Yogyakarta. Peringatan mulia arwah seluruh umat beriman selalu diperingati oleh Gereja setiap tanggal 2 November. Untuk mendoakan arwah umat beriman, paguyuban “Guyub Memule 789” mengadakan Misa Arwah di empat makam yang berbeda, yakni Makam Kuncen, Makam Bedog, Makam Nusupan, dan Makam Utaralaya. Misa Arwah yang berlangsung di permakaman ini dimulai dari Makam Katolik Kuncen dan berakhir di Makam Utaralaya pada hari yang berbeda.
Misa Arwah yang dilaksanakan pada Minggu, 3 November 2024 di Makam Kuncen, Pakuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta dipimpin Rm. Yohanes Wahyu Rusmana, Pr dari Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela, Kumetiran.

Misa Arwah bertema “Bersukacitalah dan Bergembiralah karena Besarlah Upahmu di Surga” ini dimulai pukul 11.00, didahului dengan pembacaan nama-nama arwah oleh lektor pada pukul 10.00 yang akan didoakan saat Misa berlangsung.
Pada awal Misa, Rm. Wahyu mengajak umat untuk tidak hanya mengingat kematian saat mengikuti Misa Arwah, tetapi harus mengingat kebangkitan. “Tetapi kita bersama-sama berkumpul di sini tidak hanya mengingat kematian karena dalam Kristus tidak hanya kematian, tetapi juga ada kebangkitan,” sebutnya.
Dalam homilinya, Romo Wahyu juga menegaskan isi dari Injil yang dibacakan dalam Misa Arwah, “Tuhan sendiri yang mengatakan, ‘Inilah kehendak Ia yang mengutus Aku supaya dari semua yang diberikan kepada-Ku jangan ada yang hilang. Siapa yang datang pada-Ku, tidak akan Kubuang.’”

Misa Arwah di Makam Kuncen dihadiri kurang lebih 600 orang, dari anak-anak hingga orang tua. Jumlah umat yang hadir sangat di luar prediksi panitia. Ketua Paguyuban Guyub Memule 789, Y. Sugeng Sudjarwo, tidak menyangka bahwa akan banyak umat yang hadir dalam Misa tersebut.
“Ini disediakan komuni 500. Membeludak! Ternyata 500 hosti kurang. Padahal dulu 500 hosti cukup,” bebernya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan bahwa Misa Arwah ini sudah dilaksanakan secara rutin dari tahun ke tahun dan bertujuan untuk mendoakan leluhur terdahulu.

Usai komuni, Rm. Wahyu mendoakan bunga yang telah dibawa oleh umat dan sudah diletakkan di dua titik yang telah disediakan oleh panitia sebelum Misa Arwah dimulai. Setelahnya, dua prodiakon membantu Rm. Wahyu untuk memerciki bunga dengan air suci yang telah disiapkan.
Saat Misa berakhir, umat dengan segera mengambil bunga dan menaburkannya pada makam keluarga yang ada di Makam Kuncen. Terlihat beberapa keluarga mendoakan keluarga yang mendahuluinya dengan khusyuk.









Saran :
Thn 2025 dst, bisakah altar & Romo menghadap ke jalan/pintu gerbang ?
Saat datang, umat diminta “absen” utk hitung jml HOSTI, jd kalau kurang, bisa langsung ambil dr Gereja sblm Misa dimulai.
Prodiakon menjelaskan, sudah disiapkan 600 HOSTI, tp krn pas hr Mggu, pagi lagi, jd banyak yg datang.
Mungkin jg “turis” Katolik pas lewat jln raya depan makam & paham sdg ada Misa Arwah, mk ikut gabung, krn banyak mobil2 dgn plat dr bbrp kota luar Jogja.
Matur nuwun sudah persiapkan semuanya dgn baik.
Berkah Dalem
Terima kasih, Kak. Saran sudah kami sampaikan kepada Sekretariat Paroki Kumetiran. Berkah Dalem.