Bantul. Kamis pagi, 5 Juni 2025, halaman SMP Pangudi Luhur Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tampak berbeda. Aroma tanah basah berpadu dengan semerbak bunga-bunga yang baru ditanam. Suasana sekolah tidak hanya ramai oleh suara siswa, tetapi juga semangat gotong royong yang terasa hangat.
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, seluruh warga sekolah larut dalam kegiatan bertajuk “Cinta Lingkungan”. Sejak pukul 07.00, para siswa, guru, dan karyawan turun langsung membersihkan lingkungan sekolah. Mereka tidak sekadar menyapu dan memungut sampah, tetapi juga membawa serta tanaman bunga dan hias dari rumah—sebuah simbol bahwa cinta lingkungan dimulai dari aksi nyata, sekecil apa pun itu.
Setiap kelas telah ditugaskan membawa sejumlah tanaman sesuai ketentuan dan para guru tak ketinggalan. Tanaman-tanaman itu kemudian ditanam di area taman sekolah, memberi warna baru yang segar dan menyejukkan. Kegiatan ini hanya berlangsung satu jam, tetapi kesannya bisa menumbuhkan kepedulian yang bertahan jauh lebih lama.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kepedulian lingkungan kepada anak-anak,” tutur Eti Kurnia Jatiningsih, S.Psi., guru Bimbingan dan Konseling yang menjadi penggerak kegiatan tersebut. “Dengan mencintai lingkungan, mereka akan terdorong untuk menjaganya, bukan hanya di sekolah, tapi juga di rumah dan masyarakat.”
Menurutnya, membawa tanaman dari rumah bukan hanya soal dekorasi, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab. Setiap anak tahu, tanaman yang mereka bawa bukan sekadar hiasan, tetapi makhluk hidup yang perlu dirawat dan dijaga.
Taman-taman kecil yang kini menghiasi sudut-sudut sekolah bukan hanya mempercantik suasana, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil—dari tangan-tangan mungil para siswa yang belajar mencintai bumi mereka. Di SMP Pangudi Luhur Sedayu, cinta itu kini sedang tumbuh—setangkai demi setangkai.













