Mgr. Maksi Ajak Umat Stasi Cumbi Hidupi Semangat Pertobatan

News1242 Views

Manggarai Barat. Minggu, 6 April 2025, umat Stasi Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Cumbi, Paroki Kerahiman Ilahi, Sok Rutung, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) amat bersukacita menerima kedatangan Mgr. Maksimus Regus.

Sejak ditahbiskan, ia memiliki komitmen untuk selalu merayakan Ekaristi bersama umat pada hari Minggu, entah di pusat paroki atau di stasi. Bagi umat Stasi Cumbi, kehadiran Mgr. Maksi merupakan sesuatu yang amat istimewa, karena mereka sudah lama merindukannya setelah pertama kali dikunjungi oleh Mgr. Wilhelmus van Bekkum, SVD.

“Ini merupakan rahmat besar bagi kami umat di stasi ini, karena seorang uskup mau hadir di stasi. Di luar dugaan kami. Kami merasa dihargai dan diperhatikan,” kata Aleksius Hagul, seorang tokoh umat.

Umat sudah berkumpul di pelataran kapel sejak pukul 08.00 WIT. Para pengurus stasi bersama tokoh umat menerima Mgr. Maksi secara adat di gapura di depan kapel dan dilanjutkan di dalam kapel.

Dengan mengutip nubuat Yesaya, Mgr. Maksi mengajak umat untuk memaknai masa Prapaskah sebagai perjalanan pembaruan diri dan tobat. “Allah sungguh baik kepada umat Israel. Sekalipun mereka sering tidak setia kepada-Nya, Ia mengampuni mereka. Bahkan, Ia melupakan masa lalu mereka yang penuh dengan dosa. Allah hanya melihat masa depan Israel. Karena itu, Yesaya mengajak umat Israel untuk membangun pengharapan dalam semangat tobat. Kita juga diajak untuk melihat Allah sebagai sumber kerahiman yang menerima kita kembali ke pangkuan-Nya sekalipun kita sudah berdosa,” tuturnya.

Selanjutnya, Mgr. Maksi mengangkat pengalaman rasul Paulus sebagai model bagi orang beriman. “Masa lalu Paulus adalah Saulus, sang penganiaya jemaat Kristen. Tetapi ia diubah oleh Allah secara ajaib di tengah jalan ketika hendak menganiaya jemaat Kristen setelah mendapat semacam surat rekomendasi dari Mahkamah Agama Yahudi di Yerusalem. Setelah berjumpa dengan Kristus, Paulus melihat masa lalunya sebagai suatu kerugian, karena pengenalan akan Kristus membawa sukacita hidup dan keselamatan. Pengalaman Paulus ini menunjukkan kasih Allah yang besar,” ujar Mgr. Maksi.

Senada dengan kisah Injil hari itu, seorang perempuan yang kedapatan berzina diselamatkan oleh Yesus. Namun, Yesus berpesan agar ia tidak lagi melakukan dosa dalam hidup. “Kerahiman Allah inilah yang mesti kita renungkan di masa Prapaskah ini. Kita pun diajak untuk rela mengampuni sesama dalam hidup,” pungkas Mgr. Maksi.

Pastor Paroki Sok Rutung Rm. Ferdinandus Mayus, Pr yang juga hadir dalam Perayaan Ekaristi mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kunjungan Mgr. Maksi. “Beberapa hari lalu, Bapa Uskup menyampaikan rencana kunjungan ini kepada saya dengan pesan agar tidak perlu menyiapkan acara penerimaan. Tetapi umat tidak setuju, karena Bapa Uskup baru pertama kali mengunjungi stasi ini. Mereka tetap membuat gapura dan prosesi adat sebagaimana biasanya. Semua ini dilakukan sebagai ungkapan sukacita dan antusiasme mereka menyambut kehadiran Bapa Uskup,” terangnya.  

Sementara itu Marselinus Joni selaku Ketua Dewan Stasi selain memberikan informasi sekilas mengenai sejarah Stasi Cumbi, jumlah umat, dan karya pastoral yang dijalankan, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Mgr. Maksi.

“Kami sungguh merasa terhormat dikunjungi Bapa Uskup hari ini. Kami berharap agar pelayanan serupa bisa dilakukan di kemudian hari sebagai bentuk perhatian dan penguatan bagi umat di wilayah pesisir selatan ini,” ucapnya.

Setelah Perayaan Ekaristi diselenggarakan sesi dialog pastoral. Para pengurus dewan stasi, pengurus Komunitas Basis Gerejawi (KBG), dan tokoh-tokoh umat menyampaikan harapan-harapan mereka kepada Mgr. Maksi, di antaranya berkaitan dengan sertifikasi tanah stasi, perhatian terhadap guru-guru Pendidikan Agama Katolik di SD Katolik, pendampingan terhadap anak dan generasi muda, serta pengembangan stasi ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *