Donor Darah Gereja Baciro, Wujud Berbagi Paling Sederhana

News1491 Views

Yogyakarta. Kegiatan Donor Darah dilaksanakan di Gereja Kristus Raja Baciro Yogyakarta pada Minggu, 26 Maret 2023. Kegiatan ini rutin dilaksanakan sesuai dengan ketentuan minimal 60 hari seseorang boleh melakukan pendonoran darah kembali. Kegiatan ini diselenggarakan oleh tim pelayanan kesehatan dari Klinik Panti Usada bersama Palang Merah Indonesia (PMI). Sebelum kegiatan donor darah dilaksanakan, tim pelayanan kesehatan menyebarkan infromasi melalui grup WhastApp masing-masing lingkungan untuk disampaikan di setiap umat. Selain itu, infomasi dapat didengar melalui pengumuman gereja setelah Misa selesai.

Pengambilan darah dilakukan di Ruang Nazaret dan didampingi oleh tenaga kesehatan. Jumlah kantong darah yang diperoleh dalam sebulan kurang lebih mencapai 50 kantong darah. Selama bulan puasa, Klinik Panti Usada Gereja Baciro hanya terbuka bagi pendonor darah beragama Katolik, mengingat umat Islam sedang menjalankan puasa dan tidak memungkinkan untuk melakukan pendonoran darah.

Pelaksanaan donor darah memang sengaja diadakan pada hari Minggu agar umat yang mengikuti Misa dapat langsung mendonorkan darah tanpa harus meluangkan waktu lain. Sebelum mendonorkan darah, pendonor wajib mengisi formulir terlebih dulu untuk menjamin kualitas darah yang didonorkan tidak membawa penyakit. Berat badan, tensi, dan HB juga diukur sebagai syarat seseorang bisa melakukan donor darah.

Bernadinus Narawisnu, Ketua Bidang Pelayanan, mengungkapkan tujuan utama dari kegiatan ini sebagai bentuk berbagi yang paling sederhana meskipun darah merupakan bagian penting dalam tubuh manusia. “Tujuan utama kegiatan ini adalah berbagi, karena bidang kami adalah bidang pelayanan sosial, dan salah satu wajah Gereja adalah tim pelayanan kesehatan. Kami memenuhi kebutuhan nyata di masyarakat, yaitu darah. Kami mengagendakan kegiatan ini secara rutin dalam program kegiatan pelayanan kesehatan, terutama di bulan puasa,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan latar belakang dari kegiatan ini, yaitu melayani sesama melalui kegiatan di bidang kesehatan. “Besar harapan kami umat di Baciro ini terbiasa untuk berbagi kepada sesama, karena membantu itu tidak harus kaya. Salah satu wujud berbagi tanpa harus mengeluarkan uang adalah dengan mendonorkan darah. Gratis, tetapi bisa menolong nyawa orang,” imbuh Narawisnu.

Setelah melakukan pendonoran darah, umat akan diberikan makanan sehat untuk menjaga kestabilan tubuh. Salah satu umat yang ikut mendonorkan darahnya adalah Edi Widodo yang baru dua kali mengikuti kegiatan donor darah. Ia mendapat informasi terkait kegiatan ini dari Agung, temannya. “Saya merasa senang dan puas karena bisa menolong orang lain,” ungkap Edi terkait perasaannya setelah melakukan pendonoran darah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *