Gamping. Paroki St. Maria Assumpta Gamping kembali mengadakan Pembekalan Lektor pada Minggu, 17 November 2024 di Rumah Joglo, Sembuh Wetan, Godean, Sleman. Kegiatan ini diadakan untuk menjawab kebutuhan pembinaan lektor yang mendalam, sekaligus memperbaiki teknis dan pemahaman dalam melaksanakan tugas mulia tersebut.
Angela Lydia Felisa, ketua panitia dari Lingkungan St. Yohanes Pembaptis, menjelaskan pembekalan ini telah dirintis sejak setahun lalu untuk mendukung para lektor, baik yang baru maupun yang telah lama melayani. Ia menambahkan, kegiatan ini direncanakan menjadi agenda tahunan. “Ke depannya, pembekalan ini akan rutin diadakan setiap tahun untuk merangkul para lektor agar tetap menjadi keluarga pewarta yang setia,” ujar Felisa.
Tema “Formasio Lektor: Pewarta yang Bersukacita dan Berkualitas” dipilih berdasarkan gagasan Formasio Iman Berjenjang (FIB), sebuah pendekatan pembinaan umat yang berfokus pada perkembangan setiap jenjang pelayanan, mulai dari PIA, PIR, misdinar, hingga lektor dan OMK.

Dengan fokus utama pada pembinaan lektor, tema ini dirancang untuk menumbuhkan pribadi lektor yang mampu mewartakan sabda Tuhan dengan penuh sukacita dan menjadi pewarta yang berkualitas. “Melalui Formasio Iman Berjenjang, harapannya banyak potensi umat untuk menjadi lektor dapat tersalurkan dengan baik, bertumbuh, dan berkembang,” ungkap Felisa.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber. Eas Trisiwi, pelatih lektor dari Gereja Kristus Raja Baciro, membawakan materi mengenai sejarah lektor, syarat menjadi lektor, serta hal-hal teknis yang harus diperhatikan dalam membaca Kitab Suci.
Tiwi, demikian ia akrab disapa, menekankan pentingnya kesetiaan dalam tugas dan latihan sebagai bagian dari tanggung jawab seorang lektor. “Menjadi seorang lektor dituntut untuk setia, bukan hanya pada tugas, tetapi juga dalam melatih diri, sebagai tanggung jawab pribadi untuk mengembangkan bakatnya,” jelasnya.

Sementara itu, Fr. Thomas Aquinas Koconegoro, MSF dari Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, mengupas tema “Sabda Tuhan Menjadi Peristiwa” mengacu pada Injil Yohanes 1:1-2. Ia memberikan pemahaman tentang sejarah Kitab Suci, pembagian Perjanjian Lama dan Baru, serta pentingnya memaknai sabda sebagai peristiwa iman.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan bahwa lektor tidak sekadar membaca, tetapi juga mewartakan sabda Tuhan sehingga pemahaman mendalam atas isi bacaan menjadi esensial. “Kita mungkin tidak sempurna dalam membawakan sabda, tetapi melalui pembekalan ini, kita dapat saling memperbaiki dan bertumbuh bersama,” tutur Fr. Koco.
Selain sesi pembekalan, peserta juga dilibatkan dalam praktik membaca Kitab Suci, yang diikuti diskusi dan evaluasi bersama. Kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman, baik bagi lektor pemula maupun senior. Acara ini diakhiri dengan sarasehan yang mempererat kebersamaan antarumat Paroki St. Maria Assumpta Gamping.














