Yogyakarta-Romo Bernhard Kieser, SJ, pastor kelahiran Jerman yang telah berkarya an mendedikasikan hidupnya untuk Gereja di Indonesia berpulang menghadap Tuhan, Sabtu, 6 Juni 2026. Ia wafat di RS Panti Rapih Yogyakarta. Romo Kieser akan dimakamkan Senin, 8 Juni 2026 di Makam Taman Maria Dama, Girisonta, Ungaran, Jawa Tengah.
Sebelum di makamkan, jenazah Romo Kieser akan di semayamkan di Kolese Santo Ignatius Yogyakarta tempat tinggal dan berkaryanya selama ini. Minggu, 7 Juni sore pukul 17.00 WIB akan diakan Misa Requem, penghormatan dan mengenang beliau. Dan Senin pagi akan diberangkatkan ke Girisonta.
Romo Kieser wafat pada usia 88 tahun. Ia sendiri lahir pada tahun 1938 di Jerman. Sejak tahun 1960an ia sudah berada di Indonesia dan menjadi calon Imam. Romo Bernhard Kieser, SJ adalah seorang Doktor Teologi dan mendedikasikan hidup dan panggilannya menjadi pengajar di Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Sumbang sih dalam bidang keilmuan yang ditekuninya telah ia berikan kepada siapapun yang belajar di Fakultas Teologi Wedabakti USD dan kepada siapapun yang berjumpa kepadanya. Keilmuan Iman dan Wahyu, Moral sebagai Tugas Komunikasi, Globalisasi dan Moral mejadi konsennya.
Romo Kieser tidak saja berdedikasi di kampus saja. Ia pun juga memberikan keterlibatan umat dalam hidup bermasyarakat. Ia merintis Rumah Pingit dan peduli pada persoalan-persoalan sosial kemanusian.
Alfred Benediktus, seorang mantan mahasiswa Romo Kieser ketika berkuliah di FTW USD, di Kompasiana mengatakan Teologi bukanlah menara gading tempat para pemikir mengasingkan diri dari dunia.
Menurutnya teologi adalah jalan berdebu dan terjal, di mana seseorang harus bersedia keluar dari dirinya sendiri, berkeringat, berjerih lelah, bahkan berdarah-darah bersama umat. Itulah warisan paling berharga yang ditinggalkan oleh Dr. Bernhard Kieser, SJ kepada para mahasiswanya, para calon imam di Fakultas Teologi Wedabhakti, Universitas Sanata Dharma.
“Hari ini, sang teolog moral asal Jerman yang telah menghibahkan separuh lebih hidupnya untuk umat di Indonesia itu telah menyelesaikan peziarahannya. Pada usia 88 tahun, ia menghembuskan napas terakhirnya di RS Panti Rapih. Kepergiannya tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga sebuah panggilan yang terus menggema bagi siapa saja yang pernah mendengarkan pengajarannya,” kenang di Alfred.

Romo Kieser pun terlibat dalam pendampingan kepada para narapidana di Lapas Wirogunan Yogyakarta. Ia bahkan menjadi bapak rohani bagi Mary Jane Veloso, perempuan asal Filipina korban berdangan manusia yang terjerat hukum yang mengkorbankannya dalam kasus narkoba.
Bahkan jauh sebelum mendampingi secara intens kepad Mary Jane Romo Kieser pun bersaksi di Pengadilan Sleman Yogyakarta di tahun 2015. Ketika kembali ke negaranya Mary Jane pun pamit dan salam untuk Romo Kieser, hal ini seperti dimuat utusan.net. Mary Jane akan Kembali ke Filipina, Ada Pesan untuk Rm. Kieser, SJ
Selamat jalan. Damai di Surga Romo Kieser. Terima kasih atas segala hal yang telah Romo berikan untuk Gereja, negara dan kemanusiaan.








