Yogyakarta. Kabar dukacita datang dari Yayasan Panti Rapih. Salah satu Pembina Yayasan Panti Rapih (YPR) serta Pengurus Yayasan Slamet Rijadi Yogyakarta (YSRY), Tarsisius Hani Handoko berpulang dengan damai pada Senin, 20 Maret 2023 dalam usia 65 tahun, sekitar pukul 21.20 di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.
Misa Requiem digelar secara luring dan daring untuk mendoakan dan mengantarkan Tarsisius Hani Handoko ke peristirahatan terakhir. Misa dipimpin oleh Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko pada Selasa, 21 Maret 2023 pukul 18.00 di Kapel RS Panti Rapih dan dihadiri oleh keluarga besar Tarsisius Hani Handoko, Ketua Umum Yayasan Panti Rapih, Kongregasi Carolus Borromeus, Pengurus Yayasan Slamet Rijadi Yogyakarta, Jajaran Direksi unit karya Yayasan Panti Rapih, dan segenap staf.
Semasa hidup, Tarsisius Hani Handoko atau yang akrab disapa dengan “Pak Hani” ini dikenal sebagai sosok yang tak kenal lelah dalam menyumbangkan ide serta gagasan-gagasannya untuk mengembangkan dan memajukan Yayasan Panti Rapih dan YSRY yang menyelenggarakan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Hani pernah menjabat sebagai Direktur Program Magister Manajemen, sekaligus dosen pengajar aktif di Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada. Setelah meraih gelar doktorandus dari Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada, pada tahun 1981, melanjutkan studi dan meraih gelar Master of Business Administration dari State University of New York (1987) dan gelar Doctor of Philosophy dari University of Kentucky, USA pada tahun 1991. Hani adalah pakar dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Kepemimpinan dan Inovasi, Perilaku Organisasional, Kepemimpinan Strategik, dan Teori Organisasi.
Semasa hidupnya sebagai seorang akademisi dan peneliti, Hani aktif mengajar, melakukan penelitian, dan telah mempublikasikan beberapa hasil riset dalam jurnal berskala nasional dan internasional. Selain itu, beliau aktif terlibat dalam kegiatan profesional seperti konsultasi dan pengelolaan organisasi bisnis serta sebagai instruktur dan pemateri dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh berbagai organisasi bisnis di Indonesia.

Keterlibatan Hani di Yayasan Panti Rapih dimulai 1995-2006 sebagai Bendahara Pengurus YPR, setelah itu menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus YPR hingga 2021 dan terakhir menjabat sebagai Pembina YPR.
“Kehadiran Pak Hani selalu memberikan warna. Meskipun sakit, susah bicara, namun semangat untuk memberikan diri sangat luar biasa. Selalu ada ide cemerlang dan konsisten diperjuangkan dari waktu kewaktu. Semangat untuk menyumbangkan karya bagi Gereja dan masyarakat,” kesan Mgr. Rubiyatmoko dalam homili Ekaristinya.
“Meskipun sakit, dalam keadaan tidak sehat, beliau masih mengikuti rapat Yayasan. Dedikasi beliau tidak akan terlupakan. Keramahan dan sapaan yang disampaikan selalu memberikan kesan mendalam,” kesan Prof. Dr. Maria SW Sumardjono, SH, MCL, MPA, Pembina Yayasan Slamet Rijadi Yogyakarta.

Beberapa sambutan dan kesan sahabat juga disampaikan oleh Sr. Yustiana, CB, Wakil Kongregasi CB, serta Maria Ratih Vidyaparamita selaku wakil Keluarga dan putri pertama.
Misa tutup peti dan pemberangkatan jenazah dipimpin oleh Rm. Thomas Budi Riyanto, MSF pada Rabu, 22 Maret 2023 pukul 10.00 dan diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir di Makam UGM Sawitsari pukul 11.30.
Begitu banyak karya dan jasa yang telah diberikan oleh Hani bagi keluarga besar Yayasan Panti Rapih dan dunia pendidikan. Seluruh nilai dan teladan yang telah ditanamkan oleh Hani kiranya dapat menjadi warisan berharga yang harus terus diperjuangkan untuk mengembangkan dan memajukan karya kesehatan serta pendidikan.
“Selamat jalan Pak Hani, terima kasih atas jasa dan pengabdianmu, semangat perjuanganmu akan terus menyala dalam hati kami.”













