Saatnya Berbagi, Saatnya Melayani

Bakti Sosial Prapaskah SMP Stella Duce 1 Yogyakarta

Papan Tulis956 Views

Perwujudan aksi bakti sosial di SMP Stella Duce 1 Yogyakarta memiliki kaitan yang kuat dengan Tahun Yubileum dan masa Prapaskah, karena keduanya menekankan semangat pertobatan, kasih, dan kepedulian terhadap sesama.

Dalam Tahun Yubileum, umat Katolik diajak untuk memperdalam iman melalui tindakan nyata seperti berbagi dengan yang membutuhkan, sebagaimana yang dilakukan dalam bakti sosial ini. Sementara itu, masa Prapaskah adalah waktu refleksi dan pertobatan yang mendorong umat untuk beramal, berdoa, dan berpuasa sebagai bentuk pengorbanan dan solidaritas dengan mereka yang kurang beruntung.

Melalui aksi bakti sosial ini, peserta didik tidak hanya belajar tentang nilai berbagi, tetapi juga menghayati makna kasih Kristiani dengan membantu sesama. Kegiatan ini menjadi cara nyata untuk menjalankan ajaran kasih Tuhan, selaras dengan spirit Tahun Yubileum dan semangat Prapaskah dalam memperbaiki diri serta memperhatikan orang lain yang membutuhkan sekaligus menjadi salah satu momen berbagi yang dikondisikan pada peserta didik, khususnya sebagai perwujudan Aksi Puasa Pembangunan (APP) “Memberi dengan Sukacita Membawa Berkat” (2Kor. 9:7).

Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya belajar tentang pentingnya berbagi dan membantu sesama, tetapi juga mengaplikasikan nilai-nilai iman dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, bakti sosial menjadi sarana konkret untuk merayakan Tahun Yubileum dengan semangat kasih dan kepedulian terhadap masyarakat yang kurang beruntung.

Panti Asuhan Bina Putra Bantul.

SMP Stella Duce 1 Yogyakarta juga bertujuan menanamkan nilai-nilai kasih (compassion) dan kepedulian sejak dini sehingga peserta didik tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Mengumpulkan bahan kebutuhan pokok berupa beras, gula, minyak, dan beberapa tambahan seperti sabun, pasta gigi, dan lain-lain adalah wujud peserta didik dalam berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Dibantu oleh para guru dan karyawan, pengemasan dilakukan tiga hari sebelum didistribusikan pada Kamis dan Jumat, 13-14 Maret 2025, agar paket bantuan siap disalurkan dengan rapi dan tertata.

Setelah semuanya siap, paket-paket tersebut akan didistribusikan kepada Panti Asuhan Cahaya Batin di Minggir Sleman, Yayasan Sayap Ibu 2 di Kalasan, Panti Asuhan Bina Putra di Klodran Bantul, dan Panti Rehabilitasi Plandi di Purworejo.

Pilihan ini ditentukan berdasarkan dari skala kebutuhan yang menjadi prioritas masing masing panti. Mengajak berbagi bukan hal yang mudah. Ngoyak-oyak (mengingatkan), menanyakan pada peserta didik sebagai pengingat, mengirimkan notice agar bersedia menanggapi ajakan berbagi tetap dilakukan.

Bila ada yang memilih untuk tidak berbagi, sekolah sangat hargai karena keputusan itu berdasarkan kehendak bebas.

Ada pula yang memilih untuk tidak berbagi, kami sangat hargai ketika keputusan itu berdasarkan kehendak bebas, karena peserta didik memilih berbagi dengan cara yang lain. Ada pula yang tidak berbagi karena memang keadaan yang belum memungkinkan untuk berbagi. Tidak masalah, kami tidak memaksa. Hal ini justru merupakan bagian komunitas yang “hidup” dan “indah” untuk sama-sama memahami.

“Itu adalah pengalaman yang menyenangkan karena bisa bertemu dengan anak-anak di tempat tersebut dan sedikit berbincang dengan anak-anak dan pengelola panti asuhan Bina Putra. Dari pengalaman singkat itu juga membuatku kagum dengan bagaimana cara mereka diajarkan untuk tetap bersyukur dan bersukacita dalam keadaan apa pun walaupun dengan segala keterbatasan masing-masing,” tutur Advent, siswa kelas 9 Kora-kora.

“Selama berada di panti asuhan, saya merasakan banyak hal yang sangat berharga. Anak-anak di panti asuhan ramah dan penuh semangat, meskipun mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Saya belajar tentang arti berbagi, rasa syukur, dan kasih sayang,” ungkap Ius dalam kesannya selama mengikuti kegiatan penyerahan bakti sosial.

Dengan terlaksananya aksi bakti sosial ini, diharapkan peserta didik semakin memahami makna berbagi dan peduli terhadap sesama, khususnya dalam semangat Tahun Yubileum dan masa Prapaskah. Kegiatan ini bukan sekadar memberi bantuan materi, tetapi juga menjadi wujud nyata dari kasih, solidaritas, dan nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan dalam kehidupan beriman.

Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh dan menginspirasi semua pihak untuk selalu berbuat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

L. Joko Sunarno, S.Si., M.Pd. (Kepala SMP Stella Duce 1 Yogyakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *