Yogyakarta. Para suster Kongregasi Putri Reinha Rosari (PRR) di Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela, Kumetiran, Yogyakarta kembali menunjukkan kepedulian mereka kepada penderita kusta di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua.
Dalam aksi sosial tahunan ini, mereka menggalang dana melalui penjualan kalender sosial. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu pembiayaan perawatan pasien kusta di Rumah Sakit Naob, NTT, dan Mumugu, Papua.
Sr. Maria Virginia, PRR yang saat ini menempuh studi di STIKES Bethesda, menjelaskan kegiatan ini bukan hanya sebuah tradisi, tetapi sebuah panggilan kasih yang diwariskan oleh pendiri kongregasi, Mgr. Gabriel Manek, SVD, yang dikenal sebagai pencinta penderita kusta.
“Kami ingin hadir dan memberikan cinta kasih kepada mereka yang tersisihkan akibat penyakit kusta,” ungkap Sr. Maria.
Ia menjelaskan, Mgr. Gabriel Manek menjadi inspirasi bagi para suster PRR untuk terlibat langsung dalam upaya membangkitkan harapan dan kasih bagi para penderita.
Selain mengumpulkan dana, hasil dari aksi ini diharapkan dapat mendorong para pasien untuk merasakan dukungan dan kepedulian sehingga mereka bisa kembali kepada keluarga dalam keadaan sehat dan penuh harapan.
Program penjualan kalender ini diakui sebagai salah satu bentuk dedikasi yang menyatukan suster-suster PRR dengan misi mereka yang mendalam.
Antusiasme umat Paroki Kumetiran terhadap aksi sosial ini sangat tinggi. Kalender sosial yang dijual habis dalam waktu singkat, menunjukkan respons positif dari umat yang ingin turut ambil bagian dalam membantu penderita kusta.
Selain membeli kalender, banyak umat yang turut menyumbangkan dana secara langsung tanpa membeli. “Antusias umat memberi kebanggaan bagi saya pribadi dan menjadi wujud kasih Tuhan yang hadir secara nyata melalui kebaikan mereka,” ucap Sr. Maria penuh haru.
Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya terlihat dari banyaknya dana yang terkumpul, tetapi juga dari semangat kasih yang terpancar dari para donatur.
Kegiatan donasi melalui penjualan kalender sosial ini telah menjadi program tahunan Kongregasi PRR dan hasilnya dirasa cukup untuk menopang kebutuhan dasar penderita kusta di NTT dan Papua.

Dana yang terkumpul digunakan untuk perawatan, penyediaan obat-obatan, serta kebutuhan harian mereka. “Kami ingin program ini terus berjalan dan menjadi jembatan kasih bagi saudara-saudari kita yang membutuhkan,” harap Sr. Maria.
Dengan respons yang begitu positif dari masyarakat, aksi sosial ini tidak hanya berdampak pada kehidupan para pasien, tetapi juga menginspirasi banyak umat untuk menunjukkan kasih sayang mereka melalui aksi nyata.
Kongregasi PRR berharap aksi sosial ini dapat menginspirasi masyarakat untuk peduli terhadap penderita kusta dan kelompok lain yang terpinggirkan. Kongregasi PRR akan terus menjembatani kebaikan hati umat untuk membantu sesama, dan Paroki Kumetiran akan tetap menjadi salah satu pusat aksi sosial yang membawa harapan bagi mereka yang membutuhkan di wilayah-wilayah sulit di Indonesia.













