Juara Kasih dalam Olimpiade Akbar Kehidupan

Pertemuan Paus Fransiskus dengan para Penerima Manfaat dari Organisasi Amal

News2060 Views

Jakarta. Agenda kedua Paus Fransiskus pada Kamis, 5 September 2024, usai mengunjungi Masjid Istiqlal, ia menuju Kantor Pusat Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) untuk menyapa para penyandang disabilitas, orang sakit, serta orang miskin penerima manfaat dari organisasi amal.

Pertemuan berlangsung di Aula Henry Soetio, lantai 8. Di situlah, Paus Fransiskus mendengarkan sharing dari Mimi Mariani Lusli dan Michael Andrew Nathaniel. Mereka berdua didampingi Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC dan Mgr. Adrianus Sunarko, OFM selaku Wakil Ketua I KWI.

Di hadapan Paus Fransiskus, Mgr. Sunarko menyampaikan kata pengantar, “Hidup dan karya Anda mencerminkan belas kasih Yesus kepada kami, terutama melalui kepedulian Anda terhadap para saudara-saudari kami yang lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.”

Dalam rangka merayakan 100 tahun, KWI memfokuskan diri pada kebutuhan mereka yang berada di pinggiran. “Di sini ada beberapa orang difabel, sakit, dan miskin yang ingin meminta berkat Anda. Dua dari mereka ingin berbagi cerita dengan Anda,” sebut Mgr. Sunarko sembari mempersilakan keduanya untuk berbicara.

Mimi Mariani Lusli dan Michael Andrew Nathaniel menyampaikan sharing kepada Paus Fransiskus. (INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/IWAN JAYADI)

Diawali oleh Mimi Mariani Lusli yang mengalami penurunan kemampuan penglihatannya sejak kelas lima sekolah dasar. Mimi pun harus berhenti sekolah karena kondisinya semakin sulit untuk memahami pelajaran.

“Sebagai seorang Katolik muda, saya berada di jalan salib. Namun, Yesus sama sekali tidak meninggalkan saya. Sebaliknya, Dia mengajari saya bagaimana menuntun kehidupan saya. Yesus, mercusuar harapan kita, selalu memperjuangkan kebutuhan-kebutuhan, terutama bagi kaum disabilitas,” saksi pendiri Mimi Institute ini.

Mimi Institute memiliki visi memberdayakan para penyandang disabilitas dalam rangka meningkatkan semangat juang dan kemandirian dalam membantu diri mereka saat berinteraksi dengan masyarakat. Mimi sendiri pernah menjadi guru SMA Santa Ursula dan BHK Kristoforus Grogol, serta menjadi dosen di Universitas Atma Jaya Jakarta (1994 – 2003).

“Saya sangat percaya, Dia menciptakan manusia dengan kemampuan yang unik. Dunia kita beragam dan disabilitas hanyalah salah satu aspek dari keragaman tersebut. Kita semua harus mengambil tanggung jawab dan secara aktif membela kaum disabilitas,” pungkas Mimi.

Selanjutnya, Michael Andrew Nathaniel, seorang remaja berusia 18 tahun. Andrew didiagnosis menyandang Autism Spectrum Disorder (ASD), yakni gangguan perkembangan otak dan saraf yang memengaruhi cara seseorang berkomunikasi, berinteraksi, belajar, dan berperilaku.

“Sekarang, saya didiagnosis dengan Mild Intellectual Disability (MID),” sebut Andrew.

MID atau disabilitas intelektual ringan adalah kondisi yang ditandai dengan defisit fungsi intelektual, khususnya dalam pemikiran abstrak dan teoretis.

“Saya menjalani ke sesi terapi supaya tubuh dan otak saya menjadi lebih baik. Kedua orang tua saya sangat mencintai saya tanpa syarat. Bagi saya, mereka menyediakan terapis dan ahli terbaik di kota ini,” syukur Andrew.

Ia pun dengan bangga mengatakan dirinya telah terpilih sebagai kontingen Jakarta Timur dalam paraolimpiade cabang olahraga renang. Ia pun ingin menjadi orang yang mandiri. Sekarang, ia sedang belajar bermain gitar dan drum.

“Bapa Suci, terima kasih telah mendengarkan cerita saya, juga karena telah mengunjungi dan memberkati kami semua. Mohon berkati orang tua saya yang luar biasa dan semua orang tua dengan anak-anak istimewa di seluruh dunia,” pinta Andrew.

Paus Fransiskus: “Kalian adalah bintang yang bersinar di langit Nusantara ini.” (INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)

Sesudah itu, Paus Fransiskus memberikan tanggapan. Menurutnya, sangat tepat bila para uskup Indonesia memilih untuk merayakan 100 tahun berdirinya KWI bersama-sama dengan para penyandang disabilitas, orang sakit, dan orang miskin ini.

“Kalian adalah bintang yang bersinar di langit Nusantara ini. Kalian adalah para anggota yang paling berharga dari Gereja ini. Kalian adalah harta karun. Saya sepenuhnya setuju dengan apa yang Mimi katakan kepada kita. Allah menciptakan manusia dengan kemampuan-kemampuan unik untuk memperkaya keragaman dunia kita. Mimi menunjukkan kepada kita tentang hal ini dengan berbicara secara indah tentang Yesus sebagai mercusuar harapan kita. Terima kasih, Mimi,” ucap Paus Fransiskus memuji.

Ia lantas mengingatkan betapa penting bekerja sama di dunia, Gereja, dan keluarga, seperti yang diingatkan oleh Andrew. Bila ada kesulitan hendaknya dihadapi bersama-sama. “Ketika semua orang melakukan yang terbaik dan kita masing-masing memberikan kontribusi, niscaya akan memperkaya dan membantu kita menemukan kembali setiap harinya. Mari, kita ucapkan selamat sekali lagi kepada kepada Andre yang telah berpartisipasi dalam kompetisi para olimpiade. Mari kita tepuk tangan sekali lagi,” ajak Paus Fransiskus.

Tidak hanya untuk Andrew, Paus Fransiskus mengajak semua yang hadir bertepuk tangan dengan meriah untuk diri sendiri. “Ya, karena kita semua dipanggil untuk bersama-sama menjadi juara kasih dalam olimpiade akbar kehidupan ini,” terang Paus Fransiskus.

Kemudian, Paus Fransiskus mengingatkan lagi, “Kita semua membutuhkan satu sama lain dan ini bukan hal yang buruk. Hal ini membantu kita semakin memahami bahwa hal terpenting dalam hidup kita adalah kasih.”

Ia juga mengajak para hadirin untuk menyadari ada begitu banyak orang baik di sekeliling mereka. Hal ini juga mengingatkan betapa besar Tuhan mengasihi mereka masing-masing dengan keterbatasan dan kesulitannya.

“Masing-masing dari kita itu unik di mata-Nya dan Dia tidak pernah melupakan kita. Tidak pernah,” tegas Bapa Suci. “Mari kita selalu mengingatnya untuk menjaga harapan kita tetap hidup dan selanjutnya berjuang tanpa kenal lelah guna membuat hidup kita menjadi anugerah bagi orang lain,” ajaknya.

Secara istimewa, Paus Fransiskus mengucapkan selamat ulang tahun ke-87 kepada seorang ibu yang fotonya berada di sebuah kursi kosong. “Marilah kita merayakan ulang tahunnya secara bersama-sama bertepuk tangan,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *