Gereja Purbayan, Rumah dan Ruang Tumbuh Tak Berkesudahan

News1674 Views

Solo. Gereja St. Antonius Padua Purbayan, yang terletak di Jalan Arifin, Solo, merayakan hari jadinya yang ke-108 pada Kamis, 14 November 2024. Gereja yang berdiri sejak tahun 1916 ini merupakan salah satu gereja Katolik tertua di Kota Solo dan terus kukuh menjadi pusat kegiatan umat Katolik di wilayah tersebut hingga saat ini.

Perayaan tahun ini mengangkat tema “Bertumbuh dalam Iman dengan Kasihnya yang Tak Berkesudahan”, yang terinspirasi dari angka delapan sebagai simbol tak terhingga, mencerminkan harapan akan kasih Tuhan yang tidak pernah berakhir.

Vikaris Parokial Paroki Purbayan Rm. Antonius Bagas Prasetya Adi Nugraha, SJ menyampaikan, “Angka delapan menjadi lambang infinitas yang diharapkan dapat merefleksikan perjalanan kasih Tuhan yang terus-menerus, tanpa ujung, bagi kebahagiaan umat manusia. Semoga gereja ini selalu menjadi rumah dan ruang tumbuh yang tak berkesudahan bagi kita semua.”

Kegiatan perayaan ini dimotori oleh OMK (Orang Muda Katolik) Gereja Purbayan dengan Felixcianus Bayu Aji Prakoso sebagai ketua panitia. Felix mengungkapkan kebanggaannya karena OMK menjadi titik penggerak dari perayaan akbar ini, meskipun persiapannya dilakukan hanya dalam waktu satu bulan.

“Perjalanan dari ragam kegiatan sejak tanggal 27 Oktober hingga puncak perayaan ini menjadi jawaban atas ketidakpercayaan diri kami sebelumnya. Kami bersyukur dapat menyelesaikan perayaan ini dengan baik,” ungkap Felix.

Umat bergembira dalam acara malam selebrasi.

Rangkaian acara perayaan hari jadi ke-108 ini telah dimulai sejak 27 Oktober 2024 dengan berbagai kegiatan untuk seluruh umat dan masyarakat. Acara pembuka berupa lomba permainan tradisional di SMP Kanisius 1 Surakarta.

Pada 30 Oktober 2024, digelar ibadat Taize dan sarasehan di aula Ignatius Loyola yang membahas tema “Tantangan Kehidupan Modern: Menjaga Iman di Tengah Godaan Dunia”.

Selanjutnya, kegiatan berbagi bibit tanaman pada 10 November 2024 dalam kegiatan Car Free Day Jalan Slamet Riyadi. Panitia membagikan 400 bibit kepada masyarakat umum dan 100 bibit untuk umat Gereja.

Felix menjelaskan, “Selain membangkitkan semangat OMK di kehidupan Gereja, rangkaian acara ini juga sebagai wujud nyata kasih Gereja Purbayan kepada masyarakat luas.”

Puncak perayaan dilaksanakan pada 14 November 2024 dengan Perayaan Ekaristi syukur yang dipimpin Rm. Bagas sebagai selebran, didampingi Rm. Walterus Teguh Santosa, SJ, Rm. Joseph Situmorang. SJ, Rm. Fransiskus Kristino Mari Asisi, SJ, Rm. Lukas Bagus Dwiko, SJ, dan Rm. FX Widyoko, SJ sebagai konselebran.

Usai misa, umat bergembira dalam acara malam selebrasi yang diisi berbagai penampilan, mulai dari paduan suara, pembacaan puisi oleh PIA Purbayan, hingga tarian merak, drama musikal, dan flashmob dari berbagai rayon.

Penampilan musik oleh Putra Altar Band, Insu Band, dan Suka Tentrem Band menjadi penutup yang manis dari rangkaian malam selebrasi ini. “Setelah dua tahun terakhir perayaan Gereja terasa redup, inilah momen kebangkitan kita bersama. Untuk HUT ke-110, kami berencana menghadirkan perayaan yang lebih meriah di lokasi yang berbeda,” tambah Felix.

Perayaan hari jadi ke-108 Gereja St. Antonius Padua Purbayan menjadi bukti nyata bagaimana iman dan kasih dapat terus tumbuh dan membawa kebahagiaan, tidak hanya bagi umat, tetapi juga masyarakat di sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *