Menampilkan Keindahan di Omah Petroek

Foto361 Views

Sleman. Di Pendapa Omah Petroek Karangklethak, Pakem, Sleman, DIY, 25 perupa dari wilayah Kabupaten Sleman mengadakan pameran Lukisan dengan tema Adem Ayem. Pameran ini berlangsung dari 25 Juli hingga 27 Juli 2024.

Di pendapa samping Kopi Petroek Nusantara ini, lukisan-lukisan indah itu tampil dengan pesan masing-masing yang tak jauh dari nuansa kehidupan lereng Gunung Merapi yang menawarkan adem ayem (kesejukkan).

Sejumlah lukisan dipamerkan di Omah Petroek Karangklethak.

Adem Ayem ini membawa harapan sebuah ekpresi budaya melalui karya seni rupa yang mampu mewujudkan kesejukkan untuk kehidupan. Masyarakat bisa menangkap makna dari pesan-pesan dalam ekspresi para seniman ini. Lukisan-luksan itu mesti mampu menciptakan daya dan kualitas pesan menuju rasa syukur kepada Sang Pencipta akan Sleman yang memiliki keindahan dan keunikan serta kekeyaan dengan Gunung Merapinya.

Romo G.P. Sindhunata, SJ (ketiga dari kanan) menerima potongan tumpeng pada pembukaan pameran.

Budayawan dan Pastor G.P. Sindhunata, SJ dalam orasi pembukaan pameran ini menyebutkan bahwa gunung, sawah, dan sungai adalah pemandangan yang bisa selalu membangkitkan kenangan akan masa kanak-kanak. “Di Sekolah Rakyat dulu, sekarang Sekolah Dasar, dalam pelajaran menggambar, sebagai anak-anak kecil, kita spontan akan segera menggambar pemandangan itu. Rasa keindahan akan pemandangan itu tampaknya adalah rasa keindahan yang paling awali dan autentik dalam hidup manusia, lebih-lebih bagi mereka yang hidup di pedesaan. Jika bisa membangkitkan rasa keindahan tersebut, pastilah dalam gunung, sawah, dan sungai tersimpan juga estetika yang bisa terus digali, dan sewaktu-waktu minta dihidupkan kembali,” ulas Rm. Sindhu.

Seorang pengunjung menyaksikan lukisan para seniman lukis Kabupaten Sleman.

“Kabupaten Sleman adalah kabupaten yang istimewa karena mempunyai Gunung Merapi yang demikian kaya. Bukan hanya kaya dengan keindahan, tapi juga kaya dengan mitos dan sejarah. Gunung Merapi juga memberikan kehidupan dan kesuburan tak terkira bagi warga Sleman, lebih-lebih yang bermukim di lereng-lerengnya. Sawah-sawah hijau menghampar, dan sungai-sungai mengalir jernih. Tentunya pemandangan di sekitar Merapi ini juga memberikan keindahan yang tak boleh kita abaikan. Jika kita mau mencintainya, kekayaan dan keindahan di sekitar Gunung Merapi itu pasti akan memberikan inspirasi bagi seni, estetika dan kebudayaan,” imbuh Rm. Sindhu.

Menurut Rm. Sindhu, Omah Petroek di tlatah Karang Klethak, Wonorejo, Hargobinangun, Pakem adalah salah satu anugerah keindahan yang diberikan oleh Gunung Merapi beserta seluruh kekayaannya. Di Omah Petroek itu tersimpan pelbagai karya seni, baik seni rupa maupun seni sastra. Bahkan, khazanah refleksi intelektual pun tersimpan sebagai harta kekayaan tak terkira di Omah Petroek ini.

Amin Sardjito, Lurah Kalurahan Hargobinangun memberikan sambutan selamat datang dan terima kasih atas terselenggaranya pameran.

Selain museum, baik in-door maupun out-door, di tempat ini ada sebuah ruang yang disebut Sekolahane Pak Petroek. Di tempat itu tersedia perpustakaan kecil serta Pusat Data dan Informasi Kompas. Sekolahane Pak Petroek juga difungsikan sebagai semacam ruang pamer. Terlalu sederhana, bila ruang pamer itu disebut galeri. Ruang pamer itu hanyalah semacam ruang kelas di sekolah. Suasananya terbuka, sebagaimana rumah desa umumnya. Di Sekolahane Pak Petroek inilah sekarang dipamerkan karya-karya perupa, yang kebanyakan berasal dari Sleman.

Pameran ini boleh dibilang unik, karena bertempat di ruang yang terbuka, langsung berhadapan dan dikelilingi dengan halaman dan alam luar. Lain dengan pameran di galeri-galeri yang umumnya berada di gedung-gedung bertembok dan tertutup. Pameran ini terasa demikian sederhana dan apa adanya. Sebab, pameran ini mengambil tempat di semacam sekolah desa, yang bernama Sekolahane Pak Petroek ini.

Romo G.P. Sindhunata, SJ, memberikan orasi budaya.

Kata Rm. Sindhu, pameran ini juga dimaksudkan untuk menggugah kreativitas para perupa yang bermukim di wilayah Sleman. Selayaknyalah mereka tergugah kreativitasnya, karena mereka adalah warga yang kiranya juga hidup dari anugerah keindahan yang diberikan oleh Gunung Merapi. Kiranya, pameran ini merupakan salah satu sarana untuk menyatakan rasa takjub akan keindahan dan kemurahan Gunung Merapi, beserta sungai-sungai dan sawah-sawahnya, serta seluruh pemandangannya.

Pengunjung menyaksikan lukisan bertema Adem Ayem di Omah Petroek.

Rm. Sindhu memungkasi orasinya dengan menyatakan, tepatlah bila pameran di Sekolahane Pak Petroek ini diberi tajuk “Adem Ayem”. Menurutnya, “Adem Ayem” adalah kata yang mengingatkan akan suasana alam yang tenteram dan damai. Adem ayem juga menyiratkan hidup kekeluargaan, kekerabatan, dan kebertetanggaan yang guyup dan rukun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *