Berbicara masalah keunggulan yang dimiliki oleh sesorang tidak bisa terlepas dari salah satu aspek penting yang terkait dengan kemampuan berkomunikasi. Sebab, komunikasi yang efektif memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan suatu kebiasaan yang selalu dilatih serta dilakukan secara berulang-ulang.
Dalam konteks hubungan interpersonal, kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik membantu membangun hubungan yang baik, memecahkan konflik, dan memperkuat ikatan antarindividu. Kemampuan untuk menyampaikan ide dan informasi dengan jelas dan dipahami oleh orang lain membantu membangun hubungan yang baik, memecahkan masalah, dan mencegah kesalahpahaman.
Komunikasi yang baik adalah kunci untuk membangun hubungan yang sehat dan harmonis dengan orang lain. Dalam konteks keluarga dan pertemanan, kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif membantu mengungkapkan perasaan, mengatasi konflik, dan membangun kepercayaan.
Di dunia kerja, kemampuan komunikasi yang baik adalah keterampilan yang sangat dicari. Kemampuan untuk menyampaikan ide dengan jelas, mendengarkan dengan baik, dan berkomunikasi secara efektif dengan rekan kerja, atasan, dan klien dapat meningkatkan produktivitas, membangun hubungan profesional, dan memajukan karier.
Era globalisasi menuntut setiap individu untuk mempersiapkan diri sebagai sumber daya yang andal dalam bidang komunikasi. Peran bahasa Inggris sangat diperlukan, baik dalam menguasai teknologi komunikasi maupun dalam berinteraksi secara langsung. Sebagai sarana komunikasi global, bahasa Inggris harus dikuasai secara aktif, baik lisan maupun tulisan.

Pentingnya kemampuan komunikasi bahasa Inggris untuk mempersiapkan peserta didik menjadi sumber daya yang andal dalam menghadapi era globalisasi dengan tetap menjunjung tinggi jati diri bangsa yang beradab dan berbudi luhur yang pada akhirnya akan membentuk karakter peserta didik yang menjaga kearifan lokal tetapi bisa mendunia dengan kesiapan matang pada era globalisasi.
Hal ini menjadi salah satu tanggung jawab yang diperhatikan oleh SMP Kanisius Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemberian pengalaman dengan praktik langsung berkomunikasi bahasa Inggris menjadi bekal dasar peserta didik untuk menghadapi tantangan pendidikan lanjutan.
Atas dasar tersebut, SMP Kanisius Kalasan mengusahakan peserta didik mendapatkan pengalaman nyata dalam berkomunikasi aktif menggunakan bahasa Inggris. Proses yang membahagiakan ini dibagikan oleh peserta didik kelas 9 yang mendapat kesempatan mengasah kemampuan mereka berkomunikasi aktif dengan native speaker yang merupakan seorang suster dari Inggris, yaitu Sr. Christine, FCJ.
Dinamika diawali dengan perkenalkan, Sr. Christine memperkenalkan diri dengan menyebutkan namanya, tujuannya datang ke Indonesia, dan apa yang dia sukai. Sr. Christine kemudian meminta peserta didik memperkenalkan dirinya dengan menyebutkan nama dan apa yang dia sukai secara bergantian.
Dinamika dilanjutkan oleh Sr. Christine dengan menjelaskan anggota keluarga beserta nama dan pekerjaan anggota-anggota keluarganya. Kemudian, peserta didik menyampaikan mata pelajaran favorit dan passion mereka. Beberapa siswa diminta oleh Sr. Christine menyampaikan passion mereka di depan teman-teman.

Anak-anak terlihat percaya diri berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Sr. Christine juga menceritakan jenis-jenis musim di Inggris dan kegiatan-kegiatannnya selama di Inggris. Anak-anak sangat antusias dengan kedatangan Sr. Christine.
Mereka bahkan berani bertanya kepada Sr. Christine ketika diberi kesempatan bertanya. Beberapa pertanyaan mereka di luar ekspektasi guru mereka. Ini menunjukkan, peserta didik SMP Kanisius Kalasan kritis dan mempunyai pengetahuan yg luas.
Dari kegiatan interaksi dengan penutur asli bahasa Inggris ini, peserta didik mendapatkan banyak manfaat. Antara lain meningkatkan keterampilan mendengarkan dan berbicara, memperkaya kosakata dan ekspresi idiomatik, meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi, memperoleh pemahaman budaya, meningkatkan motivasi belajar, mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, dan memperoleh pembelajaran autentik.
Oleh karena itu, SMP Kanisius Kalasan menyediakan kesempatan bagi peserta didik untuk berinteraksi dengan native speaker sehingga peserta didik menjadi lebih siap dalam menghadapi tantangan komunikasi dalam bahasa Inggris di masa depan.
Heffi Widyaningrum (Guru SMP Kanisius Kalasan)








