Jumat, 7 Maret 2025, kami siswa SMP Kanisius Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan program pembuatan telur asin sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler Pramuka.
Program ini dihadirkan dengan dukungan sekolah untuk melatih kreativitas dan keterampilan kami dalam mengolah makanan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengajarkan ketelitian serta kesabaran dalam proses pembuatan makanan.
Dalam kegiatan ini, kami membawa alat dan bahan yang diperlukan, seperti baskom, galon bekas, panci, telur bebek, abu gosok, dan garam. Kami mengikuti setiap langkah pembuatan dengan penuh antusiasme, mulai dari membersihkan telur, melapisinya dengan campuran abu gosok dan garam, hingga menyimpannya agar mengalami proses pengawetan.
Dengan adanya kegiatan ini, kami juga belajar pentingnya kedisiplinan dalam mengikuti setiap tahapan agar telur asin yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.
Setelah melalui proses perendaman selama dua minggu, kami mengadakan panen raya. Telur yang telah diasinkan siap untuk direbus dan disajikan. Siapa sangka, hasil kreasi kami cukup melimpah sehingga banyak regu yang saling berbagi dengan regu lainnya. Kegiatan ini menumbuhkan rasa kebersamaan di antara kami, terutama saat menikmati hasil kerja keras kami bersama.
Namun, tidak semua telur asin berhasil dengan sempurna. Ada beberapa telur yang kurang matang, pecah, atau bahkan tidak terasa asin karena kesalahan dalam proses pembuatannya. Meski demikian, kami tetap menikmati hasilnya dan menyadari bahwa dalam setiap proses diperlukan ketelitian dan kesabaran. Dari sini, kami belajar bahwa setiap usaha memiliki tantangan tersendiri, tetapi juga memberikan pengalaman berharga.
Lebih dari sekadar kegiatan memasak, pembuatan telur asin ini menanamkan berbagai nilai penting bagi kami siswa SMP Kanisius Kalasan. Kami belajar tentang keunggulan dalam bekerja dengan penuh ketekunan dan kedisiplinan.
Kejujuran juga menjadi bagian dari pengalaman ini, yakni kami berani mengakui kesalahan dan belajar dari kegagalan. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan rasa kepedulian dan kebersamaan kami untuk saling membantu dan berbagi dengan sesama.
Selain memberikan pengalaman berharga, telur asin juga memiliki manfaat bagi kesehatan, seperti menjadi sumber protein yang baik serta membantu meningkatkan kesehatan tulang karena kandungan kalsiumnya. Namun, perlu diingat untuk mengonsumsi telur asin dengan bijak karena kadar garam yang tinggi dapat berdampak pada kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Dengan adanya kebebasan untuk mencoba dan belajar dari pengalaman, kami siswa SMP Kanisius Kalasan makin memahami bahwa keterampilan hidup tidak hanya diperoleh dari teori, tetapi juga dari praktik langsung.
Pembuatan telur asin ini bukan hanya tentang mengolah makanan, tetapi juga tentang membangun karakter dan nilai-nilai yang akan berguna bagi kami semua di masa depan nantinya.
Gaetano Errico Ardastya & Jason Chrisneny Octobanda Remindauw (Siswa SMP Kanisius Kalasan)












