Gitar Kansas, Kembangkan Literasi Melalui Cipta Cerita Fiksi

Papan Tulis1000 Views

Budaya literasi generasi Alpha (lahir antara tahun 2010 dan 2024) masih tergolong minim. Apalagi di tengah gempuran teknologi yang serbadigital. Padahal, literasi memiliki peran yang sangat penting karena dapat membekali diri dengan skill berpikir kritis, kreatif, dan inovatif sehingga membentuk kecerdasan dalam melihat dan menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi pada kehidupan sehari-hari.

Upaya peningkatan kemampuan literasi tidak hanya tugas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip), tetapi juga seluruh masyarakat dan sekolah menjadi lembaga yang memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi pada generasi alpha.

Generasi Alpha menginginkan hal-hal yang instan dan kurang menghargai proses. Keasyikan dengan gawai membuat mereka teralienasi secara sosial. Dr. Neil Aldrin, M.Psi, Psikolog, (Yeni, 2017) mengungkapkan generasi Alpha cenderung bersikap lebih pragmatis materialistik, karena dibesarkan pada era kemajuan teknologi.

Mereka juga berpikir dengan sangat praktis, kurang memerhatikan nilai-nilai, dan secara umum lebih egoistis di banding generasi-generasi sebelumnya. Oleh karena itu, memberikan ruang bagi generasi Alpha untuk mengolah pikiran dan rasa dalam mendalami makna dari setiap perjumpaan, relasi, dan pengalaman nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari akan lebih membentuk mereka menjadi pribadi yang bisa menghargai proses yang dialami dan mengambil kebaikan pada setiap peristiwa yang terjadi. Hal ini bisa dilakukan dengan menanamkan budaya literasi sejak dini.

Budaya literasi tidak tercipta begitu saja tanpa dilatih dan dibiasakan, karena literasi merupakan paket lengkap; tak hanya kemampuan seseorang dalam berbicara, menulis, membaca, dan menghitung, tetapi juga tingkat keterampilan berpola pikir dalam mencari solusi sebuah permasalahan dan menerapkannya dalam keseharian.

Terbentuknya pribadi yang unggul sangat didukung oleh kemampuan literasi yang dimiliki karena mampu mengembangkan kemampuan belajar dan berkomunikasi. Dalam proses pembelajaran, literasi menjadi hal yang sangat penting, karena segala hal yang dipelajari oleh peserta didik semuanya memerlukan kompetensi literasi untuk bisa diserap menjadi pengetahuan.

Oleh karena itu meningkatan budaya literasi pada generasi alpha menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung peningkatan penguasaan pengetahuan setiap pribadi demi terbentuknya pribadi yang unggul.

Peserta didik diajak mengembangkan kemampuan menulis dengan tema yang berbeda.

SMP Kanisius Kalasan sebagai salah satu lembaga pendidikan formal berupaya mengambil bagian dalam meningkatkan kemampuan literasi dan membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan Gitar Kansas (Gerakan Literasi SMP Kanisius Kalasan).

Gerakan literasi sekolah adalah sebuah gerakan dalam upaya menumbuhkan budi pekerti peserta didik yang bertujuan agar peserta didik memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.

Gitar Kansas membentuk peserta didik yang memiliki budaya literasi. Hal ini merupakan wujud nyata bahwa pendidikan merupakan fondasi dari sebuah bangsa untuk mengupayakan suatu peradaban maju dan berkualitas demi tercapainya pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Gitar Kansas sudah dirintis sejak empat tahun yang lalu dan menjadi program unggulan di SMP Kanisius Kalasan yang memberi ruang dan apresiasi bagi seluruh peserta didik untuk mengembangkan talenta menulis dan menghasilkan karya dalam bentuk buku yang diakui Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).

Setiap tahunnya, peserta didik diajak untuk mengembangkan kemampuan menulis dengan tema yang berbeda sehingga mereka memiliki kekayaan pengalaman dalam menulis. Pada tahun ajaran 2024/2025, Gitar Kansas mengajak peserta didik untuk mengembangkan kemampuan literasi melalui cipta cerita fiksi dengan pendampingan dari tim literasi sekolah.

Tim Gitar Kansas merencanakan dua tahap penjaringan untuk seleksi hasil karya terbaik yang akan diproses, dicetak, serta di-launching pada kegiatan bedah buku yang sudah menjadi agenda rutin tahunan SMP Kanisius Kalasan.

Tahap penjaringan pertama dilaksanakan pada hari Kamis, 12 September 2024 dan diikuti oleh seluruh peserta didik. Tim pendamping Gitar Kansas yang terdiri dari Ibu Nulifara Sekar Arum Sari, S.S., Ibu Ignatia Wiwik Ambarwati, S.Pd., dan Ibu Martina Novi Tensawanti, S.Pd., M.Pd. menjelaskan kepada peserta didik tentang cerita fiksi dan kriteria penjaringan.

Setelah mendapatkan penjelasan dari tim pendamping Gitar Kansas, seluruh peserta didik mendapatkan kesempatan untuk menuliskan cerita fantasi mereka di kelas masing-masing. Hasil karya mereka kemudian dikumpulkan dan akan diseleksi oleh tim pendamping Gitar Kansas.

Kegiatan Gitar Kansas ini diharapkan dapat mewujudkan peserta didik sesuai dengan tagline SMP Kanisius Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), “Karakter Hebat Prestasi Dapat”, yakni sekolah bisa mengarahkan setiap peserta didik untuk melatih dan mengembangkan kecakapan menjadi pribadi berkarakter dan berprestasi.

Heffi Widyaningrum, S.Pd.Si. (Guru SMP Kanisius Kalasan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment