Sleman. Minggu, 24 Maret 2024, ratusan umat Katolik mengikuti prosesi Minggu Palma dari Kapel Santo Yosef Karanglo, Paroki Paroki Santo Yohanes Paulus II Brayut, Sleman, Yogyakarta. Ada yang unik dalam prosesi ini, Romo Paulus Susanto Prawirowardoyo, Pr, Vikaris Paroki Brayut ini menaiki gerobak yang ditarik dua ekor sapi.

Ketika menaiki gerobak ini, Romo Susanto lantas melambaikan tangannya. Gerobak pun berjalan menuju Paroki Brayut II. Umat mengiringi di depan dan belakang. Ratusan umat sudah menanti di kanan dan kiri menuju Gereja Paroki Brayut dengan melambaikan dan nyanyian lagu Yerusalem Lihatlah Rajamu dengan meriah.

Rizal sang driver gerobak mengendalikan gerobaknya dengan senang dan sigap. Sementara temannya bertugas sebagai “kopilot” yang duduk di sebelah belakang kanan dan bertugas mengerem dengan mendorongkan kakinya di belakang ban gerobak.

Di depan gerobak sapi yang dinaiki Romo ini para petugas liturgi dan di belangkangnya umat dengan antusias mengiringi.

Dalam homili singkat menjelang perarakan, Romo Susanto mengatakan bahwa Yesus memasuki Yerusalem bukan untuk bersenang-senang, tetapi untuk mengenapi sabda Tuhan. Tuhan Yesus masuk ke Yerusalem untuk mengalami sengsara, disalib, dan bangkit untuk keselamatan umat manusia.
















