Menciptakan Karakter yang Baik, Tak Hanya Intelektual

Pentas Seni dan Gelar Karya Yayasan Marsudirini Perwakilan Yogyakarta

News1649 Views

Yogyakarta. Yayasan Marsudirini Perwakilan Yogyakarta mempersembahkan Pentas Seni dan Gelar Karya di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949 pada Jumat, 15 Desember 2023 dengan tema “Keragaman Budaya Nusantara di Marsudirini Yogyakarta”.

Stan pameran gelar karya dari TK Mater Dei dan SMP Maria Immaculata.

Sr. M. Paulia, OSF, M.Pd., Penanggung Jawab Yayasan Marsudirini Perwakilan Yogyakarta, memaparkan tema tersebut diangkat karena pihaknya bangga dengan keragaman budaya Indonesia.

“Kami juga ingin mewujudkan pengembangan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang merupakan proyek lintas disiplin ilmu yang kontekstual dan berbasis kebutuhan masyarakat maupun berbasis masalah di lingkungan sekolah,” terang Sr. Paulia.

Pentas seni dan gelar karya ini menampilkan bakat dan kreativitas dari para peserta didik yang berasal dari TK Mater Dei, SD Marsudirini, SMP Maria Immaculata, dan SMA Santa Maria yang bernaung di bawah Yayasan Marsudirini Perwakilan Yogyakarta.

Sr. M. Paulia, OSF, M.Pd. Bangga dengan keragaman budaya Indonesia.

“Semua itu tentu terlaksana berkat pendampingan para bapak dan ibu guru Marsudirini yang luar biasa,” sambung Sr. Paulia. “Kami ingin menunjukkan hasil kerja keras dan dedikasi mereka yang telah menginspirasi dan diinspirasi oleh sesuatu yang mereka dapatkan. Maka, kita perlu memberi penghargaan kepada mereka.”

Sr. Paulia pun berharap semangat dan keberanian mereka dalam mengekspresikan diri melalui seni makin mendapatkan yang mereka cari selama ini. “Tidak hanya secara intelektual, tetapi juga karakter yang baik yang sekarang akan kami ciptakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, S.E., MSi. Yang hadir dalam acara ini mengaku bangga dan senang dengan antusiasme anak-anak dan orang tua yang mendampingi anak-anak untuk pentas sampai malam hari.

Budi Santosa Asrori, S.E., MSi. Pendidikan karakter adalah sesuatu yang harus dibiasakan.

“Ini merupakan ajang dan kesempatan bagi anak-anak kita untuk menunjukkan kemampuannya dalam seni. Yayasan sudah menyiapkan tempat di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949 di pusat Kota Yogyakarta. Ini sungguh membanggakan karena bisa dilihat oleh masyarakat dari luar kota yang sedang berwisata di Yogyakarta,” ucap Budi.

Menurutnya, acara ini sekaligus merupakan implementasi pelaksanaan Kurikulum Merdeka setelah anak-anak mengikuti penilaian akhir semester yang diisi dengan hal-hal yang sangat positif.

“Esensi pendidikan sebenarnya tidak sekadar ilmu semata, bukan aspek kognitif saja, tetapi yang penting bagaimana membekali anak-anak didik kita memiliki karakter yang bagus. Memiliki sopan santun, etika. Kepada yang tua menghormati, kepada yang muda saling menyayangi dan mengasihi,” tutur Budi.

Kalau hal ini bisa ditanamkan sejak kecil, lanjut Budi, maka ketika kelak anak-anak sudah dewasa akan menjadi habit, kebiasaan bagi anak-anak ini. Oleh karena itu, pendidikan karakter adalah sesuatu yang harus dibiasakan.

“Tidak bisa hanya diajarkan saja, teori saja, tetapi juga harus melalui proses pembiasaan dan yang paling penting kita semua harus menjadi teladan bagi anak-anak kita,” pesan Budi.

Hal ini mungkin berat bagi para orang tua dan guru dalam memberikan teladan yang bagus kepada anak didiknya. Namun demikian, secara tidak langsung anak punya role model, contoh yang baik bagaimana pendidikan karakter itu dapat dilaksanakan.

Kepala SD Marsudirini 1 dan 2, Sr. M. Rachel, OSF, S.Pd. dan FX. Oktaf Laudensius, S.Si. memberikan penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi.

“Mudah-mudahan Yayasan Marsudirini dari TK sampai SMA terus dapat eksis, dicintai masyarakat, dan dapat mempertahankan ciri khas ke-Jogja-an. Ini yang penting. Bagaimana kita ini di pusat kota budaya, kota pendidikan, kota wisata, harus tetap dapat mempertahankan identitas budaya Jogja,” harap Budi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *