Perjalanan hidupku sejatinya adalah sebuah cerita penuh warna dan lika-liku yang membentukku menjadi pribadi seperti sekarang ini. Aku lahir pada 27 Desember 2004 di Manado, sebuah kota yang penuh dengan keindahan alam dan budaya yang kaya.
Namun, meskipun lahir di Manado, aku tidak menghabiskan masa kecil di sana. Sejak kecil, aku tumbuh dan besar di tanah Papua, ikut merantau bersama orang tua.
Papua adalah tempat yang sangat berbeda dari Manado, dengan segala tantangan dan keunikan yang kuhadapi sehari-hari. Mengikuti orang tua untuk merantau di sana tidak mudah. Kehidupan di Papua mengajarkanku banyak hal tentang keteguhan hati, kemandirian, dan bagaimana menghadapi berbagai situasi yang kadang membuatku merasa diuji.
Aku bersekolah di Papua, belajar di lingkungan yang baru dan berusaha menyesuaikan diri dengan budaya serta kebiasaan yang berbeda. Banyak pengalaman yang kudapatkan selama tinggal di sana, mulai dari tantangan akademik, perbedaan bahasa, hingga bagaimana membangun pertemanan di tempat asing.
Masa-masa sekolah di Papua menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidupku. Setiap hari aku belajar tidak hanya dari buku, tetapi juga dari kehidupan itu sendiri.
Aku belajar untuk bertahan, beradaptasi, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik meskipun keadaan tidak selalu mudah. Aku pernah menghadapi saat-saat merasa rindu rumah, kesulitan berkomunikasi, dan menghadapi berbagai tantangan yang membuatku lebih dewasa dari teman sebaya.
Setelah menyelesaikan sekolah menengah atas di Papua, aku memutuskan untuk melanjutkan studi ke Yogyakarta, sebuah kota pelajar yang terkenal dengan semangat akademiknya.
Aku sadar bahwa untuk meraih impian dan masa depan yang lebih baik, aku harus keluar dari zona nyaman dan menempuh perjalanan yang tidak mudah. Kuliah di Jogja bukan hanya soal belajar, tetapi juga soal menjalani hidup mandiri di kota yang asing bagiku. Sekarang, aku sedang menjalani semester 7, dan perjalanan akademik ini tidak selalu mulus.
Sambil menjalani kuliah, aku juga bekerja sebagai admin online yang membantu mahasiswa mencari indekos di Jogja. Pekerjaan ini kujalani bukan hanya untuk membantu perekonomian keluarga, tetapi juga karena aku ingin membantu teman-teman mahasiswa lainnya, terutama yang juga merantau sepertiku.
Aku paham benar bagaimana rasanya bingung mencari tempat tinggal yang nyaman dan aman di kota baru yang penuh dengan kemungkinan dan tantangan. Dari pekerjaan ini, aku belajar tentang tanggung jawab, manajemen waktu, dan bagaimana berinteraksi serta melayani orang-orang dengan sepenuh hati.
Menggabungkan antara kuliah dan bekerja bukan hal yang mudah. Ada kalanya aku merasa kelelahan, stres, dan hampir menyerah. Namun, aku selalu ingat tujuanku membangun masa depan yang lebih baik dan membantu orang lain yang sedang menjalani kehidupan merantau.
Setiap kali aku berhasil menyelesaikan tugas kuliah sambil menjalankan pekerjaan admin, aku merasa bangga karena tahu perjuanganku tidak sia-sia.
Perjalanan hidupku memang penuh dengan liku-liku yang tidak mudah, tetapi aku berhasil bertahan sampai saat ini. Aku bangga dengan diriku sendiri karena aku sudah melewati banyak hal yang membuatku kuat.
Dari pengalaman merantau di Papua, sekolah di lingkungan baru, hingga menjalani kuliah dan bekerja sekaligus di Jogja, semuanya mengajarkanku arti ketekunan, kesabaran, dan semangat pantang menyerah.
Aku percaya, perjalananku ini bukan hanya tentang diriku seorang, tetapi juga tentang semangat dan harapan banyak anak muda yang juga merantau mencari ilmu dan penghidupan yang lebih baik.
Aku ingin berbagi pengalaman ini agar bisa menginspirasi dan memberi semangat kepada siapa saja yang sedang berjuang di jalan yang sama. Tidak mudah memang, tetapi percaya atau tidak, segala perjuangan itu akan membuahkan hasil yang manis jika kita tetap setia pada impian dan berusaha dengan sungguh-sungguh.
Aku berharap, perjalananku ini bisa menjadi contoh kalau merantau tidak selalu harus penuh kesulitan yang membuat kita menyerah, tetapi justru menjadi tempat belajar untuk menjadi pribadi lebih baik.
Aku juga ingin terus membantu teman-teman mahasiswa lainnya supaya mereka bisa merasakan rumah yang nyaman ketika jauh dari keluarga, karena aku tahu betul pentingnya rasa aman dan nyaman itu.
Itulah kisahku, seorang gadis Manado yang besar di Papua dan kini melanjutkan hidup dan studi di Jogja. Perjalananku mungkin masih panjang, tetapi dengan pengalaman yang sudah kulalui, aku yakin bisa menghadapi apa pun yang datang di depan, terus berjuang dan menjadi kebanggaan bagi diri dan orang-orang yang kucintai.
Kezie Tsellamitha Andini Makalew














