YOGYAKARTA –Hampir empat jam sepuluh tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) sowan Sultan Hamengkubuwono X untuk berdialog berbagai pandangan mengenai tantangan yang dihadapi Indonesia sekaligus mencari jalan bersama untuk memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara di Kraton Kilen, Kraton Yogyakarta Hadiningrat, Kamis, 23 Juli 2026.
Sepuluh tokoh yang hadir dan disambut dengan penuh kekeluargaan oleh Sultan HB X itu meliputi Nyai Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Erry Riyana Hardjapamekas, Lukman Hakim Saifuddin, Laode M. Syarif, Pdt. Gomar Gultom, Ery Seda, A. Setyo Wibowo SJ, Alissa Wahid, Prof. M. Amin Abdullah, dan Beka Ulung Hapsara.

Silaturahmi ini berlangsung cukup lama dan membahas beragam isu strategis mulai dari penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, hingga upaya membangun kehidupan masyarakat yang semakin harmonis.
Alissa Wahid, Koordinator Gerakan Nurani Bangsa, kepada puluhan wartawan yang sudah menunggu lebih dari tiga jam mengatakan, kunjungan kepada Sultan Hamengkubuwono X di Keraton Yogyakarta merupakan bagian dari rangkaian dialog kebangsaan yang dilakukan GNB dengan berbagai tokoh nasional.
“Sebelum ke Yogyakarta, kami juga telah bertemu dengan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri,” terang Alissa.

Kata Alissa, Yogyakarta memiliki tempat istimewa dalam sejarah Indonesia.
“Peran Keraton Yogyakarta dan Sri Sultan Hamengku Buwono X dinilai memberikan kontribusi penting dalam berbagai momentum perjalanan bangsa, sehingga pandangan dan pengalaman yang dimiliki menjadi bekal berharga dalam merawat persatuan Indonesia”, lanjut Alissa putri sulung Almarhum Gusdur ini.
Lebih lanjut Alissa juga mengatakan, suasana diskusi berlangsung hangat, terbuka, dan penuh semangat kebersamaan. Perbincangan dalam dialog tersebut yang cukup panjang. Menurutnya hal ini sebagai cermin keseriusan seluruh peserta dalam mencari solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.
Sementara itu Akademisi UIN Sunan Kalijaga, Prof. M. Amin Abdullah kepada media menambahkan bahwa salah satu topik yang mendapat perhatian adalah pentingnya penguatan sistem hukum. Abdullah mengatakan yang didialogkan dalam pertemuan dengan Sultan salah satunya pentingnya penguatkan sistem yang mampu menghadirkan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat.
“Pembahasan mengenai Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset menjadi salah satu langkah yang patut mendapat perhatian sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Selain itu juga menekankan pentingnya membangun budaya pertanggungjawaban publik yang semakin terbuka sehingga dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga negara,” kata Abdullah.

Ajakan kepada elemen bangsa untu untuk bersama-sama membangun kembali kepercayaan publik juga disampaikan mantan menteri agama Hakim Saifuddin.
“Kepercayaan publik merupakan fondasi penting bagi kehidupan demokrasi dan pembangunan nasional. Berbagai tantangan yang dihadapi bangsa hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, memperluas ruang dialog, serta menghadirkan kebijakan yang semakin berpihak pada kepentingan masyarakat,” ucap Hakim Saifudin di hadapan media.
Sementara itu Romo A Setyo Wibowo, SJ kepada utusan.net mengatakan sangat berterima kasih diperkenankan bertemu dengan Sultan Hamengkubuwono X bersama-sama dengan tim GNB dalam silaturami ini.
“Saya sangat berterimakasih diperkenankan bertamu menghadap Ngarso Dalem bersama teman-teman Gerakan Nurani Bangsa ini. Sri Sultan Hamengkubowo X menegaskan pentingnya UU perampasan aset bagi pelaku korupsi. Ini menunjukkan bahwa beliau bersikap tegas terhadap perilaku korupsi. Menurut saya, sikap tegas Ngarso Dalem ini sangat penting mengingat penyakit utama bangsa kita adalah korupsi,” kata Romo Setyo Jumat siang , 24 Juli 2026
Silaturahmi Kebangsaan tersebut menjadi pengingat bahwa berbagai persoalan nasional dapat dihadapi melalui semangat musyawarah, saling mendengarkan, dan kerja sama lintas elemen bangsa. Dengan mengedepankan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan gotong royong, diharapkan Indonesia semakin mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus.








