Bawa Semangat Kompetisi, Pererat Persaudaraan Antarumat

Pesparani VII Kota Yogyakarta 2026

News472 Views

Yogyakarta. Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) VII Kota Yogyakarta Tahun 2026 resmi dibuka di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026. Mengusung tema “Berjalan Bersama dalam Sabda: Sehati, Sepikir, Sepujian”, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan umat Katolik dari tujuh paroki melalui kompetisi seni, musik gerejani, dan kecerdasan rohani.

Pesparani VII Kota Yogyakarta tahun ini mempertandingkan sembilan kategori, yakni Bertutur Kitab Suci, Mazmur Anak, Mazmur Remaja, Mazmur Orang Muda Katolik (OMK), Mazmur Dewasa, Paduan Suara Anak, Paduan Suara Dewasa Pria, Cerdas Cermat Rohani Anak, dan Cerdas Cermat Rohani Remaja.

Ketujuh paroki yang ambil bagian dalam Pesparani VII antara lain Paroki Kristus Raja Baciro, Paroki Santo Yusuf Bintaran, Paroki Administratif Brayat Minulya Wirobrajan, Paroki St. Albertus Agung Jetis, Paroki St. Fransiskus Xaverius Kidul Loji, Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran, dan Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran.

Para peserta mengikuti rangkaian perlombaan dengan membawa semangat kompetisi sekaligus mempererat persaudaraan antarumat.

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi Pemerintah Kota Yogyakarta, Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kota Yogyakarta, komunitas dan paroki di Kota Yogyakarta, SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, serta sejumlah pihak pendukung lainnya.

Br. Yustinus Tri Haryadi FIC. Pesparani menjadi kesempatan untuk membangun persaudaraan dan persahabatan di antara umat yang hadir dari berbagai paroki.

Kepala SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, Br. Yustinus Tri Haryadi FIC mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tempat pelaksanaan Pesparani VII Kota Yogyakarta.

Menurutnya, penyelenggaraan Pesparani menjadi kesempatan untuk membangun persaudaraan dan persahabatan di antara umat yang hadir dari berbagai paroki. “Ini menjadi kesempatan yang baik untuk saling membangun persaudaraan, saling membangun persahabatan,” sebut Br. Yustinus.

Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan sungguh-sungguh, penuh semangat, dan memberikan penampilan terbaik. Namun, menurutnya, semangat kompetisi tetap harus ditempatkan dalam suasana persaudaraan.

Selain mendukung pelaksanaan Pesparani, pihak SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta juga mengajak seluruh peserta dan tamu undangan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Sekolah tersebut tengah membangun budaya pengurangan dan pengelolaan sampah sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan.

Br. Yustinus juga mengingatkan seluruh peserta dan tamu undangan mengenai penerapan kawasan tanpa asap rokok di lingkungan sekolah. Ia meminta dukungan seluruh pihak agar ketentuan ini dapat dijalankan selama kegiatan berlangsung.

Ketua Panitia Pesparani VII Kota Yogyakarta, Veronika Tatik Tri Jatiningsih, mengatakan Pesparani tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan, merawat toleransi dan kebinekaan di Kota Yogyakarta.

Ia menyebut tema “Berjalan Bersama dalam Sabda: Sehati, Sepikir, Sepujian” menjadi landasan dalam penyelenggaraan kegiatan tahun ini. “Penyelenggaraan Pesparani bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk nyata umat untuk terus merawat toleransi dan kebinekaan di Kota Yogyakarta,” katanya.

Menurut Veronika, Pesparani VII diikuti perwakilan dari tujuh paroki di Kota Yogyakarta dengan sembilan kategori perlombaan. Selain menjadi wadah pengembangan talenta, kegiatan ini diharapkan mampu memperkaya kehidupan liturgi dan memperkuat pelayanan umat.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Yogyakarta, Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, LP3KD, para sponsor, panitia pelaksana, para pendamping, dewan juri, serta seluruh paroki yang telah mendukung penyelenggaraan Pesparani VII.

Sebelum perlombaan dimulai, dilakukan penyerahan kembali piala bergilir Pesparani Kota Yogyakarta dari juara umum Pesparani VI tahun sebelumnya, Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran, kepada pengurus LP3KD Kota Yogyakarta untuk diperebutkan kembali dalam penyelenggaraan tahun 2026.

Hasto Wardoyo. Pesparani menjadi sarana menumbuhkan bakat, memperkaya liturgi, memperkuat kebersamaan, serta membangun solidaritas dan semangat gotong royong.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi penyelenggaraan Pesparani VII sebagai wadah yang mempertemukan umat Katolik dari berbagai paroki sekaligus memperkuat persaudaraan.

Menurut Hasto, tema Pesparani tahun ini memiliki makna penting karena mengajak umat untuk berjalan bersama dengan membangun kesatuan hati, pikiran dan pujian.

Ia mengajak peserta tidak hanya memaknai Pesparani sebagai kompetisi untuk mendapatkan juara, tetapi juga sebagai ruang untuk menghayati nilai iman dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Pesparani pada kesempatan kali ini juga membentuk karakter kita. Kita hayati makna apa yang kita ucapkan dan kemudian kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Hasto.

Hasto juga berharap Pesparani menjadi sarana menumbuhkan bakat, memperkaya liturgi, memperkuat kebersamaan, serta membangun solidaritas dan semangat gotong royong.

Menurutnya, suara dan penampilan peserta dalam Pesparani bukan sekadar pertunjukan, tetapi dapat menjadi ekspresi iman, budaya dan rasa syukur atas anugerah Tuhan.

Hasto juga mengapresiasi kepedulian SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta terhadap lingkungan. Ia menilai kebersihan kawasan sekolah serta komitmen mengurangi sampah dapat menjadi contoh bagi lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Hasto juga mendukung penerapan kawasan tanpa asap rokok di lingkungan sekolah. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi dan keteladanan kepada anak-anak.

Ia menegaskan dukungan Pemerintah Kota Yogyakarta terhadap berbagai kegiatan yang memperkuat toleransi dan persaudaraan. Menurutnya, semangat ini sejalan dengan karakter Yogyakarta sebagai kota yang menjunjung nilai toleransi dan kebinekaan.

Pesparani VII Kota Yogyakarta kemudian dibuka secara resmi melalui prosesi pemukulan gong oleh Hasto Wardoyo. Prosesi ini turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta, Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, pengurus LP3KD, para Romo Paroki Rayon Kota Yogyakarta, panitia, peserta dan undangan.

Setelah pembukaan, para peserta mengikuti perlombaan di sembilan kategori yang telah ditentukan. Kompetisi berlangsung dengan melibatkan dewan juri pada masing-masing cabang.

Paroki Kristus Raja Baciro ditetapkan sebagai Juara Umum Pesparani VII Kota Yogyakarta Tahun 2026.

Hasil perlombaan menunjukkan sejumlah paroki berhasil meraih posisi juara pada berbagai kategori. Paroki Baciro tampil dominan dengan meraih juara pada beberapa kategori, termasuk Mazmur Anak, Mazmur Remaja, Mazmur Orang Muda Katolik, Paduan Suara Anak, dan Cerdas Cermat Rohani Remaja.

Pada kategori Bertutur Kitab Suci, Juara I diraih Paroki Bintaran, Juara II Paroki Bintaran, dan Juara III Paroki Kidul Loji.

Kategori Mazmur Anak menempatkan Paroki Baciro sebagai Juara I, Paroki Bintaran Juara II, dan Gereja Brayat Minulya Juara III.

Untuk kategori Mazmur Remaja, Paroki Baciro meraih Juara I, disusul Paroki Pugeran sebagai Juara II dan Paroki Kidul Loji sebagai Juara III.

Pada kategori Mazmur Orang Muda Katolik, Juara I diraih Paroki Baciro, Juara II Paroki Kumetiran, dan Juara III Paroki Pugeran.

Kategori Mazmur Dewasa menempatkan Paroki Pugeran sebagai Juara I, Paroki Baciro Juara II, dan Paroki Pugeran Juara III.

Sementara itu, pada kategori Paduan Suara Dewasa Pria, Paroki Kumetiran meraih Juara I, Paroki Kidul Loji Juara II, dan Paroki Bintaran Juara III.

Kategori Paduan Suara Anak dimenangkan Paroki Baciro sebagai Juara I, Paroki Pugeran Juara II, dan Paroki Bintaran Juara III.

Pada kategori Cerdas Cermat Rohani Anak, Paroki Bintaran meraih Juara I, Paroki Baciro Juara II, dan Paroki Jetis Juara III.

Sedangkan kategori Cerdas Cermat Rohani Remaja menempatkan Paroki Baciro sebagai Juara I, Paroki Jetis Juara II, dan Paroki Kidul Loji Juara III.

Berdasarkan hasil keseluruhan perlombaan, Paroki Kristus Raja Baciro ditetapkan sebagai Juara Umum Pesparani VII Kota Yogyakarta Tahun 2026.

Pencapaian ini melengkapi dominasi Paroki Baciro dalam sejumlah kategori perlombaan dan sekaligus menjadi hasil dari keterlibatan peserta dalam rangkaian Pesparani VII.

Pesparani VII Kota Yogyakarta tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga mempertemukan umat dari berbagai paroki dalam satu ruang kebersamaan. Melalui seni suara, musik gerejani, pendalaman Kitab Suci dan kecerdasan rohani, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat persaudaraan umat sekaligus merawat toleransi di Kota Yogyakarta.

Dengan semangat “Berjalan Bersama dalam Sabda: Sehati, Sepikir, Sepujian”, Pesparani VII diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi menjadi momentum untuk membawa nilai persaudaraan, solidaritas, toleransi dan pelayanan ke dalam kehidupan umat dan masyarakat sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *