Wajah Semana Santa Setelah Covid-19

News1158 Views

Larantuka. Pekan Suci di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur terbilang unik melalui beberapa rangkaian kegiatan yang sudah menjadi tradisi.

Selama Pekan Suci, umat Kristiani di Larantuka akan disibukkan dengan persiapan menjelang Semana Santa, yang puncaknya akan tejadi pada hari Jumat Agung, ditandai dengan prosesi mengantarkan patung Tuan Ma dan Tuan Ana mengelilingi kota Larantuka.

Tradisi prosesi ini jika dilihat dalam perspektif budaya, mengungkapkan persatuan, kebersamaan, kerja sama atau gotong royong dalam penyelenggaraan sebuah hajatan.

Prosesi ini tidak hanya diikuti oleh umat Kristiani di Larantuka, tetapi juga oleh peziarah dari luar Kota Larantuka. Mobilitas di Kota Larantuka akan meningkat tajam selama Pekan Suci.

Tradisi yang sudah mendarah daging bagi masyarakat di Kota Larantuka ini tidak pernah sekalipun terlewatkan setiap tahunnya.

Akan tetapi, selama tiga tahun belakangan ini, prosesi Semana Santa terpaksa ditiadakan untuk sementara waktu karena alasan Covid-19 yang saat itu tengah menyebar di Indonesia.

Tentu hal ini menimbulkan kerinduan tersendiri di hati umat Kristiani, terkhusus di Kota Larantuka terhadap Semana Santa.

Pada Pekan Suci tahun ini, Semana Santa yang telah diadakan sejak tahun 1617 dan sempat vakum selama tiga tahun itu kembali diadakan. Tradisi ini tidak akan pernah mati karena masyarakat Larantuka senantiasa menghidupinya.

Melalui wawancara yang dilakukan UTUSAN kepada Monika Bataona, salah satu panitia Semana Santa 2023, diketahui bahwa Semana Santa pada tahun ini dipersiapkan secara matang oleh panitia sejak satu bulan sebelum pelaksanaan Semana Santa.

Monik juga menyampaikan bahwa terdapat upaya peningkatan keamanan dan kenyamanan bagi peziarah Semana Santa tahun ini, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Pada tahun ini panitia melakukan pendaftaran peziarah Semana Santa secara online melalui link khusus dan peziarah juga diwajibkan untuk menggunakan ID card. Selain itu, panitia juga mengupayakan peningkatan keamanan dan kenyamanan peziarah selama Semana Santa dengan pemberlakuan jam peliputan dan titik peliputan agar Prosesi Devosi umat lebih khusyuk dan bermakna,” ucap Monik yang tergabung dalam Divisi Humas dan Media.

Jumlah peziarah Semana Santa pada tahun ini diperkirakan akan membeludak. Monik menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh panitia Semana Santa secara online, diketahui peziarah yang akan hadir berkisar 5.000-an peziarah.

Namun, hingga Jumat, 07 April 2023, jumlah peziarah yang sudah mendaftarkan diri secara langsung kepada panitia melalui pengambilan ID card berkisar 3.000-an peziarah.

Selain itu, Prosesi Semana Santa ini juga disiarkan secara langsung melalui YouTube Komsos Keuskupan Larantuka, untuk menjamah umat yang tidak berkesempatan hadir dan memiliki kerinduan terhadap Prosesi Semana Santa di Larantuka.

Semana Santa telah menjadi wajah Kota Larantuka yang mayoritas masyarakatnya beragama Katolik. Meskipun Semana Santa lekat dengan agama Katolik, di dalam prosesnya umat beragama lain (non-Katolik) juga boleh menghadirinya dan turut berpartisipai untuk menyukseskan Semana Santa.

Partisipasi itu tampak dalam keterlibatan Remaja Masjid dan tokoh lintas agama lainnya dalam penguatan kapasitas keamanan selama Prosesi Semana Santa berlangsung. Inilah bentuk nyata dari toleransi dan kerukunan umat beragama di Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Sejauh pantauan UTUSAN, Prosesi Semana Santa pada tahun 2023 ini berjalan dengan aman, tertib, dan khusyuk. Semana Santa pada tahun ini telah menjawab kerinduan umat.

Jonathan Evan Halim, salah satu peziarah Semana Santa, kepada UTUSAN mengatakan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti Semana Santa di Larantuka.

Ia mengetahui tentang Semana Santa dari sesama teman Katolik yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Oleh karena itu, ia berangkat sendirian ke Larantuka untuk mengalami secara personal Prosesi Semana Santa.

“Saya merasa sangat bahagia bisa merasakan kesakralan Prosesi Semana Santa untuk pertama kalinya. Prosesi Semana Santa berlangsung sangat khusyuk dan membuat saya merasa sungguh bersatu dengan saudara seiman, untuk menemani Bunda Maria yang berduka setelah wafat putranya Yesus Kristus,” ucap lelaki kelahiran Padang yang berdomisili di Surabaya ini.

Foto: Titin Gening/@larantuka_walkingtour

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *