibu Forkompinda serta ibu-ibu setempat.

A.M. Putut Prabantoro, Taprof Bid. Ideologi Lemhannas RI, menjadi narasumber wawasan kebangsaan dengan tema “Apau Kayan dan Masa Depan Indonesia”. Putut Prabantoro meminta para orangtua untuk mempersiapkan para remajanya untuk menjadi pemimpin nasional. “Tinggal 22 tahun jika dihitung dari tahun 2023, waktu yang tersedia untuk mempersiapkan para remaja menjadi pemimpin nasional,” ucap Putut mengingatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *