Dalam Doa, Mengenang Keluarga yang Telah Berpulang

News118 Views

Sleman. Dalam iman Katolik, doa bagi arwah menjadi ungkapan kasih, pengharapan, dan persaudaraan yang tidak terputus oleh perpisahan. Semangat inilah yang mewarnai Perayaan Ekaristi untuk mendoakan arwah sekaligus memperingati Hari Raya Semua Orang Kudus di Kapel SMA Kolese De Britto Yogyakarta, Minggu, 1 November 2026.

Perayaan Ekaristi yang dipimpin Rm. Harry Setianto Sunaryo, SJ selaku Pamong dan Rm. Agustinus Wahyu Dwi Anggoro, SJ selaku Kepala Campus Ministry ini menjadi kesempatan bagi keluarga besar SMA Kolese De Britto untuk berhimpun dalam doa, mengenang anggota komunitas yang telah meninggal dunia, serta meneguhkan kembali keyakinan akan kehidupan kekal dalam kasih Allah.

Perayaan ini dikoordinasi Tim Pagar Doa, komunitas orang tua siswa yang bergerak dalam bidang kerohanian dan sosial, dengan berkolaborasi bersama Tim Campus Ministry SMA Kolese De Britto.

Peringatan Hari Raya Semua Orang Kudus yang berdekatan dengan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman juga menghadirkan makna mendalam bagi umat Katolik. Kedua peringatan ini mengarahkan umat pada kesadaran bahwa kehidupan manusia tidak semata-mata diukur dari panjangnya usia, pencapaian, atau kedudukan, tetapi juga dari kasih yang dibagikan dan kebaikan yang ditinggalkan.

R. Arifin Nugrohoselaku Kepala Sekolah menyampaikan, Misa Arwah ini menjadi ungkapan iman, kasih, dan persaudaraan keluarga besar SMA Kolese De Britto dalam mengenang serta mendoakan para siswa, guru, karyawan, alumni, dan anggota komunitas yang telah berpulang.

“Kehadirannya tetap menjadi bagian dari sejarah dan perjalanan sekolah melalui nilai-nilai, keteladanan, dan kebaikan yang telah diwariskan. Melalui Perayaan Ekaristi ini, seluruh komunitas diajak untuk tidak hanya mengenang yang telah mendahului, tetapi juga melanjutkan semangat cura personalis dengan semakin menghargai setiap pribadi, mengasihi sesama, dan memberikan makna bagi kehidupan,” tutur Arifin.

Dengan iman dan pengharapan, imbuhnya, keluarga besar De Britto menyerahkan para arwah ke dalam kerahiman Allah serta meneguhkan komitmen untuk terus bertumbuh dalam kasih dan pelayanan.

Perayaan ini dikoordinasi Tim Pagar Doa bersama Tim Campus Ministry SMA Kolese De Britto.

Sementara itu, Ch. Tri Merry Viviana Purwiantivi selaku Koordinator Tim Pagar Doa mengatakan Misa Arwah ini merupakan wujud nyata pelayanan Tim Pagar Doa bersama Tim Campus Ministry dalam merawat iman, kepedulian, dan persaudaraan keluarga besar SMA Kolese De Britto.

“Doa bagi para siswa, guru, karyawan, alumni, dan anggota komunitas yang telah berpulang menjadi ungkapan kasih yang melampaui batas kematian sekaligus sumber penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. Melalui perayaan ini, setiap orang diajak menyadari bahwa doa hendaknya diwujudkan dalam tindakan nyata, kepedulian, dan kesediaan untuk hadir bagi sesama,” jelas Merry.

Menurut Merry, Tim Pagar Doa berharap semangat kebersamaan ini terus tumbuh sehingga keluarga besar De Britto senantiasa saling menguatkan dalam suka maupun duka, sembari menyerahkan yang telah berpulang ke dalam kasih Allah dan meneruskan warisan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam semangat cura personalis, perhatian terhadap pribadi secara utuh, mengenang yang telah berpulang merupakan bagian dari penghargaan terhadap martabat setiap manusia. Setiap pribadi memiliki kisah, perjuangan, harapan, dan pengalaman yang turut membentuk kehidupan komunitas.

Dengan mendoakan arwah ini, keluarga besar De Britto merawat kesadaran bahwa setiap kehidupan berharga dan setiap pribadi meninggalkan makna bagi sesamanya.

Chr. Danang Wahyu Prasetio
Humas SMA Kolese De Britto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *