Keluarga adalah Jalan Kekudusan

Dialog untuk Aksi (DIKSI) Kolese St. Ignatius

News1622 Views

Yogyakarta. Dialog untuk Aksi (DIKSI) kembali dilaksanakan di Kolese St. Ignatius (Kolsani), Kotabaru, Yogyakarta pada Sabtu, 9 November 2024. Kegiatan rutin setiap tahun ini diselenggarakan oleh para romo dan frater Jesuit.

Banyak mahasiswa, religius, dan awam hadir memenuhi ruang rekreasi Kolsani, tempat berlangsungnya acara.

Thomas Becket Pramudita atau akrab dipanggil Fr. Tebe selaku moderator DIKSI 2024 menjelaskan alasan para romo dan frater Jesuit mengambil tema “Keluarga: Masihkah Harta Paling Berharga?”

“Tema ini diangkat karena kami prihatin angka pernikahan keluarga di Gereja Katolik terus mengalami penurunan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan 90% yang hadir dalam DIKSI mengatakan “masih” ketika diminta menjawab pertanyaan, “Masihkah keluarga menjadi harta paling berharga?” dalam tautan pendaftaran.

DIKSI 2024 menjadi menarik karena mendatangkan empat narasumber dari bidang berbeda, yang terdiri dari Paulus Eko Ananto, SH., M.Sc. perwakilan dari DUKCAPIL Bantul, Rm. Yoseph Aris Triyanto, MSF selaku Ketua Komisi Keluarga KAS, dan Albert – Erma Prajartoro selaku Tim Pengolahan Persiapan Hidup Berkeluarga (PPHB) Paroki Kotabaru.

Diskusi diawali DUKCAPIL Bantul banyak membahas mengenai pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian. Koko, sapaan akrab Paulus Eko Ananto, menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan pelaporan perkawinan maupun pencatatan perceraian dengan segala persyaratannya. “Ekonomi adalah sumber dari segala sumber perceraian,” tegasnya.

Setelah mendengarkan penjabaran dari DUKCAPIL, Rm. Aris lantas melanjutkan diskusi. Dalam diskusinya, ia menggarisbawahi keluarga masih menjadi sesuatu yang berharga hingga saat ini. Ia juga menyatakan, “Keluarga adalah jalan kekudusan.”

Narasumber terakhir, pasangan suami istri Albert – Erma Prajartoro menutup diskusi dengan menceritakan kisah hidup perjalanan pernikahan keduanya. “Setiap keluarga itu spesifik dan unik, termasuk masalah di dalam keluarga,” ujar Albert. Ia menekankan bahwa hidup berkeluarga harus percaya dalam setiap masalah yang dihadapi pasti akan ditemukan solusinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *