Menyalakan Lilin Kecil Karya Komunikasi

Jendela645 Views

Membaca dan menulis sebaiknya menjadi bagian dari kehidupan kita dewasa ini. Karena perolehan dan penyebarluasan informasi, pengetahuan, dan warisan peradaban antara lain melalu dua gerakan itu.

Kebiasaan, tradisi, dan gerakan dua hal itu dapat dimulai dari diri sendiri di keluarga, kemudian terarah di sekolah dan berkembang di masyarakat. Kemajuan seseorang, bangsa, dan negara, serta peradaban dunia, terutama berkat pendidikan, antara lain didukung dengan dinamika membaca dan menulis atau literasi.

Meski peran dan manfaat dari membaca dan menulis dapat diandalkan dalam kehidupan, tetapi belum semua insan menyadari dan memanfaatkan potensi itu. Beraneka macam upaya dalam berbagai skala untuk memajukan gerakan literasi sudah dilaksanakan secara internal, elemen, nasional, dan global, tetapi hasilnya belum terlalu signifikan.

Y.B. Margantoro (kiri) menyerahkan buletin dan buku karya Tim Helena Menulis.

Apakah kita sebagai pembelajar harus menyerah dan bahkan berhenti melakukan hal itu? Kiranya tidak harus demikian. Ibarat di antara suasana gelap, nyala sebuah lilin kecil sudah cukup memberikan terang – apalagi kalau disusul nyala lilin kecil lainnya sehingga ruangan atau suasana gelap menjadi bercahaya terang. Itulah gunanya kita melakukan gerakan kebaikan, betapa pun sederhana atau kecilnya.

Belum atau tidak semangatnya gerakan membaca dan apalagi menulis juga dirasakan oleh sebagian umat di Paroki Santo Yakobus Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal itu diakui oleh beberapa pihak yang pernah berkomunikasi dengan saya tentang kegiatan literasi di wilayah setempat.

Kalau kondisi ini ditarik ke atas, mulai dari kevikepan, keuskupan, sampai konferensi waligereja – sebagai bagian tidak terpisahkan dari masyarakat umum – tentu merupakan keprihatinan tersendiri.

Peserta Kelas HELENA MENULIS Angkatan 1/2025 sepakat menerbitkan sebuah buletin yang direncanakan terbit dua kali setahun.

Para pihak di internal Gereja antara lain melalui komisi komunikasi sosial (komsos) dan eksternal Gereja melalui media Katolik maupun peran wartawan Katolik sudah melaksanakan kegiatan seperti sarasehan, pendidikan dan latihan, atau lomba kepenulisan, media, dan komsos. Tujuannya supaya terwujud kesadaran bermedia, kesadaran berkomsos, sampai menghasilkan karya-karya komsos yang pada dasarnya merupakan pewartaan kabar gembira.

Tentu sudah ada hasil atas segala upaya itu, meski belum menyeluruh dan belum banyak menghasilkan komunikator-komunikator andal. Kalaupun sudah lahir komunikator baru dan terwujud karya budayanya, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi, inovasi, dan kreasi.

Y.B. Margantoro (Wartawan Utama Dewan Pers). Meski peran dan manfaat dari membaca dan menulis dapat diandalkan dalam kehidupan, tetapi belum semua insan menyadari dan memanfaatkan potensi itu.

Kaderisasi dan regenerasi penerus merupakan pekerjaan rumah yang tidak mudah. Pada akhirnya, ladang pengabdian komsos tetap begitu luas dan bermakna, tetapi penggarapnya sedikit.

Sebuah wacana harapan baru lahirnya komunikator muncul dalam perbincangan di Lingkungan Santa Helena, sebuah lingkungan baru di Paroki Santo Yakobus Bantul. Wacana itu kemudian gayung bersambut dan diwujudkan dalam bentuk sarasehan literasi.

Kegiatan ini masih dilanjutkan dengan agenda belajar dan berkarya bersama dalam tujuh kali pertemuan, dialog, membaca, menulis, sampai berdinamika di luar kelas. Enam peserta Kelas HELENA MENULIS Angkatan 1/2025 yakni Elias Eke, Hery Kristiawan, Margaretha Saventi, Sugiyanta, Theresia Dewi Haryanti, dan Y.B. Soponyono sepakat menerbitkan sebuah buletin yang direncanakan terbit dua kali setahun, menerbitkan sebuah buku antologi karya berita dan esai, serta mengadakan lomba menulis tentang Santa Helena.

Buletin TINTA HELENA dan buku PENGHARAPAN DI UJUNG PENA terbit pada Mei 2025, bulan Rosario Bunda Maria.

Puji syukur kepada Tuhan, ketiga kegiatan itu dapat dilaksanakan dengan baik. Dua karya perdana, buletin dan buku, terbit berkenaan dengan momentum Hari Buku Nasional 17 Mei. Sedangkan lomba menulis Santa Helena untuk didedikasikan pada pesta nama 18 Agustus.

Ini semua berkat rahmat dari Yesus Kristus, Bunda Maria, Santa Helena, dukungan pengurus dan umat Lingkungan Santa Helena, Romo Paroki Santo Yakobus Bantul, bernasnews, Majalah UTUSAN, Majalah LITERASI GURU, dan para pihak.

Selamat dan sukses atas kelahiran buletin TINTA HELENA dan buku PENGHARAPAN DI UJUNG PENA pada Mei 2025, bulan Rosario Bunda Maria. Semoga semangat dan karya komunikasi sosial ini tetap terjaga, terawat, memberikan inspirasi dan motivasi, serta menguatkan Iman, Harapan, dan Kasih kita semua.

Y.B. Margantoro (Wartawan Utama Dewan Pers)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *