Bantul. Bertepatan dengan Hari Raya Penampakan Tuhan, Paroki St. Yakobus Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Misa Pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) 2025 – 2027 pada Minggu, 5 Januari 2025 di gereja pusat.
Misa dipimpin Vikep Kevikepan Yogyakarta Barat Rm. Alfonsus Rodriguez Yudono Suwondo, Pr bersama Pastor Kepala Paroki St. Yakobus Bantul Rm. Laurentius Dwi Agus Merdi Nugroho, Pr.
Rm. Wondo menerangkan, dalam Kitab Hukum Kanonik (KHK) dikatakan pastor paroki dibantu sebuah dewan yang bertugas untuk memberikan masukan, konsultasi, tetapi juga mengerjakan tugas-tugas Gereja.
“Maka, kalau hari ini ada pelantikan dewan paroki, jelas dalam KHK ada. Bagaimana dewan paroki bersama romo paroki mengerjakan tugas kegerejaan ini dalam semangat communio, sinodal, yakni duduk, berbicara, memutuskan, dan mengerjakan bersama. Itu hakikat dari dewan paroki,” urai Rm. Wondo.

Ia pun menegaskan, tidak ada dewan paroki yang lone ranger atau single fighter. “Tidak usah ada dewan karena bisa mengerjakan sendiri. Ada (orang) yang seperti itu. Tidak perlu sekretaris dua atau tiga, sendiri juga bisa. Kalau tidak hati-hati, kita bisa berubah arah, menjadi lone ranger atau single fighter, mengerjakan semua sendiri. Kalau ada orang lain yang mengerjakan, lalu dia sakit, merasa tidak dipakai,” wanti Rm. Wondo.
Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa dewan paroki itu sinodal. Pekerjaannya banyak dan dikerjakan secara bersama-sama. Itulah watak Gereja asli. Sejak semula, Gereja berwatak sinodal.
“Bekerjalah secara sinodal, bersama-sama. Berdiskresi bersama, kemudian memutuskan bersama dan kerjakanlah secara bersama-sama sesuai dengan pos masing-masing. Tetapi tidak pernah pos-pos itu berdiri sendiri-sendiri seperti raja-raja kecil. Tidak bisa. Masing-masing punya bagian. Tapi, mereka harus dalam konteks keseluruhan Gereja St. Yakobus Klodran Bantul ini mau kita bawa ke mana. Mau kita tampilkan seperti apa di tengah masyarakat dan unjukkan seperti apa di tengah-tengah umat,” pesan Rm. Wondo.
Lanjutnya, pertama-tama dewan paroki harus solid, kempel (bersatu), dan gembira. Hal ini mesti terus-menerus diupayakan. Tidak hanya bekerja melulu, tetapi juga ada refleksi, rekoleksi, rekreasi, serta berkumpul untuk menyegarkan diri. “Kita perlu keseimbangan jiwa. Kita tidak hanya fokus pada satu hal dan melupakan fokus yang lain. Refleksi itu perlu supaya tahu apa pekerjaannya,” pesan Rm. Wondo mengingatkan.
Sementara itu, Rm. Merdi yang juga merupakan Ketua DPP St. Yakobus Bantul menyatakan semua fungsionaris dan jabatan dengan tugas masing-masing keseluruhan DPP pleno Paroki St. Yakobus Bantul pada periode ini sejumlah 181. Jumlah ini meningkat dibandingkan kepengurusan DPP periode sebelumnya yang sekitar 160-an.

“Dari 181 jabatan tugas tersebut ada sekitar 10 jabatan yang rangkap. Misalnya jadi ketua lingkungan atau wilayah sekaligus tim pelayanan tertentu,” jelas Rm. Merdi.
Ada cukup banyak orang yang berusaha dilibatkan pada struktur DPP periode ini. “Cukup banyak yang ditambahkan. Sebelumnya hanya dua orang dalam tim pelayanan. Lalu, pada periode ini menjadi empat atau enam orang,” imbuhnya.
Tujuannya adalah usaha untuk melibatkan semakin banyak orang dalam pelayanan. Ini menjadi cara bagi umat di Paroki St. Yakobus Bantul untuk melanjutkan kaderisasi yang sejak dari tahun yang lalu sedang diupayakan oleh keuskupan, kevikepan, dan paroki.
“Pada saatnya kita akan dilayani, tetapi pada tahun dan periode ini kita harus melayani. Ada banyak personel yang dilibatkan supaya regenerasi dan kaderisasi juga semakin bertumbuh di paroki kita. Supaya dalam tugas dan pelayanan kita semua semakin gesit, lincah, dan kreatif,” tegas Rm. Merdi.
Ia pun mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang sudah diberikan oleh DPP serta para ketua lingkungan dan wilayah pada periode sebelumnya. “Anda sudah meletakkan dasar yang baik. DPP pada tahun atau periode ini akan berusaha melanjutkan hal-hal baik yang sudah dilakukan atau dibuat oleh DPP sebelumnya,” pungkas Rm. Merdi.








