Sleman. Sabtu pagi, 21 September 2024, Penerbit-Percetakan PT Kanisius kembali diramaikan oleh kehadiran siswa-siswi TK yang diantar orang tua ataupun secara rombongan dengan menggunakan bus. Apakah ada acara untuk mereka?
Kali ini, PT Kanisius yang tetap bersinergi dengan Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta mengundang siswa-siswi TK Kanisius dari seluruh kawasan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terdiri dari enam Komunitas Sekolah Kanisius (KSK) untuk berdinamika bersama.
Kegiatan yang mengusung tema “Allah Sumber Keadilan” ini merupakan salah satu rangkaian agenda Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Tidak hanya dengan Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta, PT Kanisius juga bersinergi dengan Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Semarang (KAS) untuk mengadakan acara bagi siswa-siswi usia TK. Kegiatan ini sekaligus mendukung program pendampingan iman berjenjang berkelanjutan yang dicanangkan KAS.
Tujuan acara ini pertama-tama ingin mengajak anak-anak terlibat aktif dalam kegiatan BKSN. Kedua, menjadi wadah bagi anak-anak untuk melatih sportivitas dan keberanian tampil di muka umum.
Kepala Yayasan Kanisus Cabang Yogyakarta, Nur Sukapti, S.Pd., menerangkan, “Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta pada kesempatan kali ini menemani anak-anak dalam mengembangkan pertumbuhan iman anak melalui kegiatan Bulan Kitab Suci Nasional. Kegiatan ini suatu bentuk komitmen Yayasan Kanisius selain Komunitas Kasih, Komunitas Iman, dan Komunitas Pengharapan. Komunitas Iman tetap terus membantu orang tua mendampingi anak-anak dari sisi iman.”
Sementara itu, Direktur Utama PT Kanisius, Rm. Eusthacius Azismardopo Subroto, SJ, menyampaikan, “Ada banyak kegiatan di sini. Selain lomba, ada pentas seni. Semoga Ruang Terbuka Hijau ini tetap bisa dirasakan sebagai sebuah arena berkumpul, berjumpa, bersenang-senang. Lombanya boleh dilakukan, tapi tujuan utamanya adalah berjumpa satu sama lain.”

Selanjutnya, Rm. Yohanes Heru Hendarto, SJ, Ketua Badan Pengurus Yayasan Kanisius, menyatakan, “Ibu Nur dan para guru setiap tahun selalu rajin menyelenggarakan acara-acara untuk BKSN. Kesempatan bagi anak-anak untuk lebih mengenal Kitab Suci dengan cara anak-anak adalah sesuatu yang perlu terus kita kembangkan.”
Rm. Heru menjelaskan, di KAS ada tema formatio iman berjenjang berkelanjutan. Oleh karena itu, jenjang-jenjang awal adalah sesuatu yang menarik dan menggembirakan. Ini menjadi sarana membangun persaudaraan dan persahabatan lewat berbagai macam kesempatan.
“Kalau di sini ada piala-piala, itu simbol agar kita jangan hanya main-main, tapi suatu yang serius. Kita bermain dengan serius dan menampilkan secara lebih penuh talenta-talenta anak-anak,” imbuh Rm. Heru.
Dalam acara ini, lomba-lomba diikuti oleh setiap KSK. Tidak hanya untuk siswa-siswi, lomba-lomba ada yang diperuntukkan bagi guru dan orang tua/wali siswa. Lomba-lomba tersebut adalah lomba kolase untuk siswa-siswi TK A dan TK B yang berkolaborasi dengan orang tua, lomba tari Nusantara untuk siswa, lomba Senam Anak Indonesia untuk guru, lomba membaca geguritan untuk guru, serta lomba estafet make up untuk orang tua/wali yang dilaksanakan dalam kelompok dengan jumlah anggota kelompok sejumlah 8 orang.
Masing-masing cabang lomba diambil enam pemenang, yaitu juara I, juara II, juara III, juara harapan I, juara harapan II, dan juara Harapan III.
Acara hari ini dimeriahkan dengan pentas seni dari setiap KSK. KSK Bantul, KSK Sleman Timur, KSK Gunung Kidul, dan KSK Kulon Progo masing-masing menampilkan tarian. Disusul KSK Sleman Barat yang menampilkan nyanyian serta KSK Kota menampilkan gerak dan lagu.














