Misa Arwah di USD, Menghidupkan Kasih bagi Mereka yang Telah Berpulang

News91 Views

Yogyakarta – Dalam rangka Peringatan Arwah Semua Orang Beriman, Senin, 2 November 2026, Campus Ministry, Unit Pelayanan dan Kerohanian Universitas Sanata Dhamar (USD) Yogyakarta,  menyelenggarakan misa arwah dipimpin oleh Romo Fransiskus Asisi Mite, Pr. Perayaan misa arwah ini berlangsung di Kapel Santo Robertus Bellarminus, Kampus I USD.

Sejumlah Karyawan USD, para mahasiswa, suster, serta sejumlah umat katolik dari luar lingkungan kampus turut mengikuti Ekaristi tersebut.

Meskipun jumlah umat yang hadir tidak banyak, Ekaristi tetap berlangsung penuh khidmat. Perayaan ini menjadi bentuk doa dan penghormatan bagi keluarga serta orang-orang terkasih yang telah meninggal dunia. Kehadiran umat dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa peringatan arwah merupakan momen penting untuk mengenang dan mendoakan mereka yang telah berpulang.

Dalam homilinya, Romo Mite menyampaikan pesan mendalam yang merujuk pada bacaan Kitab Suci, khususnya Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus. Ia mengingatkan bahwa kematian bukanlah akhir segalanya, melainkan sebuah jalan menuju kebangkitan dan persatuan dengan Kristus.

“Kita berdoa justru karena kita yakin bahwa maut bukanlah akhir,” jelas Romo Mite.

Lebih lanjut, Romo Mite pun menekankan tiga poin penting yang wajib dibawa pulang oleh umat di hari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman ini.

Pertama, mendoakan arwah bukan sekadar rutinitas atau kalender tradisi tahunan, melainkan wujud nyata dari kasih yang menembus batas kehidupan dan kematian.

Kedua, kesadaran akan batas usia seharusnya mengikis kebiasaan menunda damai. Hidup yang singkat ini terlalu berharga jika dihabiskan untuk menyimpan dendam, sehingga saling memaafkan harus diselesaikan selagi sempat.

Ketiga, setiap orang diajak untuk terus mawas diri dan mempersiapkan kualitas hidup spiritualnya.

Dua mahasiswi USD dari Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik angkatan 2023, Nifa dan Elis, yang hadir dalam Ekaristi ini mengungkapkan kesan mendalam tentang makna Hari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman.

Elis menuturkan, bahwa Misa Arwah memberinya ruang rohani untuk melepas rindu kepada kerabat yang telah meninggal dunia.

“Ketika kerabat terdekat masih hidup, kita dapat dengan mudah berjumpa dan bertegur sapa. Namun, saat mereka telah berpulang, perayaan Misa dan doa menjadi satu-satunya sarana komunikasi kita untuk terus melestarikan rasa kasih sayang kepada mereka,” tutur Elis.

Romo Fransiskus Asisi Mite, Pr (tengah) berfoto bersama petugas seusai Ekaristi Peringatan Arwah Semua Orang Umat Beriman di Kapel Santo Robertus Bellarminus, Kampus I USD. (Mega Dayana Sari).

Sementara itu, kesan dan kemantapan hati pun dirasakan Nifa. Ia menjadi jelas, bahwa kematian bukanlah akhir, menurutnya kematian hanyalah diubah.

“Kematian itu bukan akhir ya, tapi hidupnya yang diubah. Siapapun dan orang-orang yang sudah meninggal itu kayak menjadi jawaban. Kan sebelumnya mungkin ada yang bertanya-tanya mereka itu ke mana. Di sini juga sudah cukup menjawab dan juga kayak teryakinkan bahwa yang meninggal itu, selama dia beriman, yang datang kepada Tuhan itu tidak akan dibuang oleh Tuhan,” ungkap Nifa.

Lebih lanjut, Nifa menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam perayaan liturgi tersebut menjadi sarana untuk semakin mematangkan kedewasaan iman.

 “Umat tidak perlu menunggu pemahaman teologis yang mendalam untuk dapat hadir. Cukup hadir dan ikuti perayaannya. Seiring berjalannya waktu, kita akan memahami bahwa doa-doa kita sangat berarti bagi jiwa-jiwa yang telah berpulang,“ katanya.

Bagi Umat Katolik, peringatan hari arwah ini menjadi pengingat untuk tidak melupakan mereka yang telah mendahului dalam kehidupan. Melalui doa dan perayaan Ekaristi, umat diajak untuk tetap memelihara kasih kepada orang-orang yang telah berpulang sekaligus menyerahkan kehidupan mereka kepada belas kasih Allah.

Momen ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang keluarga dan kerabat yang telah meninggal, tetapi juga mengajak setiap umat untuk merefleksikan kehidupan yang sedang dijalani. Setiap pribadi diajak memperkuat iman dan menyadari bahwa harapan akan kehidupan kekal merupakan bagian penting dari iman Kristiani.


Emeriks Noviana Endah Purwati dan Mega Dayana Sari
Mahasiwa PBSI Universitas Sanata Dharma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *