Moralitas Intrinsik Siswa: Berbuat Baik Bukan Karena Hukum atau Perintah

Papan Tulis1370 Views

Dalam moralitas, tentu ada kebaikan dan keburukan dalam diri manusia. Kita bisa melihat moralitas intrinsik dari dalam diri manusia sangat berguna bagi kemajuan dan perkembangan. Manusia tentu bisa membedakan yang baik dan yang buruk, apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Namun, moralitas intrinsik yang dipaparkan dalam tulisan ini ingin agar siswa mau belajar tanpa disuruh serta berdoa tanpa perintah dari guru, orang tua, atau orang lain.

Sebagai mahasiswa Teologi, kami mendapat mata kuliah Filsafat Pendidikan. Salah satu materi yang menurut saya menarik adalah moralitas intrinsik. Dalam buku Filsafat Pendidikan dijelaskan, arti moralitas intrinsik ialah penilaian baik atau buruk, adil atau tidak, bukan ditentukan oleh keputusan/pertimbangan manusia yang berkuasa atau instansi yang berkuasa melainkan kesadaran kita dalam arti yang sedalam-dalamnya sebagai manusia (Dewantara, 2017: hlm. 66). 

Contoh, ketika seorang teman meminjam pena dan ada siswa yang memiliki pena lebih, maka bisa meminjamkan kepada teman yang tidak memiliki pena. Ini menunjukkan berbuat baik bukan karena hukum atau perintah, tetapi mau melakukan dengan hati yang tulus maka akan menjadi baik ke depannya.

Contoh lain ketika melihat pengemis yang kelaparan lalu tergerak untuk memberi makan. Hal ini dilakukan bukan karena kasihan, tetapi ingin memberi dengan setulus hati tanpa menuntut imbalan. 

Moralitas intrinsik yang dilakukan (misalnya berdoa, menolong orang lain, atau belajar) bukan hanya kewajiban atau terpaksa, tetapi melakukan dengan senang hati tanpa ada paksaan atau kasihan.

Pelajar Indonesia yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa dan negara seharusnya mampu menanamkan moralitas intrinsik terutama dalam hidup bersama orang-orang di sekitar kita. Caranya antara lain dengan berdoa atau menolong orang lain, belajar bukan hanya kewajiban atau terpaksa, tetapi melakukan dengan senang hati tanpa ada paksaan.

Dengan demikian, pelajar Indonesia kemungkinan kecil atau bahkan tidak ada lagi yang memiliki benih-benih melakukan tindakan jahat atau tidak adil ketika mereka nanti sudah lulus dan bekerja. Tindakan berbuat baik bukan karena hukum atau perintah, tetapi itu sangat baik untuk masa depan siswa dan peduli terharap orang di sekitarnya

 Semoga para pelajar, dengan bimbingan guru dan orang tua, mampu menanamkan moralitas intrinsik dalam dirinya demi masa depan Indonesia yang lebih maju.

Anita Elkel (Mahasiswa STKIP Widya Yuwana Madiun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *