Wanita, Fondasi Utama dalam Keluarga

Pelantikan Pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Sleman

News1130 Views

Sleman. Pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Sleman dilantik di Pendopo Kantor DPRD Kabupaten Sleman, Kamis, 5 Juni 2025. Pelantikan dilakukan Dra. Vicentia Lies Ratnawati, Ketua WKRI DPC Kabupaten Sleman.

Selain para pengurus WKRI DPC Kabupaten Sleman, acara pelantikan juga dihadiri Novi Gustam Ganda (istri Ketua DPRD Sleman), Sari Danang Maharsa (istri Wakil Bupati Sleman), Kepala Dinas P3P2KB (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Wildan Solichin, Rm. Adolfus Suratmo Atmomartaya, Pr (Pastor Paroki Gereja Katolik Paroki Santo Petrus dan Paulus, Klepu), C.B. Ismulyadi (Pembimas Agama Katolik Kemenag Sleman), Wiwik Susilowati dari Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sleman, serta Dra. Restituta Sri Widiastuti, S.E., Ak., CA., Ketua Presidium Wanita Katolik RI DPD DIY, dan Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr (Penasihat Rohani WKRI DPC Sleman) bersama jajaran pengurus WKRI DPD DIY serta tamu undangan.

Para pengurus WKRI Cabang Sleman yang dilantik adalah Sekretaris 1, 2, dan 3; Bendahara 1, 2, dan 3 serta ketua-ketua bidang beserta anggota bidang. Sedangkan Ketua WKRI DPC Sleman Dra. Vincentia Lies Ratnawati dan Wakil Ketua Elisabeth Rita Yuliati sudah dilantik sesaat setelah terpilih dalam Konfercab WKRI DPC Sleman pada 15 Maret 2025.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wildan Solichin, berharap para pengurus yang baru memiliki dedikasi dan semangat dalam menjalankan tugas dengan sebuah tanggung jawab, kerja keras, agar dapat memenuhi kepentingan anggota.

Sebagai organisasi wanita, WKRI memiliki peran penting dan kontribusi besar dalam memajukan wanita Indonesia dalam berbagai bidang, baik pendidikan, kesehatan, ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan pemberdayaan wanita. Karena itu, ia mengajak WKRI agar dapat bersinergi dalam pembangunan dan pemberdayaan wanita, khususnya di Kabupaten Sleman.

“Saya juga mengimbau kepada seluruh pengurus WKRI untuk memberikan edukasi bahwa peran wanita sangat penting sebagai fondasi utama dalam sebuah keluarga. Setiap ibu merupakan pendidik utama dan pertama untuk mewujudkan generasi penerus yang cerdas dan memiliki kepribadian yang mulia. Saya harap, dengan dilantiknya pengurus baru akan melahirkan program-program yang lebih inovatif, berorientasi pada pemberdayaan perempuan, pendidikan, kesejahteraan sosial sehingga mencetak womenpreneur, berdaya, dan mandiri,” kata Danang Maharsa.

Menurutnya, Pemkab Sleman mendukung setiap upaya dalam mewujudkan wanita-wanita yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan mandiri demi meneruskan cita-cita organisasi. WKRI menjadi bagian penting dalam perjuangan bangsa, terutama dalam memperjuangkan hak-hak wanita dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pengurus bukan sekadar menerima atau namanya terpampang dalam deretan daftar nama.

Sementara itu Rm. Dadang mengatakan, di tengah zaman yang terus berubah, peran WKRI makin relevan. “Kita dituntut untuk menjadi agen perubahan yang positif, yang mampu membawa nilai-nilai kasih, keadilan, dan kebenaran dalam setiap aspek kehidupan berdasar terang Injil,” tuturnya.

Rm. Dadang pun mengucapkan terima kasih kepada pengurus baru yang telah bersedia mengemban tugas pelayanan yang dipercayakan oleh anggota. Ia mengajak semua anggota WKRI bekerja sama dengan pengurus untuk mewujudkan peran strategis dalam membangun keluarga, masyarakat, dan Gereja.

“Saya mengajak semua yang hadir untuk mengucap syukur kepada Tuhan yang senantiasa menyertai perjalanan WKRI sampai hari ini. Penyertaaan Tuhan sangat jelas dengan memilih pengurus baru masa bakti 2025-2028 melalui proses manusiawi-lahiriah,” kata Rm. Dadang.

Selanjutnya, Restituta berharap para pengurus bisa menjaga persatuan dan kesatuan anggota. Selain itu, bisa bekerja sama dengan Dewan Pengurus Daerah dan berjejaring dengan instansi atau lembaga dan organisasi lain yang ada di wilayah Kabupaten Sleman.

“Para Ibu memang beda, tapi kami berharap perbedaan menjadikan anugerah untuk berjalan bersama dalam pelayanan. Kita sebagai organisasi massa, kita harus bisa ngayomi, ngayemi, dan ngayani. Harus bisa menanggapi situasi zaman, bisa melakukan program kerja yang berdampak positif untuk masyarakat. Kami berharap kepada para pengurus terpilih untuk bisa mendukung program Wanita Katolik RI DPD DIY dan mendukung program pemerintah, yang dalam waktu dekat mengadakan program pencegahan stunting,” kata Restituta.

Sedangkan Lies mengingatkan para pengurus WKRI DPC Sleman bahwa pelantikan bukan sekadar acara seremonial, tetapi mengandung makna yang sangat mendasar bahwa mereka menerima tugas dan tanggung jawab yang diemban. Sebagai konsekuensinya, mereka harus menjalankan tugas itu dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Jadi, bukan sekadar menerima atau namanya terpampang dalam deretan daftar nama pengurus, tapi dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab yang dilandasi kasih dan semangat melayani, kita menjalankan tugas yang dipercayakan itu dengan baik,” tegas Lies yang sehari-hari guru SMA BOPKRI I Yogyakarta ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *