Menemukan Jejak Keselamatan dalam Perjalanan Iman

Parokipedia154 Views

Persiapan penerimaan Sakramen Penguatan bagi 269 calon Krismawan dan Krismawati Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran tidak berhenti pada pemahaman pengetahuan iman. Para calon Krisma diajak mengalami dan mengolah iman secara lebih personal melalui kegiatan Olah Rohani bertema “Tuhan Sumber Hidupku” yang didampingi Campus Ministry SMA Kolese De Britto Yogyakarta.

Olah rohani menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon penerima Sakramen Penguatan. Melalui proses ini, peserta tidak hanya diajak memahami iman secara intelektual, tetapi juga mengenali pengalaman hidup, mengolah perasaan, menemukan kehadiran Tuhan, serta membangun keberanian untuk menjawab panggilan iman melalui tindakan nyata.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa Pra-Olah Rohani yang berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, di Wisma Rosari lantai 2 Gereja Pugeran dengan pendamping, Johanes de Britto Jorgi Prakosa Sonda, Prima Ibnu Wijaya, dan Christophorus Danang Wahyu Prasetio serta para siswa Campus Ministry SMA Kolese De Britto Yogyakarta.

Pertemuan awal ini menjadi ruang bagi para peserta untuk mempersiapkan disposisi batin sebelum memasuki pengalaman olah rohani yang lebih mendalam.

Dalam tahap pra-olah rohani, peserta diajak melihat kembali cara mereka mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta diajak menyadari tidak semua pilihan yang menyenangkan bagi diri sendiri selalu membawa kebahagiaan dan kepenuhan hidup. Melalui perspektif spiritualitas Ignatian, peserta belajar membedakan antara tujuan dan sarana, antara kebutuhan dan sekadar keinginan atau selera.

Peserta juga diajak memahami makna lepas bebas dan magis. Berbagai hal dalam kehidupan hendaknya digunakan sejauh membantu seseorang mencapai tujuan hidupnya, yakni semakin mengenal, mencintai, dan mengabdi Tuhan.

Dengan demikian, pilihan hidup tidak semata-mata ditentukan oleh apa yang disukai, tetapi oleh apa yang sungguh membawa seseorang kepada kehidupan yang lebih bermakna dan semakin dekat dengan kehendak Tuhan.

Proses ini kemudian dilanjutkan dengan kegiatan utama Olah Rohani pada Sabtu, 3 Oktober 2026 yang masih didampingi SMA Kolese De Britto dengan pendamping Prima Ibnu Wijaya, Al. Prima Adhi Putra, Y. Juni Hariyanto, Rm. Harry Setianto Sunaryo, SJ, dan Chr. Danang Wahyu Prasetio, serta para siswa yang tergabung dalam Campus Ministry.

Peserta diajak memahami makna lepas bebas dan magis.

Kegiatan diawali dari Gereja Santo Yusup Padokan, Jalan Madukismo No. 34, Rogocolo, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Dari tempat ini, para peserta dibagi dalam kelompok-kelompok yang sudah dibentuk berdasarkan nama santo atau santa yang telah dipilih.

Sebelum melaksanakan perjalanan niti laku ini, setiap kelompok membacakan riwayat singkat santo atau santa dengan menyampaikan ajarannya yang dijadikan nama kelompok sekaligus menyampaikan yel-yel yang juga telah dibuat berdasarkan nama kelompoknya. Dalam niti laku ini peserta juga diberikan misi untuk berdialog dengan warga sesuai dengan tema yang telah dipilih oleh kelompok masing-masing.

Perjalanan dengan berjalan kaki atau niti laku ini menuju kawasan Sendang dan Gua Maria Semanggi di Dusun Semanggi, Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Sesampainya di pos istirahat, yaitu Dusun Semanggi ini, para peserta istirahat untuk minum dan snack sambal sharing atas pengalaman perjalan niti laku ini, sekaligus menuliskan komitmen pribadi. Setelah itu peserta melanjutjan perjalanan ke Sendang Semanggi untuk membersihkan diri dengan membasuh muka dan tangan, kemudian dilanjutkan dengan doa pribadi di gua maria semanggi.

Setelah selesai berdoa, para peserta melanjutkan perjalanan ke Gua Maria Gunung Sempu, Tamantirto, Kasihan, Bantul sebagai tujuan akhir. Setelah sampai, para peserta istirahat sebentar kemudian dilanjutkan dinamika masuk dalam kelompok untuk melakukan sharing tiga putaran.

Setelah selesai sharing tiga putaran perwakilan kelompok menyampaikan hasil sharing-nya pada kelompok besar (seluruh peserta yang lain), setelah itu para peserta istirahat. Selanjutnya, Olah Rohani persiapan penerimaan Sakramen Penguatan ini kemudian dilanjutkan dengan doa Rosario bersama dan ditutup dengan Ekaristi yang dipimpin Rm. FX. Merry Christian Putra, Pr (Vikaris Paroki Pugeran) dan Rm. Harry Setianto Sunaryo, SJ (Pamong SMA Kolese De Britto).

Perjalanan menuju Gua Maria Gunung Sempu juga memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan refleksi. Dalam suasana kebersamaan, mereka dapat mendengarkan kisah teman, melihat pengalaman hidup dari sudut pandang yang berbeda, serta menemukan bahwa setiap pribadi memiliki perjalanan iman yang unik. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar bahwa iman tidak tumbuh dalam kesendirian, melainkan melalui relasi dengan Tuhan dan sesama.

Di hadapan Gua Maria Gunung Sempu, perjalanan akhirnya diarahkan pada kesadaran akan panggilan untuk menghidupi iman secara nyata. Menerima Sakramen Penguatan bukan sekadar menyelesaikan tahap persiapan penerimaan sakramen, melainkan memasuki kedewasaan iman sebagai bagian dari Gereja.

Peserta diajak melihat kembali cara mereka mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Perjalanan tersebut bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Setiap langkah menjadi bagian dari proses refleksi dan peziarahan batin. Kelelahan, keheningan, kebersamaan, serta berbagai pengalaman yang dijumpai sepanjang perjalanan menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat kembali perjalanan hidup mereka bersama Tuhan.

Dalam dinamika perjalanan, peserta diajak mengenali jejak keselamatan Tuhan melalui orang-orang dan peristiwa yang hadir dalam hidup mereka. Keselamatan tidak selalu datang melalui pengalaman besar dan luar biasa. Tuhan dapat hadir melalui keluarga, sahabat, pendamping, pengalaman sulit, pertolongan sederhana, maupun peristiwa yang perlahan membentuk seseorang menjadi pribadi yang lebih dewasa.

Semangat tersebut dirangkum dalam ungkapan salus vestra ego sum, “Akulah keselamatanmu”. Keselamatan tidak berhenti sebagai sebuah semboyan, tetapi menjadi perjalanan iman: menyadari keselamatan, mengenali kasih Hati Kudus Yesus, bersyukur, terlibat, dan akhirnya diutus.

Karena itu, para calon penerima Sakramen Penguatan diajak memikirkan langkah konkret setelah menerima sakramen, bagaimana mereka akan terlibat dalam kehidupan menggereja, bagaimana mereka memberikan diri bagi sesama, dan pelayanan apa yang hendak mereka perjuangkan. Kasih yang diterima tidak dimaksudkan untuk disimpan sendiri, tetapi menjadi kekuatan untuk berbagi dan menghadirkan keselamatan bagi orang lain.

Pengalaman Olah Rohani kemudian dilanjutkan melalui refleksi pribadi. Peserta diajak menuliskan kembali pengalaman sebelum, selama, dan setelah kegiatan. Refleksi tersebut menjadi ruang untuk mengenali, mensyukuri, menjawab, dan akhirnya mengutus diri.

Dengan demikian, Olah Rohani “Tuhan Sumber Hidupku” menjadi lebih dari sekadar rangkaian kegiatan persiapan penerimaan Sakramen Penguatan. Ia menjadi sebuah perjalanan untuk menemukan kembali Tuhan yang hadir dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta diajak menyadari bahwa menerima Roh Kudus berarti bersedia membuka diri untuk dibentuk, dikuatkan, dan diutus menjadi pribadi yang membawa sukacita serta keselamatan bagi sesama.

Pada akhirnya, pengalaman tersebut mengingatkan bahwa iman tidak berhenti pada apa yang dipercayai, tetapi menemukan kepenuhannya dalam tindakan.

“Iman tanpa perbuatan pada hakikatnya mati.” Dari pengalaman berjalan, berhenti, merenung, berbagi, dan berdoa, para calon penerima Sakramen Penguatan diharapkan semakin siap menjadi bagian dari Gereja yang hidup menjadi Panji Kristus, pewarta kabar sukacita, serta pribadi yang berani menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari untuk kemuliaan Allah yang lebih besar.

Chr. Danang Wahyu Prasetio
(Humas SMA Kolese De Britto Yogyakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *