PS Vocason Kenalkan Kembali Lagu Inkulturasi di Gereja Kristus Raja Baciro

News1393 Views

Yogyakarta. Minggu malam, 6 Oktober 2024, Gereja Kristus Raja Baciro, Yogyakarta mengadakan Misa inkulturasi yang melibatkan PS Vocason-PML (Paduan Suara Vocalista Sonora-Pusat Musik Liturgi) guna membantu paduan suaranya dengan untaian lagu inkulturasi dari buku Madah Bakti. Misa diselenggarakan dalam rangka penggalangan dana untuk pembangunan gedung pastoran dan pastoral Gereja St. Yusup Bandung di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam Misa Minggu biasa XXVII-B kali ini mengambil tema “Saling Menghargai Secara Tulus dalam Kehidupan Bersama” dengan membahas tentang pentingnya makna kebersamaan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Misa dipimpin Laurentius Suhar Dwi Budi Prasetyo, Pr (Pastor Paroki St. Yusup Bandung) dan Rm. Albertus Hesta Hana Wijayanta, Pr selaku “tuan rumah”.

Rm. Bertus mengatakan, pada dasarnya manusia hidup tidak dapat sendirian, apalagi sebagai makhluk sosial yang selalu butuh orang lain dalam kehidupannya. “Maka, seseorang perlu menghargai dalam tiap gerak kehidupan dengan orang lain. Tidak terlepas dari orang yang sudah punya pasangan ataupun yang memang berkeinginan hidup selibat seperti saya,” seloroh Rm. Bertus disambut senyuman semua umat yang hadir.

Pilihan lagu inkulturasi

Maria Satya Rani, koordinator Tim Pelayanan musik, bagian dari Tim Liturgi Gereja Kristus Raja Baciro, mengungkapkan penggunaan lagu inkulturasi dalam Misa kali ini adalah usulannya. Tujuannya ialah untuk lebih memopulerkan lagu inkulturasi dalam Madah Bakti.

Sebab, banyak umat Paroki Baciro yang kurang familier dengan lagu-lagu di bagian belakang buku tersebut, terutama lagu-lagu inkulturasi karena masih jarang dinyanyikan.

“Ini wujud upaya untuk membangkitkan kembali lagu inkulturasi. Karena dibawakan PS Vocason yang masih concern dengan lagu-lagu inkulturasi, maka kami ingin menunjukkannya sebagai panduan (contoh-Red.). Semoga ke depan, paduan suara di Gereja Baciro bisa ‘kesetrum’ untuk ikut menggelorakan lagu inkulturasi di sini,” jelas Rani berharap.

Untuk mendukung langkah tersebut, sejak awal September 2024 setiap Sabtu, PS Vocason yang bermarkas di PML Jl. Ahmad Jazuli 2 Yogyakarta mengadakan latihan untuk tugas ini.

Beberapa lagu inkulturasi yang ditampilkan dalam Misa kali ini di antaranya Allah adalah Kasih (gaya Flores), Curahkan Kasihmu ya Tuhan (gaya Kei), Hidup Cerah (gaya Melayu), Berbudi Luhur (gaya Jawa), Penyegar Hidup (gaya Kupel, Irian/Papua), dan lain sebagainya.

Untuk mendukung suasana doa, agar lagu inkulturasi sesuai dengan daerah aslinya, maka selain iringan organ, juga digunakan beberapa alat musik tradisional, diantaranya angklung, bas bambu, rebana, suling, kelentangan, gendang, serta gong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *