Manggarai Barat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan literasi harus menjadi kunci pengembangan sumber daya manusia. Tinggi rendahnya kemampuan literasi suatu bangsa akan menjadi cermin seberapa tinggi peradaban bangsa tersebut.
Sejalan dengan itu, SMKS Stella Maris Labuan Bajo menyelenggarakan kegiatan festival literasi dan pentas seni pada Kamis-Jumat, 13-14 Februari 2025 di halaman sekolah. Kegiatan bertema “Merayakan Cinta, Merayakan Budaya Literasi” ini juga untuk merayakan Valentine Day.
Acara ini menjadi panggung karya bagi siswa dan guru yang mengisinya dengan pameran mading, pentas seni, penganugerahan juara, dan talkshow literasi.
Agustinus selaku ketua panitia mengungkapkan, “Ini merupakan momen yang paling berharga karena kami melangsungkan sebuah kegiatan langka, yaitu festival literasi dan pentas seni.”

Festival ini sengaja dibuat untuk menggenjot literasi di sekolah sekaligus merayakan cinta karena bertepatan dengan Valentine Day pada 14 Februari 2025, esok harinya. Kesempatan ini merupakan semacam batu loncatan agar kultur literasi di SMKS Stella Maris terus mengakar kuat.
Rm. Ignasius Azevedo Viares, Pr selaku kepala sekolah menjelaskan, dalam kegiatan ini panitia memadukan literasi dengan perayaan cinta. “Panitia sudah merancang suatu kegiatan penting dan positif, terlebih khusus untuk membangun minat siswa dalam kegiatan literasi dan numerasi. Kami memadukan perayaan kasih sayang dengan perayaan keabadian. Tulis menulis itu perayaan keabadian,” tutur Rm. Savri, sapaan akrabnya.
Ia pun melanjutkan, “Ada satu tulisan terkenal yang menyatakan apa yang kita ucapkan mungkin bisa kita lupa, tetapi apa yang kita tuliskan itu akan selalu ada. Saya tidak menyangka ada begitu banyak potensi dan bakat yang dihadirkan oleh bapak ibu guru dan siswa-siswi di sini.”
Rm. Savri lantas meminta kepada panitia agar tulisan-tulisan yang sudah dihasilkan para penulis menjadi suatu yang abadi. Tim media SMKS Stella Maris Labuan Bajo diminta agar mengabadikan tulisan-tulisan ini dalam media yang dikelola SMKS Stella Maris Labuan Bajo, seperti blog dan website, supaya suatu saat nanti bisa dibaca kembali.
“Mungkin kertas-kertas ini akan robek, tetapi tulisan-tulisan yang ada dalam website maupun blog akan tetap abadi,” pandang Rm. Savri.













