Energi Alternatif dalam Pembelajaran SD Marsudirini Yogyakarta

News1681 Views

Yogyakarta. Sebagai salah satu bagian dari rangkaian ekspo yang diselenggarakan Sekolah-sekolah Marsudirini Perwakilan Yogyakarta, SD Marsudirini Yogyakarta mengadakan ekspo dan lomba-lomba pada Jumat, 4 Oktober 2024.

Lomba-lomba berupa menggambar, mewarnai, menyanyi tunggal, dan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang diikuti anak-anak TK dan para siswa SD Marsudirini Yogyakarta ini bertempat di area gedung sekolah.

F.X. Oktaf Laudensius. Pembelajaran kami medianya berbasis energi alternatif.

F.X. Oktaf Laudensius, Kepala SD Marsudirini Yogyakarta, menyatakan STEAM adalah hal baru di SD Marsudirini Yogyakarta. “Hari ini kami sekaligus launching pembelajaran STEAM yang selanjutnya bisa digunakan oleh para guru dalam pembelajaran-pembelajaran selanjutnya,” ungkap Oktaf.

Sebelum lomba-lomba dimulai, pembukaan acara ditandai dengan pelepasan mobil-mobilan rakitan yang digerakkan dengan tenaga matahari. Mobil-mobilan ini dilepas oleh Oktaf bersama Purwati Handayani, pengawas SD Kemantren (Kecamatan) Mergangsan dan Gondomanan.

Budi Santosa Asrori (bertopi), Purwati Handayani, dan pegiat literasi Y.B. Margantoro menyaksikan pelaksanaan lomba STEAM.

“Nantinya, pembelajaran kami medianya berbasis energi alternatif. Itu adalah bagian dari program  JPIC—Justice, Peace, and Integrity of Creation—atau program peduli lingkungan, cinta alam. Salah satunya menggunakan energi alternatif dalam pembelajaran kita sehari-hari,” jelas Oktaf.

Dalam kesempatan ini Purwati mengapresiasi SD Marsudirini Yogyakarta yang melaksanakan ekspo dan lomba yang bertujuan meningkatkan keterampilan serta daya kreativitas untuk mengembangkan bakat minat dan potensi anak-anak. “Sehingga anak-anak di sekolah ini tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter yang baik,” ucapnya.

Purwati Handayani. Anak-anak di sekolah ini tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter yang baik.

Purwati berharap anak-anak bisa mengikuti lomba dengan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal. “Terus kembangkan bakat minat kalian. ikuti kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah ini dengan baik, entah itu kegiatan akademik maupun nonakademik yang berupa ekstrakurikuler,” pesannya.

Selanjutnya, Budi Santosa Asrori, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, menyebut ekspo dan lomba yang diselenggarakan SD Marsudirini Yogyakarta ini cukup bagus. Ia menekankan (dalam pembelajaran-Red.) harus ada keseimbangan antara aspek akademik, afeksi, karakter, dan psikomotorik. “Keseimbangan otak, supaya anak-anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Itu yang paling penting,” tegasnya.

Budi Santosa Asrori. Sekolah ini juga menjadi tujuan anak-anak dari luar kota.

Ia berharap, SD Marsudirini Yogyakarta dengan sekitar 400 siswa dan letaknya yang strategis dapat terus menjaga kualitas serta memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Kota Yogyakarta dan sekitarnya. “Karena sekolah ini juga menjadi tujuan anak-anak dari luar kota untuk sekolah di Kota Yogyakarta. Yang kita jual adalah pendidikan berkualitas, maka harus bagus, seimbang antara akademik, karakter, dan keterampilan,” tutur Budi seraya menambahkan agar sekolah juga mengenalkan anak pada teknologi sekaligus menciptakan lingkungan yang hijau, bersih, dan sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *