Orang Muda, Penerus atau Perusak Gereja?

Jendela487 Views

Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Ada masa lalu, ada pula masa sekarang. Sejarah Gereja mencatat bagian masa Yesus berkarya di dunia, masa para rasul mulai menyebarkan ajaran Yesus, kemudian dikenal pula masa bapa gereja.

Manusia terus berkembang seiring perkembangan zaman, begitu pula Gereja harus pula mengikuti perkembangan yang ada. Selama 2000 tahun lebih, Gereja telah menjadi institusi sosial yang memberikan tata nilai, makna hidup, keterlibatan sosial, seni dan ilmu pengetahuan, serta semangat iman yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik.

Pada tahun 2022, jumlah orang muda di dunia mencapai 18% populasi atau sebanyak 1,2 miliar. Jumlah ini makin meningkat setiap tahunnya, menunjukkan bahwa segala aspek di dunia akan mulai dikuasi oleh orang muda, tak terkecuali Gereja sendiri.

Konsili Vatikan II membahas mengenai sikap Gereja terhadap orang muda yang menyatakan pentingnya keterlibatan orang muda, karena mereka menjadi kekuatan yang penting di dalam masyarakat saat ini. Sementara kesadaran akan kepribadian mereka bertambah masak, terdorong oleh gairah hidup dan semangat kerja yang meluap, mereka sanggup memikul tanggung jawab sendiri serta ingin memainkan peran mereka dalam kehidupan sosial dan budaya. Bila gairah itu diresapi oleh semangat Kristus dan dijiwai oleh sikap patuh dan cinta kasih terhadap para Gembala Gereja, boleh diharapkan akan menghasilkan buah yang melimpah.

Revolusi industri 4.0

Revolusi industri 4.0 dimulai tahun 1990-an dengan makin banyaknya jaringan internet dan perangkat komunikasi lainnya untuk membantu manusia berkomunikasi satu sama lain. Terjadi pula perubahan paradigma di tengah zaman ini yang menghasilkan produk yang bisa melampaui fisik dan virtual. Cyber Physical Systems (CPSs) atau sistem digital mengaburkan batas fisik dan virtual dan menghasilkan sistem teknologi baru yang menggeser (terjadi disrupsi) terhadap sistem teknologi lama. Penggunakan CPS untuk menyebarkan, menganalisis, dan menuntun tindakan cerdas dalam pelbagai proses industri telah membuat mesin makin cerdas dan canggih (smarter).

Mgr. Albertus Soegijapranata pernah mengatakan untuk mau bangkit menjadi unggul. Kata unggul diambil karena pada zaman ini penuh dengan teknologi, manusia sendiri menjadi subjek dari sejarah itu sendiri. Maka dari itu, kata unggul sendiri dimaksudkan bahwa manusia harus bisa menguasai atau unggul dalam bidang-bidang yang mengendalikan dunia saat ini seperti teknologi dan sebagainya.

Bangkit sendiri menjadi penyadaran kepada orang muda untuk jangan menjadi objek dari zaman, tetapi menjadi subjek itu sendiri yang dapat mengendalikan teknologi yang sebagai pengendali zaman. Ia juga mengharapkan anak muda memandang sekitar dengan hati dan pikiran yang jernih dan terbuka. Soegijapranata mengajak kita untuk mau sadar dan peka serta bijak dalam melihat konteks zaman yang ada saat ini.

Orang muda menjadi pionir sebagai pewarta kasih Kristus pada zaman ini. Kemampuan mereka sebagai generasi Z untuk menggunakan media sosial harus dimanfaatkan untuk menyebarkan kasih dan pengalaman iman serta penyertaan Tuhan dalam hidup mereka. Media sosial menjadi alat di tangan manusia, bisa menjadi pisau yang tajam. Alat itu bisa digunakan untuk memotong apa saja sesuai kebutuhan, tetapi bisa juga untuk memotong tangan sendiri bahkan membunuh orang lain.

Orang muda haruslah menjadi subjek dari teknologi dan media sosial bukan menjadi objek. Mereka harus mampu dan mau menjadi unggul dari teknologi yang ada saat ini. Orang muda adalah bagian dari perkembangan zaman dan manusia. Perkembangan dan kemajuan itu melalui proses yang sangat panjang di masa lampau, dan akan terus berlangsung hingga masa yang akan datang.

Tantangan orang muda zaman ini memiliki ciri khas yang tidak dilalui oleh orang muda masa lalu. Tuhan memanggil setiap orang muda dalam setiap generasi untuk ikut berperan dengan baik dalam mengembangkan dan membangun Gereja menjadi lebih baik lagi. Orang muda harus mampu mencari dan menemukan perannya yang khas dan menjalankan peran itu dengan baik.

Tantangan juga tidak sedikit, karena di tengah perkembangan teknologi ada juga pandemi yang dulu sempat melanda dunia dan dengan cepat menyebar melalui mobilitas dan kontak satu sama lain. Pandemi meningkatkan perkembangan teknologi yang begitu cepat, khususnya teknologi komunikasi, karena dengan adanya teknologi dan media sosial menciptakan pola relasi baru sehingga orang-orang masih bisa dapat terhubung meski dalam jarak jauh sekalipun.

Keberpihakan pada orang muda

Orang Muda Katolik (OMK), sebagai bagian dari Gereja, bergaung hingga seluruh penjuru dunia. Mereka mendapat perhatian istimewa dari paus dan uskup, termasuk di Indonesia sendiri. Dalam rapat dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), mereka menyetujui adanya events khusus untuk para OMK di Indonesia dan mereka mendukung dengan penuh.

Indonesian Youth Day (IYD) merupakan salah satu event yang diselenggarakan oleh pihak KWI. Selain itu, ada aneka pekan OMK di keuskupan masing-masing. Keberpihakan dengan orang muda ini tidak hanya sekadar strategi demografis di Indonesia, tetapi Gereja Indonesia melihat kasih Allah bagi orang muda sendiri.

Dalam mewujudkan tujuan Yesus sendiri di dunia, ada dua keyakinan penting. Pertama, Gereja harus benar-benar percaya bahwa Allah berkarya dalam diri orang muda dan menginginkan orang muda untuk tetap dalam Gereja-Nya. Kedua, Gereja harus yakin bahwa dengan kebaikan dan kelemahan orang muda, Allah memutuskan untuk selalu menawarkan Gereja bagi mereka supaya “hidup sepenuhnya”.

Pesan Paus St. Yohanes Paulus II tidak hanya melihat orang muda sebagai kelompok usia tertentu. Kepemudaan itu sendiri merupakan sikap memandang masa depan. Kepemudaan sendiri berciri kritis dan sealu ingin tahu tentang banyak hal, keberanian tinggi, semangat yang menggebu, serta kreatif dalam memberikan tanggapan baru mengenai perubahan dunia. Gereja memandang orang muda dalam menjadi aset bagi dunia dan lebih positif.

Davin Firmansyah (Siswa SMA Seminari Mertoyudan)      

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *