Yogyakarta. Memperingati Hari Pahlawan, Gereja Katolik St. Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta menggelar Ekaristi Kaum Muda (EKM) dengan mengangkat tema “Men and Woman 4 Others”, Minggu, 10 November 2024. Tema ini mengajak kaum muda untuk menyadari bahwa setiap pribadi memiliki potensi untuk menjadi pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.
Misa yang dipimpin Rm. Vincentius Doni Erlangga Satriawan, SJ ini dimulai dengan pemutaran video dokumentasi yang memperlihatkan kegiatan pelayanan para volunteer muda di Perkampungan Sosial Pingit (PSP) Yogyakarta. Dalam tayangan tersebut, umat menyaksikan aksi kaum muda dalam mendampingi anak-anak yang berasal dari latar belakang ekonomi yang sulit serta terbatas dalam hal pendidikan.

Rm. Doni mengundang dua orang muda untuk berbagi pengalaman mereka saat melayani di perkampungan tersebut, yaitu dr. Roberta Andriani dan Andan. Keduanya bercerita tentang tantangan yang dihadapi saat mendampingi anak-anak di sana. Anak-anak yang sebagian besar berasal dari keluarga pekerja informal, kerap kali menunjukkan sikap pesimistis, sulit berkomunikasi, dan kurang motivasi.
Andan mengisahkan bagaimana ia dan rekan-rekannya berusaha menanamkan nilai optimisme dan kedisiplinan pada anak-anak. Salah satu tantangan utama yang dihadapinya adalah mengajarkan anak-anak untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, karena sehari-hari mereka menggunakan bahasa Jawa. Ia juga berusaha membantu mereka memahami pentingnya keterampilan dasar seperti matematika yang dapat mendukung kebutuhan hidup mereka.
Roberta, seorang dokter umum yang sedang menempuh studi spesialis bidang psikiatri, berbagi tentang perjalanan pribadinya yang penuh perjuangan hingga akhirnya tergerak melayani sebagai tempat cerita dan dukungan bagi orang lain.
Pengalamannya sebelum terjun pendidikan dokter, yaitu kunjungan ke sebuah panti asuhan, membuatnya terinspirasi untuk mengambil peran sebagai dokter dan pendamping bagi mereka yang membutuhkan. Ia bercerita bahwa meski dirinya pernah berjuang, dengan rasa percaya diri dan kesehatan mental, semangat untuk menjadi pribadi yang siap hadir bagi sesama terus memotivasinya.

Rm. Doni menyimpulkan, “pahlawan” adalah mereka yang berani memberi diri dengan sepenuh hati dan bahagia, dengan landasan kasih yang mendalam kepada Tuhan. Pahlawan sejati, katanya, adalah mereka yang mau hadir untuk sesama, penuh empati, dan tidak mementingkan diri sendiri.
Ia juga mengajak umat untuk merefleksikan, “Apakah kita sudah merasakan cinta yang cukup banyak sehingga kita siap untuk hadir bagi sesama?”
Rm. Doni berharap, semangat kepahlawanan ini menginspirasi semua yang hadir untuk menjadi sosok yang penuh cinta dan kasih kepada orang di sekitar mereka.
Ekaristi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kaum muda untuk terus berkarya, melayani, dan berbagi cinta dengan sesama, menjadikan “Men and Woman 4 Others” sebagai panggilan hidup di tengah masyarakat.













