Upacara Sumpah Pemuda Generasi Milenial dan Merawat Semesta di Sungai Kuning

News1365 Views

Sleman. Upacara unik untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-96 dilakukan di bawah DAM Sungai Kuning Padukuhan Sempu, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, D.I. Yogyakarta, Minggu, 27 Oktober 2024. Upacara ini diinisiasi oleh anak muda yang tergabung dalam Komunitas Kali Kuning Parikesit (K3P) Wedomartani sekaligus menandai Peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Upacara bendera Sumpah Pemuda yang diinisiasi generasi milenial ini merupakan kerja sama K3P, Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman. Momentum Hari Sumpah Pemuda (HSP) menjadi pijakan generasi muda bergerak untuk terlibat aktif merawat bumi dan menjaga mata air serta memelihara ekosistem sungai agar tetap lestari.

Ketua K3P Lilyan Nazario mengatakan, peringatan HSP ini bertema “Bersama Pemuda Merawat Semesta”, maka generasi muda diharapkan semakin peduli dengan kelestarian alam.

“Sungai merupakan nadinya bumi. Jadi ya harus kita jaga dan rawat agar terus mampu mendukung kelangsungan kehidupan segenap makhluk di bumi. Harapannya banyak anak muda yang semakin peduli dengan keberadaan sungai sehingga lingkungan kita tetap lestari,” terangnya.

Pelepasan ikan lokal sungai jenis wader dan melem di aliran Sungai Kuning Sempu, Wedomartani, Ngemplak, Sleman.

Acara ini juga dihadiri Kepala DLH Sleman Ephipana Kristiyani. Wanita dari Paroki St. Yohanes Rasul Somohitan, Turi, Sleman ini mengapresiasi peran serta anak-anak muda yang peduli lingkungan.

“Kami bangga anak-anak muda di Desa Wedomartani ini menjadikan momentum Sumpah Pemuda sebagai penyemangat untuk bersatu merawat lingkungan khususnya melestarikan keberadaan sungai,” terangnya saat menjadi inspektur upacara.

Sementara itu, Ketua Tim Urusan Pelaksanaan OP BBWSSO Tirto Admaji, ST,MT yang juga turut hadir dalam acara di sungai yang berhulu di Gunung Merapi ini menyatakan pihaknya akan selalu bekerja sama dengan komunitas-komunitas sungai.

“Kami juga punya kewenangan melakukan pembinaan dan memiliki program kemitraan dengan Komunitas Peduli Sungai (KPS) hingga melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang terjadi di sungai. Maka, jika teman-teman KPS menemukan indikasi pelanggaran sungai, segeralah lapor dan bersurat kepada kami,” katanya.

Komitmen bersama untuk melestarikan ekosistem sungai di Sungai Kuning.

Selain upacara HSP, kegiatan di alam terbuka ini juga dibarengi dengan pembacaan ikrar sungai yang berisi komitmen para pemuda untuk terus melestarikan sungai. Selain itu juga dilakukan penanaman bibit pohon konservasi jenis pule dan penebaran ikan lokal sungai. Peran generasi muda dalam menjaga keberadaan sungai dengan seluruh ekosistem yang ada menjadi penting supaya keberadaan sungai sebagai penyangga kehidupan akan terus lestari.

Acara ini juga melibatkan pemangku-pemangku kepentingan sungai, maka hadir pula dalam acara HSP tersebut jajaran pimpinan DLH Sleman, Kantor Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ), Kementerian Lingkungan Hidup, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Kapanewon Ngemplak, Babinkamtibmas Ngemplak, Lurah Wedomartani, tokoh masyarakat, karang taruna, serta para pegiat lingkungan di DIY.

Ag. Irawan (Koordinator Bidang Edukasi dan Konservasi FKSS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *