Apresiasi Metode Digital Media Yayasan BASIS

Rm. Cristóbal Fones, SJ Kunjungi PML, Yayasan BASIS, dan Omah Petroek

News1452 Views

Yogyakarta. Selasa, 25 Februari 2025, Direktur Internasional Jaringan Doa Bapa Suci Sedunia (Pope’s Worldwide Prayer Network/PWPN) Rm. Cristóbal Fones, SJ dari Vatikan mengadakan kunjungan ke Pusat Musik Liturgi (PML), Yayasan BASIS, dan Omah Petroek.

Kunjungan ini merupakan lanjutan agenda Rm. Cristóbal di Indonesia yang sebelumnya telah melaksanakan kegiatan di Jakarta dan Tangerang bersama tim Jaringan Doa Bapa Suci Sedunia-Indonesia (PWPN Indonesia).

Rm. Cristóbal berfoto di bawah logo Pusat Musik Liturgi. (UTUSAN/SLAMET RIYADI).

Rm. Cristóbal mengawali kunjungan dengan mendatangi PML di Jl. Ahmad Jazuli No.1, Kotabaru, Yogyakarta. Kedatangannya disambut baik oleh seluruh staf PML yang salah satunya Elisabeth Twitien Cesi Solazina, Pimpinan Pusat Musik Liturgi Yogyakarta.

PML memberikan informasi perihal susunan lagu dalam Madah Bakti yang merupakan sebuah lokakarya yang dibukukan oleh Rm. Karl-Edmund Prier, SJ dan Paul Widyawan.

Selain itu, Rm. Cristóbal juga mendapat kesempatan untuk melihat sejarah dibentuknya PML yang merupakan wujud visi dari semangat Rm. Prier dan Paul dalam mengembangkan musik inkulturasi di Indonesia. Imam asal Chili ini juga melihat-lihat hasil karya musik dalam tape dan majalah serta hasil tulisan terbitan PML pada ruang galeri karya PML.

Rm. Cristóbal menyanyikan lagu ciptaannya, Tu Modo, di depan seluruh staf PML. (FOTO: YUTTA SIHING GUSTI).

Pada akhir kunjungannya, Rm. Cristóbal berkesempatan untuk mendatangi ruang yang berisi kumpulan alat musik etnik Nusantara. Ia mencoba beberapa alat musik daerah dan menampilkan kepiawaiannya sebagai seorang musisi dengan bermain gitar.

Seluruh staf PML juga ikut andil menampilkan karya musik inkulturasi yang dimainkan dengan alat musik etnik Nusantara. Sesaat sebelum berpamitan, Rm. Cristóbal menyanyikan lagu ciptaannya, Tu Modo, di depan seluruh staf PML.

Rm. Cristóbal berdoa di taman Doa Seloning di Kawasan Omah Petroek. (UTUSAN/SLAMET RIYADI).

Rm. Cristóbal menyatakan betapa pentingnya memasukan beberapa musik inkulturasi hasil karya PML ke dalam platform digital seperti Spotify. “Ini dapat menjadi sarana dalam menggaet pendengar yang lebih luas, terutama generasi muda yang aktif dalam menggunakan media digital,” tuturnya.

Kedatangan Rm. Cristóbal ke PML juga memberikan kesan tersendiri bagi Elisabeth, Pimpinan Pusat Musik Liturgi. Ia bahkan mengatakan, Rm. Cristóbal serasa betah untuk berlama-lama di PML sembari memenuhi kepuasannya bermain musik.

Dari PML, Rm. Cristóbal langsung mengunjungi Yayasan BASIS, sebuah lembaga yang bergerak di bidang media informasi, terutama penerbitan majalah dan buklet PWPN Indonesia, yang berlokasi di Jl. Pringgokusuman No. 35 Yogyakarta.

Rm. Cristóbal ditemani Rm. Antonius Sumarwan, SJ, Direktur PWPN Indonesia sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah ROHANI, di kantor Yayasan BASIS. (FOTO: YUTTA SIHING GUSTI).

Rm. Cristóbal melihat-lihat hasil karya tulis dari Yayasan BASIS yang terdiri dari tiga majalah utama, antara lain BASIS, UTUSAN, dan ROHANI. Ketiganya merupakan majalah dengan segmentasi pembaca dan pokok tulisan yang berbeda.

Dengan ditemani sejumlah staf Yayasan Basis beserta Slamet Riyadi selaku salah satu redaktur Majalah UTUSAN, Rm. Cristóbal mengapresiasi dedikasi Yayasan BASIS dalam menyampaikan informasi dan berkarya menjadi media yang mendukung literasi pembaca. Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi metode digital media Yayasan BASIS yang memberikan keleluasaan bagi para pembaca untuk menikmati konten informasi secara digital.

Dari kiri: Romo Antonius Sumarwan, Rm. Cristóbal, Romo Sindhu dan tim PWPN Yogyakarta di Sendang Galina Kawasan Omah Petroek. (UTUSAN/SLAMET RIYADI).

Kunjungan selanjutnya, Rm. Cristóbal langsung mendatangi Omah Petroek yang berada di Karang Klethak, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Di awal kedatangannya, Rm. Cristóbal langsung disambut Rm. G.P. Sindhunata, SJ, salah satu pendiri Omah Petroek, Pemimpin Redaksi Majalah UTUSAN, budayawan, sastrawan, sekaligus wartawan senior Harian KOMPAS.

Omah Petroek merupakan sebuah rumah budaya yang merepresentasikan bentuk keragamanan budaya dan agama di Indonesia. Di dalamnya terdapat ornamen, miniatur, dan barang peninggalan sejarah yang dipamerkan dalam setiap rute perjalanan.

Ditemani pohon rindang dan angin sepoi-sepoi, Rm. Cristóbal diajak berjalan-jalan melihat ornamen dan hasil karya yang dipamerkan di Omah Petroek. Tak lupa, Rm. Sindhu memandu perjalanan destinasi Rm. Cristóbal di Omah Petroek.

Rm. G.P. Sindhunata, SJ menunjukkan buku karyanya Jalan Hati Yesuit kepada Rm. Cristóbal. (FOTO: YUTTA SIHING GUSTI).

Dari perjalanannya, Rm. Cristóbal mengunjungi berbagai destinasi di Omah Petroek, di antaranya bangunan peribadatan berbagai agama. Dari pura untuk umat Hindu, klenteng untuk umat Konghucu, Kapel St. Petrock, Langgar Tombo Ati, bahkan Patung Buddha serta Dewi Kwan Im.

Tak hanya destinasi keagamaan, Rm. Cristóbal juga berkesempatan melihat ornamen dari tokoh sejarah Indonesia yang salah satunya direpresentasikan oleh patung Ir. Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia, setinggi 6 meter karya seniman Dunadi. Bahkan, Rm. Cristóbal juga berfoto dengan patung presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid atau kerap disapa Gus Dur yang tengah duduk di depan Langgar Tombo Ati.

Rm. Cristóbal mendiskusikan buku disaksikan Romo Sindhu saat saat berada di Musium Anak Bajang di Kawasan Omah Petroek. (UTUSAN/SLAMET RIYADI).

Kedatangannya di Omah Petroek juga menjadi kesempatan untuk melihat-lihat hasil karya dari Rm. Sindhu yang pernah menjabat Direktur Nasional PWPN Indonesia pada 2010-2023, mulai dari tulisan-tulisannya hingga lukisan-lukisan karya Nasirun untuk ilustrasi buku Anak-Anak Semar karya imam asal Batu, Malang ini. Rm. Cristóbal memberikan kesan dan apresiasinya pada dedikasi Rm. Sindhu dalam membangun Omah Petroek. Ia ungkapkan pula rasa takjub dengan hasil karya yang ditampilkan di sepanjang jalan destinasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *