Jakarta-Sabtu, 24 Januari 2025 Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) mengadakan acara Buka Tahun Bersama PWKI tahun 2025. Acara ini berlansung di Universitas Tarumanegara Jakarta. Acara ini meriah sebab dihadiri para tokoh termasuk Wakil Gubernur Jakarta terpilih Rano Karno, Rieke Dyah Pitaloka, Nurul Arifin, Ida Fauziyah. Termasuk Rektor Universitas Tarumanegara
Hadir pula Dina Lorenza, Laurentius Amrih Jinangkung dari Kemenlu. Serta Deputi Kemenko Pangan Widiastuti dan dari Lemhannas RI, Kol. Inf. Evendi.
Gelar Buka Tahun Bersama PWKI ini didahului dengan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Romo Adi Prasojo, Pr (konselebran utama) dan didampingi Romo Heri Wibowo, Pr serta Romo Aloys Budi Purnomo, Pr.

Pada kesempatan itu Rano Karno juga memberikan sambutan dan menyampaikan tentang pentingnya kecukupan pangan. Sementara itu Menko Pangan RI Zulkifli Hasan yang wakili Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan RI Widiastuti SE MSi, juga orasi kebangsaan. Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI yang diwakilkan kepada Kol. Inf. Evendi juga memberikan orasi tentang pangan.
Tak kalah menarik, acara buka tahun bersama PWKI ini juga disertai pemberian penghargaan kepada para tokoh muda organisasi keagamaan. Penghargaan ini diberi tajuk “Terima Kasihku Kepadamu” kepada pimpinan organisasi pemuda lintas agama yakni GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik (PK), Pemuda Kristen (Gamki), Buddha (Gemabudhi), dan Hindu (Peradah), serta Romo Markus Solo Kewuta SVD.
Di acara yang meriah yang diikuti wartawan Katolik dari daerah secara daring maupun luring juga semakin menarik karena disi dengan berbagai tampilan dan doorprize baik untuk wartawan katolik yang hadir secara langsung maupun via zoom. Doorprize ini meliputi alat-alat, handphone, Ipad, sepeda motor hingga doorprize utama tiket pulang pergi ke Vatikan.

Sementara Ketua PWKI, Asni Ovier Dengen Paluin mengatakan tema pangan perlu didalami lebih lanjut sesuai dengan program Asta Cita Presiden Prabowo dan ketahanan pangan menjadi salah satu fokus dari pemerintahan Prabowo. Terkait hal ini Ovier dalam sambutannya mengatakan agar pemerintah tidak memusihinya kalau ada media yang melakukan kritik.
Saya mohon bila ada wartawan atau media yang mengkritisi soal ketahanan pangan jangan dilarang. Pasalnya, kritik dan saran itu sangat berguna untuk membangun. Kalau ada media yang kritik jangan dimusuhi, itu sebagian besar untuk perbaikan kita ke depan,” tegas Ovier.








